Karya ini berupa komposit poliester berpenguat serat nanas dan berpenguat serat ijuk dengan orientasi serat acak.
Komposit serat nanas dan ijuk ini diproduksi dengan cara manual. Tahap pertama yaitu proses alkalisasi daun nanas; yakni dengan merendam daun nanas dengan NaOH kemudian dijemur dan diurai menjadi serat nanas. Serat nanas kemudian disusun pada cetakan sesuai bentuk yang diinginkan Proses selanjutnya yaitu pemberian resin. Sesaat setelah resin dituangkan ke dalam cetakan, bakal komposit ini ditempa dengan tekanan yang kuat sehingga serat dan resin menyatu dengan sempurna.
Hasil perbandingan pengujian bending pada komposit dan kayu kaso menunjukan bahwa komposit serat nanas 1.8 kali lebih kuat dari kayu utnuk fraksi serat , sedangkan komposit serat ijuk 1.2 kali lebih kuat dari kayu.
Karya ini bermanfaat membantu menekan kebutuhan mebel atau kayu yang terus meningkat. Peningkatan kebutuhan mebel ini tentunya akan membuat aktivitas penebangan pohon meningkat, rawan terjadi penebangan liar, dan memberi dampak bagiĀ bagi global warming. Oleh karena itu, pemakaian produk ini akan menekan penggunaan kayu sekaligus memanfaakan potensi serat alam yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
- Dapat memiliki kekuatan bending yang lebih kuat daripada kayu kaso untuk fraksi serat tertentu, seperti ditunjukkan dalam pengujian.
- Memanfaatkan limbah serat nanas dan serat ijuk yang cukup melimpah namun jarang digunakan
- Lebih tahan terhadap kelapukan dan serangan rayap
- Memiliki harga yang lebih ekonomis. Harga sekarung serat daun nanas seberat lima kilogram Rp 100 ribu, sedangkan ijuk Rp 10 ribu per kilogram. Walhasil, kayu serat lebih murah Rp 5-10 ribu daripada kayu asli pada volume yang sama.
- Komposit serat nanas dan ijuk memiliki tampilan yang bagus, menarik dan unik.


