Tiga Kampus Mengadakan Studi Banding di ITB

Dalam satu bulan terakhir ini, Kabinet KM ITB mendapat sejumlah tamu dari kampus lain untuk melakukan ‘studi banding’. Tamu ini berasal dari badan eksekutif mahasiswa dari setiap kampus tersebut, yang ingin melihat sistem kemahasiswaan di ITB. Seperti ‘studi banding DPR’ yang diceritakan pada media massa, kunjungan ini tidak hanya berisikan diskusi, namun juga jalan-jalan mengitari kampus ITB.

Untuk kunjungan di bulan Juli 2011 ini terdapat 3 tamu yaitu Serikat Mahasiswa Universitas Paramadina, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Brawijaya, dan BEM Politeknik Negeri Lampung. Diskusi yang dilakukan selama acara kunjungan berkisar antara sistem kemahasiswaan antara badan legislatif, eksekutif, posisi himpunan jurusan mahasiswa, unit, dan massa kampus; isu-isu yang diangkat di kemahasiswaan; serta metode pengembangan karakter yang dilakukan pada setiap kampus.

Serikat Mahasiswa Universitas Paramadina berkunjung pada Selasa (12/07) lalu dengan membawa rombongan sebanyak 24 orang menggunakan bis pariwisata. Dimulai pukul 11.00 – 16.00, acara ini berjalan dengan suasana kekeluargaan di sekretariat KM ITB. Ini adalah kali pertama Serikat Mahasiswa (SEMA) Paramadina berkunjung ke ITB. SEMA yang baru dibentuk sekitar 2 tahun yang lalu, (di mana sebelumnya namanya adalah BEM), merupakan lembaga koordinasi tertinggi pada kampus tersebut. SEMA sendiri terdiri atas Himpunan Mahasiswa (HIMA) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang dapat mengakomodir kepentingan semua HIMA dan UKM. Diakui oleh Shey, sebagai Sekretaris Jendral (Ketua – Red) SEMA Universitas Paramadina, jika peran Himpunan Mahasiswa Jurusan dan Unit lebih besar dalam mengarahkan kegiatan dari mahasiswa di Univ. Paramadina. Selain itu, pembicaraa juga bergerak kepada sistem pendanaan yang digunakan kedua belah pihak dalam pengadaan acara besar. Terakhir, acara ditutup dengan makan siang bersama dan penyerahan tanda mata dari keduanya.

Kunjungan dari SEMA Universitas Paramadina

Kunjungan lainnya adalah dari BEM Universitas Brawijaya (UB) Malang. Namun, karena kunjungan dilakukan tepat ketika hari Wisuda Juli, yaitu Sabtu (16/07), sehingga tidak banyak massa kampus yang mengetahui. Sekitar 20-an orang dari BEM UB datang untuk belajar mengenai keorganisasian dan tata kelola KM ITB. Tidak hanya itu, mereka juga mengajak kita berdiskusi mengenai gerakan KM ITB, baik itu yang bersifat keprofesian ataupun gerakan politik.

Sedangkan pada pertemuan dengan BEM Politeknik Negeri Lampung (Polinela) pada Sabtu (20/07) lalu merupakan kunjungan kali kedua, setelah sebelumnya mereka telah berkunjung di masa kepengurusan Ridwansyah Yusuf (PL05). Peserta dari Polinela sendiri cukup ramai, sekitar 40an orang ditambah dengan dosen yang menemani. Acara penerimaan kunjungan yang dilakukan di ruang 29 CC Barat mulai pukul 10.00 tersebut diawali dengan penjelasan sistem kemahasiswaan di ITB mulai dari Kongres, Majelis Wali Amanat, Kabinet, Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan, unit, hingga Lembaga Kemahasiswaan. Penjelasan ini kemudian bergantian dijelaskan oleh pihak Polinela. Untuk di Polinela sendiri, ketua lembaga kemahasiswaannya tidak banyak yang dapat hadir karena sedang mengurus penerimaan mahasiswa baru di kampus mereka, sehingga penjelasan umumnya diberikan oleh wakil ketua lembaga. Dari penjelasan Polinela, dapat dilihat bagaimana sentral koordinasi organisasi mahasiswa (ormawa) berada pada BEM. Bahkan pembentukan unit baru perlu melalui rekomendasi dari BEM dan persetujuan dari massa kampus dan ormawa yang telah ada. Unit media yang hanya terdiri dari Pers Mahasiswa menunjukkanperan kontrol sosial yang cukup ketat dan mampu memaparkan hasil audit keuangan tiap lembaga mahasiswa maupun rektorat.

Kunjungan dari Polinela

Setelah makan siang, acara dilanjutkan kepada jalan-jalan di kampus ITB menuju sekretariat himpunan mahasiswa jurusan maupun unit-unit, yang dilakukan dalam beberapa grup sesuai dengan kepentingannya. Pada pukul 16.00, Polinela mengakhiri kunjungan dengan berfoto bersama di depan jam gadang dan siap melakukan kunjungan ke Universitas Gajah Mada (UGM) dengan bis pariwisata mereka. Kunjungan ini merupakan serangkaian studi banding dimulai dari Institut Pertanian Bogor – ITB – dan UGM.

Selain kunjungan dari teman-teman kampus lainnya ini, masih terdapat sejumlah kunjungan komunitas sampai lembaga sosial masyarakat (LSM) dari dalam maupun luar negeri. (KABINET/Inta dan Dhani)