1. Strategic Management

Seringkali  strategic management tidak begitu jelas karena kita tidak mengetahui perbedaan antara operasional dengan strategic.  

Operational level terdiri dari : input → process→ output

Strategic meliputi : outcomes

Ketercapaian organisasi bukan ketercapaian proker atau fungsi kerja. Proker kerja dan fungsi kerja perlu diukur namun bukan itu yang difokuskan. Ketercapaian organisasi itu mengukur keberhasilan mission,  objectives, dan indikatornya. 

  • Value chain adalah bagaimana nilainya berjalan terus. 

Key Performances : Mengukur performa dari suatu organisasi dengan indikatornya. 

Strategic  management tidak bisa hanya berfokus pada outcomes saja tetapi objectives nya pun harus ditentukan dalam mencapai goals. 

OKR itu intinya apa yang kita inginkan dan apa yang menunjukkan kita sudah ada disana. Proker bisa menjadi tools untuk mencapai objectives yang kita tetapkan. 

OKR terdiri dari objectives dan key result. Objectives adalah tujuan atau sasaran yang ingni dicapai.Key result adalah tolak ukur yang mengukur pencapaian tujuan tersebut.

Perbedaan Key Performance Indicator dengan OKR

  • KPI
  1. Focus : Proses, project
  2. Orientation : Output-oriented
  3. Goal : Tujuan yang dapat dicapai
  4. Purpose : Performance Evaluation
  5. Direction  : Top down
  • OKR
  1. Focus : Visi
  2. Orientation : Growth-Oriented
  3. Goal : Ambitious goals
  4. Purpose : Motivation
  5. Direction : Bottom Up

Dalam memilih tools dalam organisasi kita harus benar-benar paham. Karena dalam memilih tools itu yang terpenting adalah bekerja atau tidak jika diimplementasikan ke dalam organisasi kita.

Pemaparan sesi 1 telah selesai, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab 1. Peserta seminar dan pembicara melakukan sesi tanya jawab dengan baik dan komprehensif. 

2. Human Resource Management

Human (as) Resource : memahami orang sebagai sumber daya untuk memberikan hasil yang efektif dan efisien dengan mengelola SDM dengan baik.

  • Job Personalities (RIASEC) :
  1. Realistic (Doer) : suka kerja, detail dan sudah punya arahan. Jika diberi pekerjaan semua beres. tapi tidak mengonsep, tidak memimpin tim, dan  sangat task oriented.
  2. Investigative (Thinker) : suka berpikir, menganalisis secara detail, senang brainstorming.
  3. Artistic (creator): berpikir out of the box, tidak suka aturan, kreatif, senang memecahkan permasalahan dengan ide-ide.
  4. Social (Helper): people oriented, pusat perhatian, senang membantu, lebih mementingkan orang lain. Lebih mengutamakan team dibandingkan project yang dikerjakan.
  5. Enterprising (Persuader) : senang membuat big plans, natural leader, tidak bisa melihat detail.
  6. Conventional (Organizer) : natural manager, memiliki aturan-aturan baku.

Dengan job personality ini kita bisa meramalkan sifat-sifat anggota kita. 

Dengan memahami sifat anggota, kita  bisa berkomunikasi dengan baik dan mendesain team work dan work style kita. 

“You don’t build a business. You build people and then people build the business.”  – Zig Ziglar

Pemaparan sesi 2 telah selesai, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab 2. Peserta seminar dan pembicara melakukan sesi tanya jawab dengan baik dan komprehensif. 

Penulis: Putri Rahmayanti Prihadi


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *