ISU PEMBATASAN SUBSIDI BBM: Menyampaikan Aspirasi Di Hadapan Gedung DPR RI

Jumat (30/09) — Massa KM-ITB kembali mengadakan aksi terkait penolakan rencana pembatasan subsidi BBM. Aksi ini dilakukan di Jakarta sekaligus untuk mengawal berjalannya sidang paripurna yang akan mengesahkan keputusan rencana tersebut. Aksi dilakukan dengan berbagai metode, yaitu memberikan aspirasi langsung kepada DPR, memberikan pernyataan sikap di TV nasional, dan melakukan aksi turun ke jalan.

Rombongan aksi berangkat dengan jadwal berbeda-beda : Presiden KM-ITB, Tizar Bijaksana, berangkat lebih dahulu pada Kamis (28/03), rombongan lain berangkat esok dan lusa hari berikutnya. Tizar bersama perwakilan lain BEM-SI (Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia) menyampaikan langsung aspirasi mengenai penolakan rencana pembatasan subsidi BBM yang merugikan masyarakat miskin. Aspirasi ini didengarkan oleh Bpk. Priyo Budi Santoso (Wakil Ketua DPR, Fraksi Golkar) dan Ibu Rieke Dyah Pitaloka (Fraksi PDIP). Setelah memberikan aspirasi, perwakilan mahasiswa ini kemudian diundang pula untuk menyaksikan langsung dari dalam gedung DPR rapat paripurna yang akan diadakan pada Jumat, 30 Maret, setelah waktu solat Jumat.

Jumat (30/03), Tizar menyampaikan sikap massa KM-ITB, pada acara berita pagi di TV One, terkait penolakan rencana pembatasan subsidi BBM dengan poin-poin yang ditekankan pada alasan sebagai berikut :

“Pemerintah berkewajiban melindungi masyarakat, trmasuk dari fluktuasi harga minyak dunia sekalipun. Suara kami dan buruh ingin menuntut pemerintah agar mnunjukkan kebijakan-kebijakan yg pro-rakyat terutama trekait penggunaan BBM seperti diversifikasi energi, transportasi massal, dan lainnya, karena selama ini belum terlihat kongkrit”

Pada hari yang sama, setelah waktu solat Jumat, aksi turun ke jalan dilakukan oleh 48 orang perwakilan massa KM-ITB yang bergabung ratusan massa dari BEM-SI. Barisan ini bergerak membuat long march dari gedung Kementrian Kehutanan menuju depan gedung DPR. Gaung orasi berisi pernyataan kekecewaan serta kemarahan terhadap pemerintah disampaikan melalui pengeras suara selama aksi. Aksi mahasiswa ini berjalan tertib dan segera menggeser posisinya bila bertemu dengan barisan lainnya yang juga melakukan aksi tidak terkendali. Sekitar pukul 16.30 mulai memisahkan diri dari barisan BEM-SI dan melakukan istirahat. Terlihat banyak sekali pedagang makanan memanfaatkan kondisi aksi unjuk rasa ini untuk berjualan.

Sampai mendekati 18.00, dalam aksi di depan gedung DPR, terdapat pula rombongan massa dari serikat pekerja dan buruh, serta lembaga lain yang tidak dapat disebutkan satu persatu. Sejumlah demonstran yang tersulut emosinya telah melakukan perusakan terhadap pagar gedung DPR, pagar pembatas jalan tol dengan jalur lambat, dan pembakaran ranting pohon. Hal ini menyebabkan massa demonstrasi memasuki halaman depan di gedung DPR dan jalan tol tertutup. Sejumlah TNI dan polisi terlihat berjaga di bagian lebih dalam halaman gedung, namun tidak terlihat kegiatan pembubaran. Hanya saja ada beberapa orang demonstran yang terlihat terkena gas air mata.

Massa KM-ITB (dan sebagian besar massa BEM-SI) menyelesaikan aksi pada pukul 18.00 lalu kembali ke Bandung menggunakan bis pariwisata setelah solat Magrib di Kementrian Kehutanan. Perwakilan massa KM-ITB Ramadhani Pratama (Menko. Eksternal KM-ITB) dan Angga Kusnan (Men. Sospol KM-ITB) menyusul Tizar untuk bersama menyaksikan langsung sidang paripurna yang panas di dalam gedung DPR. Pukul 22.00 lewat akhirnya terdapat kabar bila kenaikan harga BBM subsidi ditunda.

Mari kita doakan yang terbaik untuk rakyat dan bangsa Indonesia!

Tag untuk tulisan ini:

Tulis Komentar