Duduk Bareng KM ITB adalah sebuah pertemuan yang diisi oleh para perwakilan lembaga di dalam KM ITB, yaitu himpunan mahasiswa jurusan, unit kegiatan mahasiswa, kongres, dan kabinet. “Tidak cukupnya forum untuk menampung seluruh anggota KM ITB, maka forum ini dihadiri oleh perwakilan lembaga-lembaga saja yang sudah dianggap mewakili suara seluruh massa KM ITB”, jelas Devita, Menteri Advokasi Kebijakan Kampus KM ITB. Sekitar 28 himpunan dan 40-an unit berkumpul dan diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan aksi untuk KM ITB sebagai pengisi kemahasiswaan di kampus dan rektorarat ITB.
Isu yang diambil dalam Duduk Bareng ini dipilih berdasarkan urgensi dan skala kepentingan massa. Urgensi ini dilihat jika seluruh isu yang diambil akan dieksekusi pada tahun 2012. Isu-isu ini dibahas dalam 3 sesi berkelanjutan, yaitu penyikapan KM ITB terhadap sistem kemahasiswaan pada ITB Multikampus, evaluasi sistem penerimaan mahasiswa baru 2011, dan kaderisasi lembaga terkait wajib unit pada mahasiswa baru.
Hasil dari acara yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 18.00 ini menghasilkan kesepakatan dan rekomendasi. Kesepakatan berupa pernyataan dari perwakilan lembaga KM ITB. Sedangkan rekomendasi berupa poin-poin pernyataan peran untuk massa KM ITB maupun rektorat dalam menganggapi isu yang dibahas. Follow up dari Duduk Bareng KM ITB ini adalah Campus Meeting, yaitu sebuah kunjungan kepada pihak rektorat untuk menyampaikan rekomendasi-rekomendasi yang telah terkumpul. Enggar Amreta Cahya sebagai Ketua Panitia Duduk Bareng KM ITB merasa cukup puas dengan kegiatan ini karena partisipasi dan animo yang tinggi dari peserta forum. “Sayangnya waktu terbatas. Ini adalah 3 isu besar yang sebenarnya bisa dibahas satu hari sendiri untuk masing-masing isu”, komentar pria dari Teknik Perminyakan 2009 ini.
Rekomendasi yang diusulkan untuk isu ITB Multi Kampus adalah pernyataan sikap jika KM ITB tetap satu – dengan kondisi adanya kampus Ganeca dan kampus Jatinangor. Perbedaannya hanya terletak pada konsep dan mekanisme organisasi – yang nantinya akan dibuat oleh Kongres KM ITB dan dijalankan oleh seluruh elemen KM ITB. Selain itu, akan ada kaderisasi berjenjang yang dilakukan oleh seluruh KM ITB dan penjaminan kaderisasi ini oleh rektorat.
Rekomendasi untuk isu penerimaan mahasiswa baru diantaranya adalah pembagian peran pada lembaga-lembaga KM ITB dan paguyuban daerah dalam memperbaiki penyebaran informasi sistem penerimaan mahasiswa baru serta mengkampanyekan sistem di ITB terkait informasi penerimaan mahasiswa baru, antara lain : beasiswa, jalur, biaya kuliah, dan biaya hidup. Selain itu, Kementrian Advokasi Kebijakan Kampus akan Kementerian Advokasi Kebijakan Kampus akan mencari informasi seperti transparansi angka 108 juta yang dibutuhkan untuk membiayai satu orang mahasiswa selama 4 tahun dan juga alasan kuota 60% SNMPTN undangan – 40% SNMPTN tertulis, mekanisme penyampaian pengumuman jumlah BPM agar memperhatikan psikologis calon mahasiswa baru, serta informasi lain.
Semoga hasil diskusi ini bermanfaat bagi kemahasiswaan kita, amin! (Kominfo/INTA)
Draft Rekomendasi Evaluasi Penerimaan Mahasiswa Baru
Draft Rekomendasi ITB Multikampus