Sang Banas Pati Rajah

Dalam kisah-kisah mitologi tradisional Bali, sosok Barong yang memiliki wujud singa raksasa, dipercaya oleh rakyat Bali sosok raja dari para roh-roh, simbol kebaikan, dan pelindung rakyat Bali dari roh-roh jahat. Dalam tari tradisional rakyat Bali, sosok Barong digambarkan bertarung melawan Rangda, ratu roh jahat yang memimpin para Leyak. Banas Pati Rajah, dipercaya oleh rakyat Bali sebagai roh di balik sosok singa raksasa Barong. Karya “Sang Banas Pati Rajah” terinspirasi oleh mitologi Barong tersebut, menggambarkan ketegaran dan keperkasaan sosok Barong, berdiri tegak dan memancarkan tetap cahaya meskipun dikepung oleh sepasukan roh jahat yang mencoba menaklukkan Sang Barong. Karya ini merupakan perumpamaan bahwa pertarungan antara kebaikan dan kejatahan adalah abadi, dan seberapa banyaknya pun kejahatan yang mengepung  kebaikan tidak akan pernah tunduk dan berhenti menentang kejahatan.

Lenggak Legong

Karya Lenggak Legong terinspirasi oleh  Tari Legong dari Pulau Bali. Dalam tradisi rakyat Bali, tari ini dibawakan oleh dua orang gadis muda yang belum memasuki masa kedewasaan. Tarian ini diduga berasal dari abad ke-19 dan merupakan tarian penghibur untuk kaum bangsawan. Pada karya Lenggak Legong, dua gadis cantik yang tengah menarikan tarian legong dilatar belakangi oleh dua buah gapura dan Gunung Agung, gunung yang dianggap sakral oleh rakyat Pulau Bali.