MAIN GEDHE LOEDROEK: Menyentil Isu Neokolonialisme

Jumat (30/03) — Paguyuban Seni Budaya Jama Timuran ITB kembali menyelenggarakan agenda rutinnya, Main Gedhe, yang selalu diadakan sekali tiap semester. Unit yang akrab disebut Loedroek ITB ini membawakan judul “Basa Basi Bisu”. Acara ini diadakan pada pukul 19.00-22.30 di Aula Barat ITB dengan harga cuma-cuma; Rp 2.500,- saja.

Seperti Main Gedhe sebelumnya, acara dibuka dengan pagelaran tari diikuti dengan comedy sketch oleh Dharma Wanita. Dibungkus dengan humor segar yang mengikuti tren mahasiswa ITB saat ini, Dharma Wanita tetap menyentil hal-hal ‘sensitif’ seperti masalah akademik, kampus, kemahasiswaan dan isu-isu nasional.

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan drama utama, yakni “Basa Basi Bisu”. Drama dibuka dengan seorang alumni ITB bernama Basri yang memiliki ambisi untuk mengelola dan mengembangkan sebuah desa yang kaya akan sumber daya alam secara mandiri. Namun ambisi ini menemui hambatan ketika seorang pengusaha asing mengincar sumber emas di desa tersebut. Akibatnya, Basri terpaksa harus bekerja bagi pengusaha tersebut dan desa yang dikembangkannya itu semakin lama semakin miskin.

Cerita utama drama terinspirasi dari korporasi-korporasi besar yang ada di Indonesia. Meskipun bertema ‘berat’ dan memiliki akhir yang tragis, drama disajikan dengan humor khas Loedroek yang tetap membuat penonton betah.

Kehidupan yang nyaman di Bandung mungkin membuat mahasiswa ITB buta dengan kondisi negara. Main Gedhe Loedroek ITB ini banyak membukakan mata kita melalui pentas yang dibawakannya. Maju terus Loedroek ITB, ditunggu Main Gedhe berikutnya! (KOMINFO/Ata)

Share Your Tought!

Email kamu enggak bakal di publish, share apalagi kami jual. Fields yang wajib ditandai pake *