Kementerian Pengabdian Masyarakat

Pengabdian Masyarakat merupakan salahsatu dari tiga dharma pada Tri Dharma Perguruan Tinggi, setelah dharma Pendidikan dan dharma Penelitian. Dharma secara sederhana dapat diartikan bakti, kontribusi, sumbangan, ataupun dedikasi. Kabinet KM ITB mengejawantahkan dharma Pengabdian Masyarakat dalam bentuk program-program pengabdian masyarakat yang dinaungi secara khusus oleh Kementerian Pengabdian Masyarakat.

Mahasiswa ITB telah lama diidentikkan sebagai mahasiswa yang eksklusif di lingkungan tempat tinggal mahasiswa, sehingga berimplikasi terhadap ITB yang seringkali disebut sebagai menara gading. Kementerian Pengabdian Masyarakat (PM) berperan untuk menumbuhkan rasa kepedulian mahasiswa ITB terhadap kondisi aktual di masyarakat, sehingga mahasiswa ITB lebih terbuka terhadap kemungkinan untuk berperan lebih banyak, lebih besa, dan lebih baik kepada rakyat Indonesia. Sehubungan dengan peran tersebut, Kementerian PM menyelenggarakan program-program sekaligus menggalang diskusi di bidang-bidang Pelayanan Masyarakat (Lamas), Pemberdayaan Masyarakat (Bamas), dan Pengembangan Masyarakat (Damas); baik mandiri maupun bersama-sama dengan lembaga-lembaga kemahasiswaan yang ada di seluruh ITB.

Pelayanan Masyarakat dapat dilakukan dengan banyak cara, yang pada Kementerian PM dilakukan dengan membentuk Ganesha Rescue. Ganesha Rescue (GR) adalah badan yang mengambil peran pelayanan masyarakat di bidang mitigasi bencana, mencakup pencegahan dan penanganan pasca-bencana. Ganesha Rescue berperan menciptakan kesiapan mahasiswa ITB dalam sistem mitigasi bencana, mencakup pelatihan relawan, modul-modul penanggulangan bencana, sampai dengan tindak lanjut pasca-bencana.

Kementerian PM juga memiliki program Desa Mitra, yang berperan di bidang pemberdayaan masyarakat. Desa Mitra telah mengelola Desa Kidang Pananjung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat selama kurang lebih dua tahun bersama-sama dengan beberapa HMJ yang ada di ITB. Desa Mitra dalam jangka panjang memiliki impian untuk bersama- sama HMJ/UKM yang ada di ITB mengelola banyak desa yang tersebar di Jawa Barat sehingga desa-desa yang telah dikelola oleh Desa Mitra menjadi desa teladan yang mampu mandiri dengan memanfaatkan potensi yang ada di desa tersebut.

Terakhir adalah bidang Pengembangan Masyarakat yang banyak dilakukan melalui program Skhole (merger antara Rumah Belajar dengan Forum Kakak Asuh) dan Revitalisasi Gelap Nyawang. Kedua program tersebut mengelola masyarakat yang paling dekat dengan ITB, yaitu masyarakat kawasan Babakan Siliwangi dan Sangkuriang serta masyarakat kawasan Jalan Gelap Nyawang. Pengembangan Masyarakat yang dilakukan oleh Kementerian PM mengacu kepada pengertian yang dipaparkan pada buku Community Development and Organizing, yaitu “Community development occurs when people strengthen the bonds within their neighborhoods, build social networks, and form their own organizations to provide a long term capacity for problem solving” (H.J. Rubin & I.S. Rubin, 1998). Skhole dan Revitalisasi Gelap Nyawang sudah memenuh pengertian ini, sehingga dapat dikategrikan kepada bidang Pengembangan Masyarakat.

Skhole memiliki impian untuk menjadi sebuah sekolah komunitas, sebuah lembaga belajar yang menaungi segala aspek pendidikan, mulai dari kegiatan belajar mengajar, kegiatan pengembangan bakat dan keterampilan, pelatihan, seminar, diskusi, kajian, sampai dengan advokasi. Skhole sampai hari ini telah memiliki adik-adik yang siap dibina dan rumah belajar yang siap digunakan. Keseluruhan sistem di Skhole sendiri dirancang untuk melejitkan potensi adik-adik yang memilih untuk belajar di Skhole. Peran seluruh HMJ/UKM yang ada di ITB diperlukan untuk mewujudkan impian Skhole sebagai sekolah komunitas. HMJ/UKM memiliki potensi, kemampuan, dan keahlian yang dapat diajarkan dan ditanamkan ke adik-adik yang dibina di Skhole. Skhole siap menjadi sebuah lembaga pendidikan yang menyaingi sekolah formal dengan sistem yang lebih berorientasi kepada adik-adik Skhole.
Sedangkan untuk Revitalisasi Gelap Nyawang (RGN), peran pengembangan masyarakat dilakukan dengan melakukan program-program untuk para pedagang makanan di sepanjang Jalan Gelap Nyawang. Program-program ini dilakukan bekerjasama dengan pihak RW dan Koperasi Mulya Jaya yang menaungi pada pedagang di sepanjang Jalan Gelap Nyawang. Impian program RGN adalah untuk menjadikan kawasan Gelap Nyawang sebagai salahsatu tujuan wisata makanan yang ada di Kota Bandung, dengan terlebih dulu melakukan pembinaan dan pengelolaan mental dan keterampilan para pedagang yang ada di kawasan Gelap Nyawang tersebut.

Kementerian Pengabdian Masyarakat, Walking On Our Talks.

////

Pengabdian Masyarakat is one of Tri Dharma Perguruan Tinggi, after dharma Pendidikan and dharma Penelitian. Dharma can be simply defined as helps, contribution, involvement, charity, or perseverance. Kabinet KM ITB translates dharma Pengabdian Masyarakat into action in terms of society programs which is specificly performed by Ministry of Pengabdian Masyarakat.

Students of ITB have been identified as exclusive people in neighborhood where students live, and this has had implication to ITB which usually called as “tower of ivory”. The Ministry of Pengabdian Masyarakat (PM) takes part in order to raise up the sense of crisis and empathy of the sudents to the actual condition of society, so the students can take part into more, larger, and better roles for the people of Indonesia. As the role is taken, Ministry of PM establishes programs and creates discussions in aspects of Community Service, Community Empowerment, and Community Development.

Community Service can be done in many ways, which is in the Ministry of PM it has been done by created Ganesha Rescue. Ganesha Rescue (GR) is a subdivision whose role is to do community services in mitigation of disaster, including prevention to disaster and treatment post-disaster. The roles of GR is to prepare the students of ITB in disaster mitigation system, including training of volunteer, modules of disaster treatment, and also post-disaster treatment and follow-up.

The Ministry of PM also has program Desa Mitra, whose role is in aspects of community empowerment. Desa Mitra has managed Kidang Pananjung Village, Kecamatan Cililin, Kapubaten Bandung Barat for at least two years, together with many students organizations in ITB. Desa Mitra has a vision together with students organizations in ITB to manage many more villages spread all over Jawa Barat so those villages can be more developed by using the potency they have in their village.

The last is aspect of Community Development which is done by joint-program Skhole (formerly Rumah Belajar and Forum Kakak Asuh) and program Revitalization of Gelap Nyawang. Both programs manage the closest community around ITB, that is community of Babakan Siliwangi and Sangkuriang and also community of Gelap Nyawang Street. The Ministry of PM develops community referring to a definition stated in book Community Development and Organizing, “Community development occurs when people strengthen the bonds within their neighborhoods, build social networks, and form their own organizations to provide a long term capacity for problem solving” (H.J. Rubin & I.S. Rubin, 1998). Skhole and Revitalization of Gelap Nyawang have fulfilled those terms, so both program can be categorized into aspect of community development.

Skhole has vision to become a community school, an education institution whose role is in all aspects of education, starts from learning activities, talents and skills development activities, training, seminar, discussion, research, and also legal campaigns. Until today, Skhole has had students and building. Skhole designs system whose role is to emphasize talents and skills of the students who decides to learn in Skhole. The role of students organizations in ITB is also needed to bring out the vision of Skhole to become a community school. Those students organizations has potencies, capabilities, and skills which can be learned by the students of Skhole.

In program Revitalization of Gelap Nyawang, the role to develop community has been done with creating activities and programs for all the cafe owners in Gelap Nyawang Street. These activities and programs created with coordination with RW and Koperasi Mulya Jaya which have responsibility over all the café owners there. Program Revitalization of Gelap Nyawang has vision to transform Gelap Nyawang Street into a better place, a place of culinary center in Bandung; of course with education and management of the mindset precedes the vision.

The Ministry of Pengabdian Masyarakat, Walking On Our Talks.