Rumpun
Seni Budaya

Unit Kebudayaan Aceh ITB
UKA ITB
ITB
Pemilihan Ketua UKA dan Persiapan Ketua GBA
Marching Band Waditra Ganesha ITB
MBWG ITB
ITB
MBWG ITB sebagai organisasi berbasis minat bakat memiliki dua tujuan pengembangan yaitu dari sistem keorganisasian dan hard skill dalam marching band yang harus diterapkan kepada anggota aktif sesuai dengan RUK dan silabus kepelatihan yang sudah dirancang. Sehingga diperlukan optimalisasi dan penyelarasan dari masing-masing implementasi dasar keorganisasian dan kepelatihan dengan tujuan utama mengembangkan MBWG ITB dimulaid dari individualnya.”
Apres! ITB
Apres! ITB
ITB
Tetap berkreasi dikala pandemi merupakan pembahasan hangat di dalam APRES! ITB serta bagaimana menjalankan sebuah acara serta perilisan karya dalam bentuk musik maupun acara pada masa pandemi. Selain itu sedang terdapat proses kaderisasi yang sedang dijalankan agar dapat mengenal APRES! lebih hangat.

ITB Dance and Performance Art Community
INFINITY ITB
ITB
Infinity sebagai unit seni budaya, yang berfokus pada kekeluargaan sebagai faktor utama dalam penghasilan karya dan pengembangan kemampuan anggotanya.
Unit Kebudayaan Melayu Riau
UKMR ITB
ITB
Pagelaran di tengah pandemi, karena UKMR yang sangat bergantung pada alat untuk menampilkan kesenian. Sampai sekarang masih belum menemukan alternatif untuk penampilan online
Unit Kesenian Minangkabau ITB
UKM ITB
ITB
Belum tersedia deskripsi

Unit Kesenian Sumatera Utara ITB
UKSU ITB
ITB
PPAB di tengah pandemi

ITB Student Orchestra
ISO
ITB
ITB Student Orchestra, lebih akrab disambut ISO, adalah sebuah unit kegiatan mahasiswa di Institut Teknologi Bandung yang memiliki fokus utama pada penampilan musik klasik. Sebagai unit yang pertama berdiri pada 2 Maret 2005, ITB Student Orchestra telah menjadi rumah bagi ratusan musisi dan mahasiswa selama hampir dua puluh tahun. ITB Student Orchestra rutin mengadakan konser tahunan yang setiap tahunnya berhasil memukau ratusan penonton.

Studi Teater Mahasiswa ITB
STEMA ITB
ITB
Studi Teater Mahasiswa ITB (STEMA ITB) merupakan salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa di ITB yang bergerak dalam studi teater. Pada awal mulanya STEMA ITB berdiri, media teater digunakan sebagai bentuk ekspresi keresahan dan kritik sosial terhadap orde baru. Kini, nilai-nilai pergerakan yang membentuk karakter anggota STEMA ITB zaman orde baru melebur menjadi keinginan untuk mendalami seni teater. Kegiatan yang biasa dilakukan oleh anggota STEMA ITB adalah kegiatan internalisasi seperti makrab, diskusi, kajian, dan sebagainya. Selain itu, sebagai anggota Forum Teater Kampus Bandung dan Sekitarnya (FTKBS), STEMA ITB juga sering mengikuti kegiatan bersama komunitas teater ekstrakampus. Kemudian, dalam proses pementasan pertunjukan drama teater, anggota STEMA ITB juga dapat mengikuti kepanitiaan pentas sesuai dengan minat dan bakatnya, baik dalam hal produksi maupun artistik. STEMA ITB telah melahirkan karya-karya pementasan dalam berbagai skala, beberapa di antaranya adalah “Sang Penunggu Bulan” (2014), “The Untold Story of Rahwana” (2015), “Lawan Catur” (2017), “Ratna Manggali: Perih Sang Putri Penyihir“ (2019), “Cerita Rakyat: Pocong” (2020), dan “AIsyah” (2024). Beberapa pementasan tersebut diselenggarakan berkolaborasi dengan berbagai pihak, contohnya “The Untold Story of Rahwana” (2015) yang merangkul partisipasi unit kegiatan lain di ITB, seperti PSTK ITB, PSHT ITB, Paduan Suara Pangripta Swara HMP PL ITB, dan Komunitas Musikal ITB, serta “AIsyah” (2024) yang berkolaborasi secara internasional dengan Daphne Wong-A-Foe, seorang mahasiswi dari Leiden University, Belanda.
Unit Kebudayaan Tionghoa
UKT ITB
ITB
Pengembangan kebudayaan Tionghoa sebagai salah satu kebudayaan nasional Indonesia sehingga lebih dikenal oleh masyarakat umum.” berarti UKT ITB menjadi wadah pengembangan kebudayaan Tionghoa sehingga lebih diterima sebagai salah satu kebudayaan Indonesia. “Diterima” yang dimaksud adalah bukan hanya dikenal oleh masyarakat umum tetapi juga dibanggakan sebagai kekayaan Indonesia. Diharapkan UKT ITB juga dapat menjadi penggerak bagi komunitas masyarakat Bandung.

Unit Kebudayaan Jepang ITB
UKJ ITB
ITB
“UKJ ITB sebagai rumah” berarti bagi anggota-anggotanya, UKJ terasa seperti rumah di mana mereka bisa bebas beraktivitas dan berkarya, bertemu dan berinteraksi sesama anggota, bahkan beristirahat. “Pembelajaran kebudayaan Jepang” berarti UKJ sejati kepada visinya adalah unit pembelajaran kebudayaan Jepang di ITB dan anggota dapat mempelajari kebudayaan Jepang melalui bidang budaya beserta 6 (enam) divisi yang ada, yaitu divisi bahasa, cosplay, manga (visual art), masak, musik, dan odori (dance). “Berkarakter” berarti sebagai unit kebudayaan Jepang yang mengasimilasi kebudayaan Jepang, hendaknya anggotanya juga dapat mengadopsi kebudayaan Jepang yang bermanfaat bagi dirinya maupun orang lain. “Semangat dan aktif berkarya” berarti anggota UKJ ITB terus semangat dalam menghasilkan karya dan dilakukan secara terus-menerus (continuous). “Kolaboratif” berarti UKJ yang selalu membuka pintunya kepada lembaga lain yang ingin berkolaborasi, baik intrakampus maupun ekstrakampus.
Lingkung Seni Sunda
LSS
ITB
1. Pelaksanaan kegiatan Program Mimitraan Anyar (PMA) sebagai ajang regenerasi terkendala kondisi pandemi 2. Pelaksanaan Perayaan Ulang Tahun ke-50 LSS ITB “Lustrum Emas” pada tahun depan masih belum jelas kepastiannya mengingat kondisi pandemi yang tidak menentu

Korean Culture Club
KCC
ITB
1. di masa pandemi yang perlu berubah menjadi . Pada umumnya, dilaksanakan secara pada tertentu. Akan tetapi di masa pandemi seperti ini perlu adanya perubahan menjadi dan kami berhasil menyelenggarakan pada bulan Juli lalu.

ITBJazz
ITBJazz
ITB
ITBJazz adalah unit yang berbasis komunitas yang berisikan para pecinta musik Jazz. ITBJazz memiliki asas musyawarah dan kekeluargaan, dengan sifat sosial, budaya, dan kemasyarakatan. ITBJazz memiliki tujuan untuk menghimpun segenap mahasiswa Institut Teknologi Bandung yang tertarik pada pengembangan dan pelestarian musik Jazz, memperkenalkan, mengembangkan dan melestarikan Jazz di kampus Institut Teknologi Bandung khususnya dan di Indonesia pada umumnya, membina rasa persaudaraan dan kekeluargaan sesama anggota dalam suasana komunitas di lingkungan civitas akademika, dan turut serta dalam memajukan dan mengembangkan pendidikan seni dan budaya kehidupan bangsa.

Genshiken ITB
Genshiken ITB
ITB
Wadah bagi mahasiswa ITB yang ingin berkarya atau mencari teman sefrekuensi dalam pop culture, yang memfasilitasi pengembangan diri mahasiswa-mahasiswi dalam perihal berkarya, apresiasi karya, dan persiapan terjun ke industri kreatif modern Indonesia.

Perkumpulan Seni Tari dan Karawitan Jawa ITB
PSTK ITB
ITB
Pagelaran di tengah pandemi, kaderisasi di tengah pandemi

Mahasiswa Bumi Sriwijaya ITB
MUSI
ITB
Kaderisasi di tengah pandemi, pagelaran untuk calon anggota di tengah pandemi
Keluarga Paduan Angklung
KPA ITB
ITB
Terjadinya pagelaran dewasa ini

Paduan Suara Mahasiswa ITB
PSM ITB
ITB
PSM-ITB yang berfokus pada bidang paduan suara yang dalam kepengurusannya juga mementingkan bidang organisasi. Dalam PSM-ITB terdapat Tim Artistik yang bertanggung jawab atas musikalitas para anggota, Tim Dewan Penasihat yang PSM-ITB merupakan salah satu unit kebudayaan mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) yang bergerak dalam bidang kesenian, khususnya paduan suara. PSM-ITB merupakan paduan suara mahasiswa tertua di Indonesia, secara resmi berdiri pada tanggal 11 Februari 1962. Pada awalnya, PSM-ITB berperan sebagai pendukung acara protokoler dan kemahasiswaan di lingkungan Institut Teknologi Bandung (ITB), tetapi kini PSM-ITB telah berhasil melakukan ekspansi ke berbagai acara di luar lingkungan Institut Teknologi Bandung. Selama 62 tahun perjalanannya, PSM-ITB telah berkembang menjadi organisasi dengan kegiatan mandiri, tanpa meninggalkan tugasnya sebagai bagian dari masyarakat ITB.
Keluarga Mahasiswa Jambi
KMJ ITB
ITB
Belum tersedia deskripsi
Unit Budaya Lampung ITB
Ubala ITB
ITB
Ubala ITB menjadi tempat untuk para anggotanya untuk berkolaborasi, untuk mencapai kolaborasi tersebut maka dibutuhkan suasana kekeluargaan yang erat sehingga dapat saling memahami satu sama lain dan tidak mudah terpecah belah adapun bidang kolaborasi yang saya inginkan adalah kolborasi dalam pengembangan berbudaya dan pengembangan diri. Dalam pengembangan berbudaya meliputi budaya lampung dan kesenian lampung, sedangkan dalam pengembangan diri adalah pada bagian soft skill dan hubungan anggota Ubala baik hubungan sosial maupun hubungan dengan alumni. Hal tersebut perlu dilakukan kolaborasi karena saya beranggapan bahwa pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial sehingga membutuhkan yang lainnya agar didapat hasil yang lebih baik


