What is Value Proposition Canvas?

  • Value Proposition Canvas (VPC), dikembangkan oleh Alexander Osterwalder, merupakan sebuah business model tool yang dapat membantu sebuah perusahaan atau organisasi untuk mengenal lebih dalam mengenai produk atau jasa yang akan dibuat atau dikembangkan dan menghubungkannya dengan keinginan pasar sehingga dapat tercipta value untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen. 
  • Tools ini terdiri dari dua bagian, yaitu customer profile dan value map. Customer profile dapat membantu mendeskripsikan keinginan pengguna, sedangkan value map dapat memperjelas nilai dari produk atau jasa. Value Proposition Canvas memiliki tujuan akhir yaitu menentukan apakah produk atau jasa yang dikembangkan atau diciptakan dapat menjawab permasalahan-permasalahan yang ada di bagian customer profile

How is it used in an organisation?

  • Lingkup penggunaan Value Proposition Canvas sangatlah luas tergantung pada konteks dan tujuan penggunaannya. Dalam organisasi kemahasiswaan, tools ini banyak digunakan oleh organisasi yang berbasis media untuk melakukan analisis terhadap produk dan konten yang akan dirilis secara holistik dan customer centered.
  • Tools ini juga dapat digunakan organisasi kemahasiswaan lainnya untuk menganalisis program kerja yang berhubungan erat dengan pengunjung atau konsumen.

How does this tool benefit an organisation?

  • Penggunaan Value Proposition Canvas sangat membantu dalam proses perencanaan yang berorientasi pada kebutuhan customer, diantaranya adalah sebagai berikut. 
  1. Gain Clarity 

Penggunaan Value Proposition Canvas akan membantu memahami pola dalam penentuan product value. Informasi mengenai apa yang dibutuhkan customer dapat diatur dengan cara yang lebih sederhana untuk menentukan value yang dibutuhkan. Hasilnya, akan didapatkan rancangan value yang lebih efektif dan langsung menargetkan kebutuhan customer. 

  1. Get Your Team Aligned

Value Proposition Canvas juga bermanfaat dalam membentuk diskusi tim yang lebih efektif dan efisien. Tools ini dapat mengarahkan untuk memunculkan bahasan diskusi yang strategis, memantik ide-ide kreatif, dan tentunya selaras antara anggota tim satu dengan yang lainnya. Dengan demikian, dapat menciptakan suasana diskusi yang nyaman dan penuh energi sehingga dapat menciptakan output yang maksimal  

  1. Minimize the risk of a flop.

Tentunya dalam merancang ide pasti terdapat beberapa ide yang tidak feasible atau tidak memberikan benefit secara maksimal pada customer. Oleh karena itu, Value Proposition Canvas akan membantu untuk fokus dalam menganalisis ide-ide dasar dan penting dengan tujuan mengurangi risiko kegagalan pada produk. Hal ini memungkinkan untuk memberikan keberanian dalam mengejar ide-ide besar tanpa melenceng dari ide dasar. 

How to create a Value Proposition Canvas

Observe Customer Using Customer Profile

  • Customer Profile dalam Value Proposition Canvas berisi karakteristik atau variabel yang mengidentifikasi konsumen. Customer Profile terdiri dari customer jobs, customer pains, dan customer gains.
  • Customer Jobs : Apa yang sedang dikerjakan oleh konsumer target (pekerjaan, masalah, kebutuhan, serta kepuasan yang ingin dipenuhi. Jenis jobs terdiri dari functional jobs, social jobs, dan personal/emotional jobs.
  • Customer Pains : Emosi yang negatif, hal-hal yang tidak dibutuhkan, situasi yang tidak diinginkan, dan resiko yang dialami customer.
  • Customer Gains : Tipe customer gains terdiri dari required gain, expected gain, desired gain, dan unexpected gain. Customer Gains mendeskripsikan keuntungan yang diharapkan oleh customer baik secara fungsional, emosional, maupun biaya.

Create Value Using Value Map

Value map adalah sebuah diagram yang membantu mendeskripsikan lebih spesifik mengenai nilai dari produk/layanan yang akan diberikan kepada customer. Value map memiliki bentuk persegi yang dibagi menjadi 3 bagian untuk menuliskan product value: products and services, pain relievers, dan gain creators.

  1. Products and Service
  • Merupakan list dari produk/layanan yang diberikan dan item-item apa saja yang dapat digunakan oleh customer.
  • Produk/layanan diharapkan dapat membantu customer dalam menyelesaikan permasalahan fungsional, sosial, emosional, atau bahkan membantu memenuhi kebutusan dasar mereka.
  • Tentunya terlebih dahulu juga ditentukan segmentasi pasar serta target customer yang akan menggunakan produk yang dibuat.
  • Terdapat beberapa tipe product and service:
  1. Physical/tangible
  2. Intangible
  3. Digital
  4. Financial
  1. Pain Relievers
  • Mengidentifikasi dengan tepat bagaimana produk/layanan dapat mengatasi secara spesifik masalah/kekurangan yang dialami customer.
  • Pengidentifikasian Pain Relievers tidak harus mengatasi setiap “pain” yang sebelumnya dideskripsikan dalam customer profile (tidak ada value proposition canvas yang bisa melakukan hal tersebut).
  • Value Proposition Canvas yang baik berfokus pada pengurangan beberapa “pain” yang sesuai dengan deskripsi produk.
  • Terdapat pertanyaan yang membantu dalam mengidentifikasikan Pain Relievers:
  1. Apakah produk/layanan dapat mengurangi waktu, biaya, atau usaha?
  2. Apakah produk/layanan dapat membuat customer merasa lebih baik?
  3. Apakah produk/layanan dapat mengurangi risiko yang dapat terjadi pada suatu hal tertentu?
  4. Apakah produk/layanan dapat menghilangkan hambatan yang dialami customer?
  5. dll.
  1. Gain Creator
  • Mendeskripsikan bagaiman produk/layanan yang diberikan dapat memberikan keuntungan bagi customer.
  • Secara jelas menguraikan hasil dan manfaat dari produk/layanan yang diharapkan customer.
  • Seperti Pain Relievers, Gain Creator tidak harus menjawab setiap “gain” yang terdapat pada customer profile.
  • Untuk membantu mengidentifikasikan Customer Gain terdapat beberapa pertanyaan yang bisa dijawab:
  1. Apakah produk/layanan dapat menghasilkan penghematan dalam hal waktu, biaya, dan tenaga?
  2. Apakah produk/layanan dapat mempermudah pekerjaan customer?
  3. Apakah produk/layanan dapat menciptakan hasil yang positif terkait kesuksesan customer?
  4. Apakah produk/layanan dapat menyediakan sesuatu yang diinginkan customer?
  5.  Apakah produk/layanan dapat memberikan rasa nyaman dan kesenangan kepada customer?
  6. dll.

Fit Customer Profile with Value Map

Kondisi fit tercapai ketika customer mendapatkan kepuasan terhadap produk/jasa yang ditawarkan atau value map dapat menjawab hal yang terdapat dalam customer profile. Kondisi fit sulit ditemukan dan dipelihara. Oleh karena itu, pembaruan dan inovasi terhadap produk/jasa harus terus dilakukan agar tetap relevan dengan kebutuhan customer.  

Kesimpulan atau kata Penutup

Value Proposition Canvas (VPC) merupakan salah satu business model tools yang digunakan untuk untuk mengenal lebih dalam mengenai produk atau jasa yang akan dibuat atau dikembangkan dan menghubungkannya dengan keinginan pasar. VPC merupakan tool yang cocok digunakan apabila sebuah perusahaan atau organisasi ingin membuat produk atau jasa yang berprinsip customer-oriented. VPC juga cocok digunakan untuk organisasi karena penggunaannya membawa banyak keuntungan seperti membantu memahami pola dalam penentuan product value, membentuk diskusi tim yang lebih efektif dan efisien, serta

Referensi :

Varga, Daniella. (2020). How to Use Value Proposition Canvas : The Definitive Guide. https://www.digitalnatives.hu/blog/value-proposition-canvas/ 

Osterwalder, A., Pigneur, Y., Bernarda, G., Smith, A. (2014) Value Proposition Design: How to Create Products and Services Customers Want, John Wiley & Sons.

Template Value Proposition Canvas


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *