“TPB Cup mempertemukan massa TPB. Tanpa disadari, semangat para pemain dan teriakan para suporter telah mendekatkan mereka beberapa langkah.”

Bagi mahasiswa yang sempat menghabiskan masa TPB-nya secara luring, TPB Cup menjadi memori penuh euforia. Turnamen olahraga antarfakultas yang dilaksanakan setiap tahun ini telah berjasa mempersatukan massa TPB. Semangat para pemain dan teriakan para suporter tanpa disadari telah mendekatkan mereka. Namun, dibalik euforianya yang luar biasa; tidak banyak yang mengetahui asal-usulnya. 

Sejak awal pun, tidak ada penyebutan resmi untuk TPB Cup. Istilah ini hanyalah penamaan lazim yang muncul dari celetukan massa TPB merujuk kepada sekumpulan turnamen olahraga TPB yang digelar unit olahraga di ITB pada masa itu. Dengan kata lain, acara ini tidak terintegrasi ke dalam satu rangkaian acara secara resmi, tetapi berdiri sendiri untuk setiap cabang olahraganya. Melalui kejuaraan ini, unit-unit olahraga saat itu berharap massa TPB dapat mengembangkan minat-bakat olahraganya juga lebih mengenal unit olahraga terkait.

Kejuaraan sepak bola yang digelar oleh PS ITB, unit sepak bola ITB, menjadi kejuaraan pertama dalam TPB Cup. Hal ini ditunjukkan oleh arsip-arsip tua tentang topik terkait yang menggunakan istilah TPB Cup untuk merujuk pada kejuaraan sepak bola. Di laman resmi ITB, artikel “TPB Cup 2007” menggambarkan suasana meriah pertandingan sepak bola saat itu. Kemenangan pada tahun tersebut diraih oleh tim FTSL B. Arsip detiknews pula mencatat kemenangan SBM atas Planologi pada TPB Cup Putri 2008 setelah pertandingan final  yang sengit. Seiring semakin populernya TPB Cup, makin banyak unit yang menggelar kejuaraan cabang olahraga mereka sendiri. Selain sepak bola, telah ada juga cabang olahraga lain, seperti basket, futsal, voli, tenis meja, dan atletik.

Tidak hanya olahraga, tetapi juga kemeriahan suporter ikut dilombakan. Kesempatan menjadi suporter justru paling ditunggu-tunggu oleh massa. Bahkan, bagi beberapa fakultas, menjadi suporter memberikan kebanggaan tersendiri. Demi mendukung fakultasnya, para suporter rela gila-gilaan demi menjadi paling nyentrik. Ada yang menggunakan nyanyian, koreografi, perkusi, bendera fakultas, hingga face-painting. FTTM selalu terkenal sebagai salah satu fakultas yang totalitas dalam menjadi suporter. Bukan hal aneh apabila fakultas ini selalu mendapatkan penghargaan suporter terbaik dalam beberapa cabang olahraga. 

Selain ajang kompetisi, TPB Cup juga menyediakan ruang pertemuan massa TPB dengan elemen lain di KM ITB. Massa TPB yang biasanya berkumpul di acara-acara serius, seperti forum angkatan, bisa bekerja sama dengan suasana yang lebih santai dan penuh kekeluargaan di acara ini. Tidak hanya itu, kompetisi yang sehat dengan massa fakultas lain tentu mempererat hubungan mereka. Acara ini pula dapat membuka mata mereka tentang betapa banyak kegiatan kemahasiswaan yang ada di ITB.

Patut disayangkan TPB Cup ikut-ikutan terhenti karena pandemi. Karena kampus ditutup, unit-unit olahraga tidak dapat menggelar kejuaraan mereka. Berita baiknya, komunitas e-sport mulai terbentuk pada Juni 2020. Komunitas ini lalu menginisiasi kejuaraan Mobile Legend antarfakultas yang dikenal sebagai TPB Cup MLBB 2020 yang dilaksanakan pada Februari 2021.

Lantas, bagaimana kelanjutannya? Menteri Dinamisasi Kampus KM ITB 2021/2022, Naufal Aditya (TA’18), berencana untuk mengintegrasikan TPB Cup yang akan datang menjadi satu kepanitiaan. Mengingat akses kampus yang terbatas karena pandemi, TPB Cup ini pun akan tetap diadakan secara daring. Demi tetap memberikan inovasi yang segar, akan lebih banyak e-sport yang dilombakan, seperti FIFA oleh PS ITB, catur oleh Percama, dan lomba-lomba yang digelar oleh UAB ITB dan Atletik Ganesha. 

TPB Cup yang telah membudaya harus terus dilestarikan. Jasa pahlawan pemersatu massa TPB ini harus dikenang selalu. Dengan inovasi-inovasi yang segar, TPB Cup dapat tetap eksis untuk waktu yang lama. Namun, keberadaannya tidak akan berarti tanpa partisipasi massa kampus sendiri. Karena TPB Cup 2021/2022 dengan wajah baru segera tiba, diharapkan massa kampus dapat menyambutnya dengan penuh antusiasme.

Penulis : Nadhira Alsya Qaulika (PL’20), Farah Syahidah (KL’19)

Penyunting : Reza Pahlawan (AK’20)

Kemenkokan Pergerakan Internal

Kementerian Penelitian dan Pengembangan

Kedirjenan Dokumentasi Historis


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published.