Tepat pada 31 Januari 2021, HMS ITB melaksanakan workshop wawasan organisasi dengan pembicaranya, yaitu Rafella Dwimarzayu (Menteri PIL Kabinet KM ITB 2020/2021) dan Dhea Meirizka (Menteri Manajemen Talenta Kabinet KM ITB 2020/2021).

Awalnya, learning organization muncul di HMS dari visi, misi, tujuan, dan strategi dari kepengurusan tahun ini. Bentuk paling nyata dari learning organization yang diinisiasi adalah desain organisasi HMS ITB di tahun ini yang berbentuk lingkaran. Harapannya, learning organization melihat seluruh elemen sebagai satu kesatuan dan ada fleksibilitas antar satu sama lain di dalam organisasi tersebut. Pada tahun ini, HMS baru mulai menginisiasi. Seringkali ditemui dalam organisasi, kesalahan yang terjadi pada satu kepengurusan kembali terulang di kepengurusan berikutnya. Gerakan ke arah learning organization menjadi suatu usaha untuk lembaga belajar agar tidak kembali terulang.

Dalam konsep ini, organisasi didasarkan pada stabilitas, anggota, fasilitas pendulung, katalisator, dan pondasi. Stabilitas meliputi personal mastery, mental models, shared vision, team learning, dan systems thinking. Anggota yang menjalankan organisasi berperan dengan memiliki mindset yang terus belajar dan berkembang, serta kebiasaan yang baik. Fasilitas pendukung diperlukan agar organisasi terus belajar, dapat berupa wadah transfer of knowledge, arsip dokumen, dan sebagainya. Learning enabler, yaitu leader berperan sebagai katalisator dari pondasi (learning habitat) ke atap (smart organization) maupun pilar (knowledge workers dan learning facilities). Pondasi dalam proses pembelajaran di satu organisasi meliputi a climate of trust dan learning culture.

Ada beberapa tantangan yang dihadapi di HMS ITB dalam menerapkan learning organization, yakni diseminasi pemahaman, kurangnya pengetahuan, dan sinergitas lembaga dalam organisasi. Anggota HMS yang lebih dari 500 orang memberikan tantangan tersendiri untuk memastikan pemahaman tiap anggota akan konsep ini. Sebagai mahasiswa teknik sipil, mungkin saja pengetahuan akan organisasi dan manajemen masih kurang. Selain itu, setiap institusi yang berada di dalam HMS harus memahami learning organization. Sinergitas dari seluruh elemen menjadi tantangan. Harapannya, learning organization dapat mengakar menjadi suatu budaya dalam suatu organisasi dan memengaruhi perilaku anggotanya sehingga organisasi akan terus berkembang ke arah yang lebih baik.


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *