BANDUNG, km.itb.ac.id – Suasana Auditorium CC Timur selama tiga hari itu lebih semarak daripada biasanya. Sejumlah 71 tim dari 5 perguruan tinggi di Bandung mempresentasikan laporan perkembangan pengerjaan karya yang mereka usung di Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), sebuah kompetisi nasional yang diadakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Riset dan Teknologi Republik Indonesia, dalam acara Monitoring and Evaluation (Monev) PKM 2016. Lima perguruan tinggi yang terkelompokkan dalam Wilayah Bandung 3 itu terdiri dari Politeknik Bandung (5 tim), Universitas Komputer Indonesia (9 tim), Universitas Islam Nusantara (1 tim), Politeknik Negeri Indramayu (2 tim), dan Institut Teknologi Bandung (54 tim). Acara yang berlangsung pada tanggal 20-22 Juni lalu tersebut merupakan tahap penentuan, apakah tim-tim tersebut pantas maju ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 2016 pada Agustus mendatang.

 

4512275690026

Sebelumnya, tim-tim yang berlaga pada Monev PKM telah melewati tahap seleksi proposal. Proposal yang lolos tahap ini akan didanai Ditjen Dikti dengan jumlah dana sesuai dengan yang diajukan pada proposal. Lalu, dalam rangka mengetahui perkembangan karya dan pemakaian dana yang telah diberikan, tim-tim tersebut wajib melakukan presentasi pada dewan juri di Monev PKM ini. Tim-tim terbaik akan maju pada PIMNAS.

Pada Monev PKM 2016 kali ini, Ir. Gatot Murdjito, MS didatangkan sebagai dewan juri. Presentasi selama 10 menit dengan tanya jawab selama 5 menit dilalui oleh setiap tim. Dari ITB sendiri, tim-tim yang melakukan presentasi adalah sebanyak 4 tim dari PKM Kewirausahaan (PKM-K), 26 tim dari PKM Karsa Cipta (PKM-KC), 21 tim dari PKM Penelitian (PKM-PE), 1 tim dari PKM Pengabdian Masyarakat (PKM-M), dan 2 tim dari PKM Penerapan Teknologi (PKM-T).

Digandeng oleh Lembaga Kemahasiswaan ITB, panitia Monev PKM 2016, yang merupakan bagian dari Satgas PKM yang diketuai oleh Cristian Angga (MS ’14), terbilang sukses dalam menjalankan berbagai teknis acara tersebut. Dalam acara tersebut, banyak tim dengan ide-ide inovatif menerima pujian dan decak kagum dari Bapak Gatot. “Melihat ini, jadi berharap banget banyak tim ITB yang lolos PIMNAS. Dan semoga tidak berhenti hanya di PKM saja, tapi semakin banyak karya yang muncul dari anak ITB,” ucap Ardelia Jessica (AR ’15) selaku person in charge acara Monev PKM 2016 lalu.

PKM adalah suatu perhelatan nasional di mana mahasiswa-mahasiswi seluruh nusantara berkompetisi untuk memberi gagasan, berkarya, dan menawarkan solusi atas berbagai permasalahan negara. Tingginya prestise kompetisi ini seringkali dijadikan tolak ukur berprestasinya suatu universitas. PKM juga menjadi wadah para mahasiswa di setiap universitasnya untuk mengintegrasikan berbagai keilmuan, sehingga menghasilkan karya yang inovatif dan aplikatif untuk dapat menyelesaikan permasalahan di masyarakat. ITB, dengan berbagai disiplin ilmu yang terdiri dari elemen-elemen sains, teknologi, dan seni, tentunya memiliki potensi yang besar dalam menghasilkan karya yang inovatif dan aplikatif. “Tetapi, mungkin karena banyak faktor, jumlah peserta ITB tidak sebanyak yang diharapkan. Padahal saya yakin animo teman-teman pada PKM tidak serendah itu,” Febrian Ulfa (Kewirausahaan ’13), Wakil Menteri Inovasi Wirakarya Kabinet Nyala KM ITB berpendapat mengenai ITB dan PKM. Febrian pun berkata bahwa ia sangat mendambakan emas kembali untuk ITB di PIMNAS, seperti pada PIMNAS 2010 lalu.

Bagaimana tahun ini? Akankah ITB berhasil meraihnya? (DR)

Sebarkan!