Sebagai pusat informasi di KM ITB, Kabinet KM ITB harus bisa berhubungan dengan pihak internal maupun eksternal. Salah satu kegiatan agar dapat bertemu dengan pihak eksternal adalah dengan melakukan kunjungan. Pada tanggal 20 Februari 2020, Kabinet KM ITB mendapatkan kunjungan dari BEM ITS. Dalam kegiatan ini, masing-masing pihak menjabarkan bagaimana struktur organisasi masing-masing, visi, misi, dan konsep yang ingin dibawakan dalam kepengurusan tahun ini. 

Setelah sambutan presiden dari masing-masing pihak, dilakukannya pemaparan singkat terkait Kabinet KM ITB yang dijelaskan oleh Presiden Kabinet KM ITB, Nada Zharfania Zuhaira. Nada menjelaskan konsep Keluarga Mahasiswa ITB dan arti Kabinet Arunika. Selain itu, dia juga menjelaskan setiap kemenkoan dengan arahan kerja masing-masing dan bagaimana mereka saling berhubungan.

Selesai pemaparan dari pihak ITB, Presiden BEM ITS, Baihaqi Muhammad, mulai menjelaskan tentang BEM ITS. Narasi BEM ITS kepengurusan 2020/2021 adalah sebagai titik temu. Tidak mudah berjalan dalam siklus tahunan dimana proker yang dijalan hanya dijalankan di kepengurusan saat itu. Pemikiran ini membawa pandangan bahwa tahun ini berusaha untuk membuat gerakan agar proker yang dilaksanakan bersifat long term. Lalu konsep ini dimodifikasi dan lahirlah nama Rectoverso.

Dengan masa kepengurusan yang pendek yaitu selama 3 bulan saja, BEM ITS berusaha melakukan kegiatan seefisien dan seefektif mungkin.  BEM ITS 2020/2021 memiliki 5 Kemenkoan yaitu, Kesekjenan, Komunikasi Informasi dan Relasi, Sosial Politik, Dinamisasi Kampus, dan Inovasi Karya. Selain itu, dijelaskan pula isu utama Kabinet Rectoverso di masa pandemi ini. Pertama adalah pola komunikasi, perlunya sistem untuk mengoptimalkan komunikasi di keorganisasian ITS. Beberapa cara yang dilakukan adalah dengan menggunakan platform seperti media sosial dan website serta melakukan pendekatan personal. Kedua adalah bagaimana kegiatan yang dilakukan berdampak di masa pandemi.  Ketiga, bagaimana Kabinet Rectoverso dapat menjadi pivot dengan segala kondisi yang ada. 

Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik, dilakukannya proses diskusi di dalam main room. Setelah itu, peserta kunjungan sudah terbagi untuk melakukan Focused Group Discussion dalam 22 break room yang membahas kemenkoan dan kementerian masing-masing. Diharapkan dengan proses diskusi ini dapat menjadi pembelajaran dan berbagi pengalaman untuk semua pihak.

Tentu kunjungan ini bukanlah kunjungan terakhir yang akan dilakukan. Tentu akan seru jika kami dapat berkunjung secara langsung ke kampus masing-masing. Ditunggu untuk agenda kunjungan selanjutnya, BEM ITS!


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *