BANDUNG, km.itb.ac.id – Tim Caelius dari Universitas Indonesia berhasil memenangkan Industrial Engineering Competition (IECOM) 2018 dan membawa pulang hadiah sebesar 3500 USD, diikuti dengan tim FernTiustic dari De La Salle University Philippines yang berhasil meraih juara II dengan hadiah sebesar 2500 USD, dan tim Do or Die dari Institut Teknologi Bandung yang berhasil meraih juara III dengan hadiah sebesar 2000 USD.

IECOM 2018 yang diadakan oleh Keluarga Mahasiswa Teknik Industri Institut Teknologi Bandung (MTI ITB) ini bertemakan Industry 4.0. Berlokasi di Bandung, IECOM 2018 mendatangkan 15 tim semifinalis dari Indonesia dan Filipina. Ke-15 tim tersebut merupakan tim yang telah berhasil lolos melalui tahap preliminary yang diikuti oleh 83 tim dari berbagai daerah di Indonesia dan Filipina.

“Senang banget jadi juara IECOM 2018 karena perjalanan menuju tahap ini ternyata panjang.” ucap Millatina Mirrah Putri, salah satu anggota dari Caelius.

IECOM 2018 terdiri dari berbagai rangkaian acara dan kompetisi yang dilaksanakan pada Minggu-Sabtu (7-13/01/2018). Sesampainya di Bandung, semifinalis disambut pada acara pembukaan bernama “Wilujeng Sumping” yang juga menjadi ajang untuk mengenal antar semifinalis.

Acara selanjutnya yang diikuti semifinalis adalah Grand Seminar mengenai Industry 4.0 yang menghadirkan beberapa praktisi dari berbagai latar belakang, salah satunya adalah Bapak Dr. Haris Munandar (Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Indonesia). Dengan mengikuti Grand Seminar ini, semifinalis diharapkan mendapatkan wawasan tambahan mengenai tema yang diangkat dalam IECOM 2018.

Tahap semifinal dimulai pada Selasa (09/01/2018) dengan bentuk kompetisi berupa team quiz dan amazing race dan ditutup keesokan harinya dengan bentuk kompetisi berupa simulation. Tahap semifinal tersebut menguji seberapa baik pengetahuan dan pemahaman para semifinalis mengenai keilmuan industri. Hasil penilaian dari ketiga bentuk kompetisi pada tahap semifinal digunakan untuk menyaring lima tim terbaik yang akan melanjutkan kompetisi ke tahap Grand Final.

Pada tahap Grand Final, finalis yang terdiri dari empat tim Indonesia dan satu tim Filipina mendapatkan kesempatan untuk melakukan observasi langsung di PT Gaya Motor. Hasil dari observasi tersebut digunakan untuk mengerjakan kasus nyata yang diberikan oleh pihak perusahaan terkait. Tujuan dari tahap ini adalah untuk mendapatkan solusi terbaik menurut juri yang berasal dari berbagai kalangan yaitu akademisi, pemerintahan, dan pelaku industri. Solusi tersebut diharapkan dapat diimplementasikan langsung oleh PT. Gaya Motor dalam memperbaiki proses manufaktur yang mengikuti Industry 4.0 pada perusahaan tersebut.

“Grand Final IECOM merupakan Grand Final yang paling keren dari segi perusahaan dan segi panelis juri. Menurut kami, kunci keberhasilan dari tim kami adalah menggunakan metode Teknik Industri yang clear. Selain itu, kami juga mengevaluasi karena klien kami saat itu adalah perusahaan.” komentar Bhagas Aufa Handoyo (Caelius) mengenai Grand Final IECOM 2018.

IECOM 2018 merupakan kompetisi yang diadakan dua tahun sekali dan selalu mempunyai hal-hal baru untuk setiap tahunnya. Selain menerapkan nilai inovatif dan problem solving, tahun ini, IECOM 2018 memiliki tujuan yaitu meningkatkan konektivitas antar mahasiswa Teknik Industri seluruh Indonesia maupun Internasional sebagai kesatuan komunitas industri yang erat. IECOM 2018 turut di sponsori oleh PT. Honda Prospect Motor, Accenture, Telkomsel, Angkasa Pura I dan LETMI ITB.

“Sebenarnya IECOM ini termasuk salah satu kompetisi lomba yang paling capek, paling padat acaranya dan kompetisinya juga susah. Tapi karena kesulitan tersebut kami lebih banyak belajar dan saat menjadi pemenang lebih terasa senangnya. IECOM juga seru dalam aspek mendekatkan antar peserta karena IECOM merupakan kompetisi yang memiliki sistem yang paling baik dalam mewadahi kedekatan antar peserta.” tutup Dita Anggraeni Kusumaningrum, sebagai anggota tim juara pertama IECOM 2018.

Kementerian Media dan Informasi
Kementerian Koordinator Komunikasi dan Informasi
Kabinet Suarasa KM ITB 2017/2018

#Suarasa
#SuarkanAsaSuakanRasa