Pada hari Rabu (7/09), para ketua himpunan dan unit KM ITB bersama perwakilan kabinet berkumpul untuk berdiskusi mengenai hasil pertemuan kabinet dengan rektorat hari Senin (5/09) lalu. Kabinet KM ITB pada pertemuan ini diwakili oleh antara lain Tizar Bijaksana PL07 (Ketua Kabinet), Aditya Putra Tama MT07 (Menko Advokasi dan Kaderisasi) dan Devita Permanasari (Menteri Advokasi Kebijakan Kampus). Diskusi ini diadakan di selasar TVST.
Pada hasil pertemuan dengan rektorat sebelumnya, disetujui bahwa akan diadakan Petisi KM ITB pada hari Jumat (9/09). Dalam petisi ini, tercantum komitmen antara pihak mahasiswa dan institusi sebagai berikut:
1) Adanya ruang komunikasi yang rutin antara mahasiswa dan institusi
2) Adanya kesepahaman dalam mewujudkan kebersihan, didasari oleh visi dan standar kebersihan yang dirumuskan dan disepakati secara partisipatif
3) Adanya pelibatan mahasiswa di dalam mewujudkan kebersihan dan pengadaan fasilitas pendukung kegiatan di kampus
4) Mahasiswa berkomitmen untuk menjaga kebersihan dan meningkatkan kualitas kebersihan
5) Adanya kompensasi terhadap barang/properti pribadi yang rusak atau diambil pada saat pembersihan
6) Adanya program dan anggaran pengadaan fasilitas bagi kemahasiswaan dalam RKA ITB tahun 2012
7) Nasib mahasiswa yang beraktivitas di kampus, kejelasan legalitas
Sebagian dari peserta forum memberikan pendapat terkait petisi ini. Beberapa di antaranya berupa kurang spesifiknya poin-poin petisi serta pengadaan fasilitas yang umum saja, bukan fasilitas yang khusus lembaga itu sendiri. Terdapat juga beberapa usulan, seperti legitimasi AD/ART dan RUK KM ITB mengenai kebebasan dan koordinasi kegiatan mahasiswa serta mempertegas independensi mahasiswa.
Berdasarkan hasil pertemuan, ditentukan bahwa poin-poin yang akan dibawa besok adalah kejelasan posisi mahasiswa di kampus, kesiapan mahasiswa dalam menjaga lingkungan kampus dan pengadaan fasilitas bersama untuk mendukung kegiatan kemahasiswaan sekaligus menjaga lingkungan kampus.
Menurut Devita, pihak rektorat dan mahasiswa seharusnya jalan bersama dalam mewujudkan lingkungan kampus yang ideal. Namun saat ini, kedua pihak sudah punya paradigma tersendiri terhadap pihak lawan sehingga akhirnya menjadi saling menyalahkan. Hal itulah yang menyebabkan beberapa hambatan dalam mencapai satu suara.
Aditya juga menambahkan, kabinet siap membantu sekaligus memfasilitas setiap pertemuan antara mahasiswa dengan rektorat. Diharapkan juga pada lembaga-lembaga KM ITB agar siap berpartisipasi dalam mengkaji independensi seperti apa yang KM ITB inginkan. (KOMINFO/Ata)