Main Event terbagi atas 2 mata acara besar yakni, Ganesha Collage Conference dan Hands-on Challenge. Mata Acara Genesha Collage dimaksudkan sebagai wadah pengembangan keahlian setiap partisipan sesuai dengan bidang yang telah dipilih pada saat pendaftaran yakni salah satu diantara teknologi , bisnis, dan seni. Secara spesifik, pengembangan yang dilakukan dimaksudkan agar setiap partisipan dapat mempersiapkan diri untuk mengikuti Hands-on Challenge. Pada tahun pertamanya ini, Ganesha Student Innovation Summit mengusung tema besar: “Disruption Era: Offering more Value through Social Impact“. Dengan tema tersebut, Ganesha Student Innovation Summit ingin mengajak mahasiswa/i untuk menyalurkan semangat transformasi dan inovasi dalam era disrupsi ini, guna memberikan dampak sosial yang positif. Kolaborasi multidisiplin antara teknologi, bisnis, dan seni akan memberikan perspektif yang berbeda-beda terhadap suatu masalah kemudian akan menciptakan karya yang lebih inovatif, mendekati realistis, dan tinggi nilainya bagi masyarakat di sekitarnya.

1. Individual Challenge

Individual Challenge merupakan tahap yang menjadi penyisihan pertama. Setiap peserta akan diberikan kasus yang bertumpu pada keahlian masing-masing berdasarkan pilihan stream yang telah diisi pada saat pendaftaran (bisnis/seni/teknologi). Luaran dari tahap ini adalah peserta mampu menemukan penyelesaian dari kasus yang diberikan dengan mengikutsertakan pendekatan secara kolaboratif. Peserta diberi waktu untuk menyelesaikan kasus yang diberikan dari tanggal 28 November (case distribution) sampai 12 Desember 2020 (case submission). Dari 195 peserta yang mendaftar, 118 nya memilih bisnis, 56 nya memilih teknologi, 21 nya mendaftar seni.

2. Ganesha College Conference

College Conference merupakan tahap pengembangan diri bagi setiap partisipan. Dengan mengikuti konferensi daring ini, harapannya setiap partisipan mampu memperluas wawasan terkait tema besar yang diusung, terutama secara spesifik dalam bidang teknologi, bisnis, dan seni. Pengembangan diri di sini juga dimaksudkan untuk persiapan diri para peserta yang terpilih untuk lanjut ke dalam babak Team-Up Challenge. Adapun topik bahasan pada konferensi diutamakan berfokus dalam transformasi dan inovasi yang dapat dilakukan dalam hal teknologi, bisnis, dan seni sehingga bidang-bidang terkait bisa terus relevan dan konsisten dalam memberikan dampak sosial yang positif. 

Acara College Conference dilaksanakan pada tanggal 19 Desember 2020, dengan jumlah 634 total partisipan yang mendaftar.

Pembicara: 

Business
Edward Widjonarko (CEO Cicil), Anugrah Pakerti (CEO Avoskin), Antonius Bong (President & Co-founder Bobobox) 

Art
Nicholas Saputra, Rara Sekar Larasati, I Made Muliana Bayak 

Tech 
Norman Sasono (CTO Dana), Herlan Wijanarko (CTO PT. Telkom Indonesia), David Christian (CEO Evoware).

3. Team-Up Challenge

Pada tahap Team-Up Challenge dan tahap terakhir ini, ada 75 peserta yang terpilih lolos tahap Individual Challenge dari jumlah total 195 partisipan awal. Para peserta terpilih dibagi ke dalam 25 tim yang terdiri atas 3 orang dengan perwakilan 1 orang dari setiap stream (1 teknologi, 1 bisnis, dan 1 seni). Setiap tim yang sudah terbentuk diberikan kasus dari CICIL.co.id yang dituntut untuk dapat diselesaikan dengan pendekatan kolaboratif multidisiplin dari perspektif 3 bidang yang berbeda. Team-Up Challenge ini dilaksanakan dari 20-21 Desember 2020 yang silam.

Terakhir, untuk menutup acara College Conference beserta Hands-on Challenge, para peserta mengikuti sesi Closing & Awarding Ceremony yang meliputi sambutan dari perwakilan Kabinet KM ITB, pengumuman juara, dan penampilan dari unit-unit kemahasiswaan di ITB. Dengan diadakannya Closing Ceremony ini, dapat memberikan kesan terakhir yang baik dan apresiatif terhadap kerja keras para panitia dan peserta selama ini. Closing Ceremony diadakan pada  tanggal 21 Desember 2020 di platform Zoom.

Penulis: Ahmad Al-Fauzan


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *