Talkshow Identitas Budaya Bangsa

 
Acara talkshow “Identitas Budaya Bangsa” ini diadakan oleh Departemen Seni dan Budaya pada hari Kamis, 30 Oktober 2008 sebagai program dalam memperingati hari sumpah pemuda tanggal 28 Oktober 2008 kemarin. Acara yang mengambil tempat di Campus Center dan dimulai pada pukul 16.30 ini dihadiri kurang lebih 20 orang dari berbagai angkatan maupun jurusan.

Acara ini diisi oleh berbagai

narasumber diantaranya ada Alga (mantan Presiden KM periode 2002-2003), Shana Fatina Sukarsono (Presiden KM sekarang), dan Erga (anggota tim Butterfly; pemenang Imagine Cup). Tema yang diusung dalam talkshow kali ini adalah bagaimana seharusnya pemuda memaknai hari sumpah pemuda.

 
Talkshow Identitas Budaya Bangsa

 
Pertama-tama diputar video tentang kebangsaan dan video pendapat anak ITB tentang hari sumpah pemuda. Kemudian masuk ke acara inti yaitu sharing besama pembicara. Menurut Alga pemuda zaman sekarang jangan bosan untuk belajar sejarah, karena dari sejarah tersebut kita bisa menghargai bangsa kita. Pemuda zaman dahulu berpikir lebih maju disbanding golongan non pemuda. Zaman sekarang pun pemuda harus berpikir beberapa langkah lebih maju. Range umur pemuda menurut Erga adalah 17-40 tahun karena diumur tersebut potensi kita besar. Karena potensinya yg begitu besar maka pemuda disebut sebagai tulang punggung bangsa.

Menurut Shana pemuda itu punya pemikiran yang beda dan keluar dari mainstream. Banyak sekali ide-ide ajaib yg biasanya muncul dari para pemuda khususnya anak ITB. Masing-masing orang punya keahlian. Ada yg pintar dalam pelajaran, olahraga, organisasi, seni, dll. Dengan berbagai keahlian mereka tsb harusnya mereka dapat melakukan sebuah perubahan di bawah sebuah “payung” besar.  Oleh karena itu masa-masa muda harus dimanfaatkan dengan baik.

Menurut Erga banyak banget waktu yang terbuang selama ketika dia menjalani tingkat 1 dan 2. Seharusnya waktu itu dia bisa ambil bagian dalam beberapa kegiatan,namun karena dia kurang begitu bisa memaksimalkan semua kemampuannya maka dia tidak ikut banyak kegiatan yg notabene berguana sekali nantinya sebagai sebuah pengalaman. Maka ia berpesan kepada anak-anak ITB khususnya agar mampu menggunakan waktu secara maksimal. Kalau perlu sampai ditekan sampai mencapai limit diri kita karena sayang sekali kalau itu semua tidak dipergunakan secara semestinya.

Share Your Tought!

Email kamu enggak bakal di publish, share apalagi kami jual. Fields yang wajib ditandai pake *