Kak Ardy dan Kak Nando adalah bagian dari nyala indonesia. Tujuan mereka dari membangun nyala indonesia adalah untuk memberi wadah demi mendorong kita (masyarakat) untuk belajar dan berkontribusi dalam pengembangan energi yang terbarukan. 

Untuk perkembangan energi terbarukan, diperkirakan akan terjadi transisi energi terbarukan pada tahun 2035-2050. Transisi energi itu perubahan sumber energi yang dibutuhkan. Kita udah melewati 2 kali gelombang transisi energi. Saat ini menuju arus transisi ke-3. Menurut mereka transisi energi adalah pola penggunaan energi primer menjadi energi terbaru secara masif dan global. Untuk memecahkan perubahan iklim ini, kita harus masuk ke transisi yang ketiga ini. Indonesia sendiri sudah berkomitmen untuk menahan penambahaan suhu global di 1,5 C. Teknologinya juga jadi semakin murah dan efisien. Yang paling menarik adalah para pemimpin dunia mulai lebih memikirkan isu lingkungan ini. Sehingga dapat menciptakan ruang untuk kolaborasi antar negara.

Secara global kita lihat kalau 2035 akan menggunakan energi terbarukan. Indonesia mengambil langkah bahwa mereka tertarik mengambil langkah tersebut. Kita punya potensi yang besar dalam solar. Tetapi yang paling besar sebenarnya adalah hydro power. Indonesia tertarik untuk bergerak kesana dan sudah ada target-target nya. Sekarang ini sedang ada rancangan perpres yang sudah sampai tahap akhir. Tentang tarif penjualan listrik yang memungkinkan tingkat pengembalian investasinya lebih baik dibanding sekarang. Saat ini targetnya akan disahkan pada 2020, tapi terhalang pandemi COVID-19 sehingga diundur sampai 2021.

Untuk kekuatan Indonesia dalam hal energi terbarukan ini, mereka beranggapan bahwa Indoensia memiliki natural resources energi terbarukan yang sangat banyak dan masih bisa dikembangkan lagi. Yang kedua, indonesia sudah memiliki goal sehingga menunjukkan kalau kita sedang bergerak ke arah sana. Yang ketiga, udah terciptanya beberapa inisiatif dari pemerintah dan masyarakat indonesia. Lalu yang paling bagus, ekosistem kita ini udah berkembang. Banyak juga NGO yang mendorong ke arah energi terbarukan ini. Kalau kelemahan, sistem jaringan transisi kita belum terlalu siap maka diperlukan sumber energi yang lebih stabil. Selain itu Indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki sistem gardu listrik sendiri-sendiri sehingga solusinya adalah bagaimana kita bisa melokalkan energi tersebut.

Menurut pembicara, sebagai mahasiswa yang bisa kita lakukan untuk berkontribusi di bidang energi terbarukan adalah sebagai berikut:

1. Lakukan riset dan inovasi 

2. Buat proyek tepat guna untuk nyelesein masalah di masyarakat. 

3. Terlibat ke badan eksekutif untuk bisa mengaspirasikan kajian tersebut ke pemeirtah 

4. Kerja di sektor energi terbarukkan 

5.ikut terlibat ke kegiatan ekstrakurikuler di bidang ini.


Menurut kedua pembicara, tantangan dalam implementasi energi terbarukan ini adalah bahwa harga pembangkit fossil masih jauh lebih murah daripada energi terbarukan. Cara mengatasinya dengan pemerintah membentuk regulasi yang lebih atraktif ke investor. Lalu bisa juga dengan mendorong perkembangan teknologinya supaya lebih efisien. Di Indonesia sendiri, kita masih terjebak dengan bagaimana caranya menciptakan energy equity. Masih banyak teman-teman kita yang belum memiliki akses ke listrik. Maka dari itu saat ini fokus Indonesia adalah equity-nya dari semua golongan masyarakat dengan harga terjangkau.

Categories: Umum

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *