Maret Ini di ITB

media km

Maret ini di ITB

 

 

[KILAS BERITA –  Studium Generale Bapak Luhut Binsar Panjaitan]

311720

km.itb.ac.id, Bandung – Rabu (01/03/2017), sedang berlangsung Stadium Generale: Tantangan Pemerataan Pembangunan dan Masa Depan Indonesia oleh Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indonesia saat ini. Studium Generale ini berlangsung hingga pukul 11 siang nanti dan mahasiswa tengah bersemangat mengikuti kegiatan. []

 

 

[KILAS BERITA – Pernyataan Sikap Km Itb Atas Kisruh Freeport Dan Pemberian Kenang-Kenangan Pada Studium Generale]

311721

km.itb.ac.id, Bandung – Telah tiba pada penghujung kegiatan Studium Generale berupa pernyataan sikap oleh Presiden KM ITB, Ardhi Rasy Wardhana dan pemberian kenang-kenangan berupa  Burung Garuda buatan tangan yang dibuat dari bubuk kopi asli Papua, Indonesia sebagai simbolis  permyataan sikap Kepada Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indonesia saat ini. []

 

 

[KILAS BERITA – Diskusi Pakar dengan bahasan Freeport dan Indonesia Bangsa Pemenang]

311722

km.itb.ac.id, Bandung – Kamis malam (02/03/2017) tengah berlangsung Diskusi Pakar di Hotel SariPan Pacific Indonesia di Jakarta Selatan dengan bahasan Freeport dan Indonesia Bangsa Pemenang.

Menghadirkan 3 Narasumber kompeten dengan semangat nasionalismenya membahas segi teknik, hukum, dan sumber daya terkait Freeport Indonesia; yakni Ir. Sudjatmoko dari PERHAPI; Prof. Dr. Ir. Ridho K. Wattimena, M.T sebagai Wakil Dekan FTTM ITB dan Ketua IA Tambang ITB; Ir. Sukmandaru Prihatmoko M. Econ. Geol. sebagai Ketua IAGI.

“Komoditas Pertambangan di Freeport harus dipertahankan, jangan sampai kejadian di Chille terulang, dan jika tidak kita lestarikan maka estraksi dan kegiatan penambangan tidak akan terjadi lagi, dan negeri akan merugi.” – Ir. Tino Ardhyanto A. R, MSc, MBA, MEng.-EM sebagai moderator dan sekaligus Ketua PERHAPI.

Dalam diskusi pakar kali ini, suasana diskusi berlangsung secara demokratis dan dua arah. Membahas tentang aspek keteknikan dan segala hal yang mencakup kegatan ekstraksi komoditas di Freeport sana.

Beberapa kutipan penting terkait kasus Freeport dipaparkan dalam penjelasan berikut:

“Secara kualitas sumber daya manusia sebenarnya sudah cukup mampu untuk meneruskan pengelolaan tambang di Freeport. Bila dijabarkan, SDM total karyawan Freeport sejumlah 32.416, mayoritas diantaranya adalah kontraktor. Karyawan utama berjumlah sekitar 12 ribu lebih. Diantaranya Karyawan tetap Nasional yang berasal dari Papua sejumlah 4300, dan karyawan tetap Nasional di luar paua sejumlah 7600. Di antara 12.000 karyawan tetap. Rencana dan strategi, kondisi ekstrim, yang dipertimbangkan proses dan dampak bagi masyarakat sekitar.” – Ir. Sudjatmoko dari PERHAPI.

“Berbicara tentang metode, saat ini metode yang digunakan berupa Block Caving, yang dimana ekstraksi tambang difokuskan kepada Underground Pit, morfologi dan batuan yang tidak bisa bertahan apabila Block Caving tidak secara kontinyu dilakukan sehingga ketika sudah dilakukan Block Caving pada sistem Porfiri maka tidak bisa diberhentikan.”  – Prof. Dr. Ir. Ridho K. Wattimena, M.T

Faktor lain berupa nonteknis yakni,  ketidak konsistenan pengartian kontrak kerja dan perundang-undangan. Negosiasi harus tetap dilanjutkan, fokus di benefit ke negara. Benefit tidak hanya berapa mendapatkan pemasukkan, lapangan kerja, pemingkatan SDM, kemajuan IPTEK (eksplorasi).

Di dalam negeri berlaku izin usaha produksi sedangkan jika dengan luar itu perlu dilakukan. Siapa yang harus kontrak? Maka yang kontrak adalah RI. masalah, apakah aturan tidak berlaku? Pemerintah hak dibagi 2 dimensi, sebagai subjek hukum perdata . Kontrak Kerja diperlakukan selama ini oleh pemerintah, sebagai pengikat kedaulatan bangsa Indonesia, cara berfikir seperti ini salah. Kontrak berhadapan dengan Peraturan Perundangan, kontrak akan tidak berlaku apabila berlawanan dengan Peraturan Perundangan.

Timbul pertanyaan menarik berupa kemungkinan mengeksplorasi di tempat lain selain Freeport, dan jawabannya kembali kepada hal berupa teknis dan non teknis yang sudah disebutkan di atas. Semoga pertambangan Indonesia kian berkembang sehingga hajat hidup masyarakat Indonesia akan lebih baik. []

 

 

[KILAS BERITA – ITB Day 2017 sebagai Rangkaian Peringatan Dies Natalis ITB Ke-58]

311723

km.itb.ac.id, Bandung – Minggu pagi (5/3/2017), kampus ITB Ganesha mulai dipadati oleh siswa-siswi SMA dari berbagai daerah di Indonesia. Siswa-siswi ini hadir untuk mengikuti perhelatan ITB Day 2017 yang merupakan puncak dari rangkaian acara Aku Masuk ITB (AMI).

Berbeda dari ITB Day pada tahun-tahun sebelumnya yang diselenggarakan pada pertengahan Februari, ITB Day kali ini diselenggarakan di awal bulan Maret sekaligus untuk memperingati Dies Natalis ITB ke-58 yang diperingati pada tanggal 2 Maret 2017 kemarin. Sebagai rangkaian resmi dari peringatan Dies Natalis ITB ke-58 ini, ITB Day menjadi salah satu bentuk kolaborasi nyata antara Rektorat ITB dan KM ITB untuk lebih mengenalkan ITB ke masyarakat umum.

Hingga pukul 17.00 WIB nanti, akan ada banyak acara selama ITB Day ini, meliputi Seminar Nasional, Galeri Karya Ganesha, Xplore Ganesha, Tur Laboratorium, Edufair, dan Bioskop AMI. Di Edufair ITB Day, program studi-program studi di ITB, diwakilkan oleh himpunan mahasiswa jurusannya, ikut berpartisipasi dengan mengisi Wahana Informasi Keilmuan dan Kemahasiswaan, di mana masyarakat dengan bebas dapat bertanya serba-serbi informasi mengenai setiap program studi.

Selain untuk lebih mengenalkan ITB dan program studi-program studi di dalamnya, panitia AMI 2017 juga berharap siswa-siswi yang hadir dapat termotivasi dan terinspirasi untuk terus mewujudkan mimpi-mimpinya selama mengikuti acara-acara di ITB Day ini. []

 

 

[KILAS BERITA: Desain Produk ITB Adakan Workshop Rotan dan Bambu bersama Universitas Jepang]

311724

Senin siang (6/3/2017), telah dilaksanakan upacara pembukaan ‘Rattan and Bamboo Workshop’ ke-8 di Plaza Widya Nusantara yang diselenggarakan oleh program studi Desain Produk ITB dan Musashino Art University, Jepang. Workshop ini akan berlangsung pada tanggal 6-15 Maret 2017 dan merupakan kegiatan kerja sama tahunan antara kedua universitas yang telah berlangsung sejak tahun 2009.

Diikuti oleh total 50 peserta dari kedua universitas, workshop ini dibimbing oleh Prof. Shinichi Ito (Industrial Design MAU), Prof. Takaaki Bando (Science of Design MAU), dan Dr. Dudy Wiyancoko (Ketua Kelompok Keilmuan Manusia dan Produk Industri ITB). Tajuk yang diusung tahun ini adalah “Harmony in Culture through Bamboo and Rattan Exploration.”

Selama sepuluh hari, para peserta workshop akan belajar mengembangkan desain produk berbahan dasar bambu dan rotan. Bambu dan rotan dikenal sebagai salah satu sumber daya alam yang bersifat unik dan memiliki potensi besar, sekaligus lekat dengan unsur budaya. Di samping itu, dalam rangkaian acara terdapat juga program ekskursi ke luar kota untuk mengenal lebih jauh industri produk bambu dan rotan di Indonesia. Sesuai dengan temanya, workshop ini tidak sekedar menjadi sarana belajar biasa, namun juga membangun sebuah jembatan budaya dan persahabatan bagi kedua negara. []

 

 

[KILAS BERITA – Beri Kuliah Tamu, Kapolri Himbau Mahasiswa untuk Jaga Kebhinnekaan Bangsa]

311725

km.itb.ac.id, Bandung – Telah berlangsung Studium Generale mata kuliah KU4078 oleh Kapolri Jendral Drs. H. M. Tito Karnavian M.A., Ph.D yang dilaksanakan pada Rabu (8/3/2017) di Aula Barat ITB. Acara ini dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat Dr. (H.C.) H. Ahmad Heryawan, Lc., M.Si, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB Prof.Ir. Bermawi Priyatna Iskandar, M.Sc., Ph.D, segenap perangkat kapolri, dekan serta kepala program sudi ITB berbagai fakultas dan jurusan, tamu undangan dari IPDN dan UNLA, serta mahasiswa ITB.

Bapak Kapolri Jendral Tito dalam kuliahnya yang mengangkat tema ‘Tantangan Kebhinnekaan dalam Era Demokrasi dan Globalisasi’, menyatakan bahwa keberagaman yang Indonesia miliki adalah suatu kekayaan yang jangan disia-siakan dan diambil begitu saja dan harusnya keberagaman dijadikan suatu kekuatan yang dimiliki bangsa Indonesia. Untuk mempersatukan perbedaan yang ada, perbedaan-perbedaan yang ada di reduksi, lalu kepentingan bersama atau common interest dieksploitasi, dibina dan dikelola. Selain itu, beliau juga menjabarkan tentang kendala-kendala yang terdapat pada persatuan Indonesia saat ini terbagi menjadi dua, yaitu ada faktor internal dan faktor eksternal. Faktor intenal yang ada ialah kesenjangan sosial yang ada di Indonesia dikarenakan kebutuhan dasar mayoritas masyarakat Indonesia belum terpenuhi dengan baik, lalu faktor eksternal yang terdiri dari tekanan dari negara-negara lain yang merebutkan posisi regemoni.

Indonesia adalah negara demokrasi. Pemerintah dalam hal ini dengan masyarakat memiliki kontrak sosial di mana karena Indonesia negara demokrasi, rakyat yang memilih pemerintah dan pemerintah berkewajiban memberi jaminan sosial dan keamanan, serta rakyat berhak diayomi. Bila pemerintah tidak melaksanakan kewajibannya, ‘kontrak’ tersebut berhak diputus oleh rakyat. Bapak Kapolri Jendral Tito lalu menjelaskan keuntungan dan kekurangan dari negara demokrasi, serta bagaimana keadaan nyata saat diaplikasikan. Kuliah umum ini memang berfokus kepada keaadan nyata di Indonesia yang terjadi sekarang dan bagaimana keberagaman secara ideal seharusnya dikelola di era demokrasi dan globalisasi saat ini untuk meningkatkan kesejahteraan bangsa.

Di sesi tanya-jawab, Kurnia Sandi Girsang, Menko Sospol KM ITB 2017, menyempatkan bertanya kepada Kapolri, “Apakah mahasiswa juga memiliki potensi untuk menimbulkan konflik atau mendisintegrasi bangsa seperti yang dikhawatirkan Pak Kapolri terhadap gerakan-gerakan golongan low class? Padahal cara tersebut wajar dilakukan demi melaksanakan fungsi check and balance kepada pemerintah.”

Menanggapi pertanyaan tersebut, Bapak Kapolri Jendral Tito menegaskan bahwa itu semua kembali kepada UU No. 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum Bab III Pasal 6, yang berisi, “Warga negara yang menyampaikan pendapat di muka umum berkewajiban dan bertanggung jawab untuk :

  1. menghormati hak-hak dan kebebasan orang lain;
  2. menghormati aturan-aturan moral yang diakui umum;
  3. menaati hukum dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
  4. menjaga dan menghoermati keamanan dan ketertiban umum; dan
  5. menjaga keutuhan persatuan dan kesatuan bangsa.”

“Bila masih mengikuti acuan ini, masih diperbolehkan. Namun, bila melanggar, baru di tindak lanjuti.” jawab beliau. []

 

 

[KILAS BERITA – 83 Tim ITB Lolos Pendanaan PKM 2017]

km.itb.ac.id, Bandung – Kamis (9/3/2017), Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) Republik Indonesia telah mengeluarkan Surat Nomor 547/B3.1/KM/2017 terkait daftar peserta yang lolos pendanaan Pekan Kreasi Mahasiswa (PKM) tahun anggaran 2017. Sebanyak 3918 proposal dari perguruan tinggi seluruh Indonesia berhak mengitkuti tahap selanjutnya untuk mengembangkan karyanya. Tahun ini, ITB menyabet 83 proposal yang lolos dan menempati urutan ke-12 dari 422 perguruan tinggi dengan proposal terbanyak yang lolos.

Rincian setiap bidangnya dari 83 proposal ITB yang lolos adalah 11 PKM Kewirausahaan, 34 PKM Karsa Cipta, 7 PKM Pengabdian kepada Masyarakat, 28 PKM Penelitian Eksak, dan 3 PKM Teknologi. Di tahun 2016, ITB dapat meloloskan proposal untuk pendanaan sebanyak 53 proposal dan tahun 2015 sebanyak 104 proposal. Kondisi ini memang fluktuatif, tetapi animo mahasiswa ITB setiap tahun dinilai selalu naik. Adapun seleksi selanjutnya setelah ini ialah monitoring dan evaluasi sebelum tiba pada acara puncak, yaitu Pekan Ilmian Mahasiswa Nasional (PIMNAS).

Salah satu upaya ITB dalam memfasilitasi mahasiswanya dalam mengikuti PKM adalah dengan adanya lembaga pendukung, yaitu Barudak ITB Juara.  Sebagai wadah dan inisiator untuk membumikan PKM di ITB, Barudak ITB telah melakukan berbagai inovasi seperti seminar, coaching clinic, dan manajemen data adminstrasi. []

 

 

[KILAS BERITA – Pementesan ‘Lawan Catur’ oleh STEMA ITB]

311727

km.itb.ac.id, Bandung — Pada Jumat malam (17/03/17) Studi Teater Mahasiswa (STEMA) ITB menyelenggarakan sebuah pagelaran teater berjudul Lawan Catur di Selasar Plano ITB. Pementasan yang turut mengundang masyarakat umum ini merupakan bentuk persembahan hiburan dari STEMA ITB untuk mahasiswa di sela-sela aktivitasnya dan juga sebagai media pembelajaran seputar ilmu teater, baik untuk penonton maupun untuk pementas. Diskusi terbuka pun turut dilangsungkan setelah pementasan selesai sebagai wadah untuk pertukaran ide mengenai pementasan yang telah digelar sebelumnya dan juga seputar teater secara umum.

Pagelaran Lawan Catur ini merupakan suatu sandiwara karya Kenneth Arthur yang kemudian disadur oleh W. S. Rendra sebagai suatu kritik sosial pada masanya. Drama ini menceritakan tentang Oscar Yakoub, yang merupakan golongan anti-pemerintahan, dan Samuel Glaspel, sebagai pemimpin pemerintahan. Samuel yang sedang bermain catur dengan Antonio suatu hari dikunjungi oleh Oscar, yang ternyata hendak membunuh Samuel. Perdebatan pun terjadi di antara mereka, di mana Samuel bersikeras bahwa Oscar merupakan saudara kandungnya, sehingga mereka tidak perlu membunuh satu sama lain. Ia pun menyarankan Oscar untuk meminum anggur berisi racun bersama-sama. Karena kelicikan dan kecerdikan Samuel, Oscar pun terbunuh oleh racun tersebut. Pesan yang dapat diambil oleh penonton dari sandiwara ini ialah untuk berhati-hati dalam memilih ideologi.

STEMA ITB, yang telah melangsungkan banyak pementasan dalam berbagai genre atau aliran, saat ini pun tengah menyiapkan pementasan berjudul Mentang-Mentang dari New York, yang akan digelar pada bulan April 2017 mendatang. []

 

 

[KILAS BERITA – Pekan Raya Inovasi, Ajang Apresiasi Karya oleh TUID]

311728

km.itb.ac.id, Bandung – Pekan Raya Inovasi (PRI) merupakan acara yang dilaksanakan oleh Teknologi Untuk Indonesia (TUID) yang berada di bawah Kementerian Koordinasi Inovasi Kabinet KM ITB. PRI dilaksanakan pada hari Minggu (19/03/17) di Aula Barat ITB. PRI bertujuan untuk mengapresiasi karya-karya dan inovasi yang dinilai dapat berkontribusi bagi masyarakat. Hal ini sesuai dengan dua dari tiga tridharma perguruan tinggi, yakni penelitian dan pengabdian masyarakat.

Pada dasarnya, PRI adalah acara penutup dari serangkaian acara yang dilaksanakan oleh TUID sebelumnya, yakni Lomba Ranah Baru serta Sayembara Riset dan Teknologi. Lomba Ranah Baru merupakan lomba foto dan esai yang ditujukan kepada masyarakat umum, sedangkan Sayembara Riset dan Teknologi merupakan kompetisi tertutup yang diikuti oleh Universitas Brawijaya, Universitas Gadjah Mada, Institut Pertanian Bogor, dan Institut Teknologi Bandung. Kompetisi ini akhirnya dimenangkan oleh inovasi berjudul ATFIRE yang digagas oleh mahasiswa Universitas Brawijaya. ATFIRE ini merupakan inovasi pada bidang perikanan dan sudah pernah medali emas di ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS).

Sayembara yang dilakukan oleh TUID ini berbeda dengan kompetisi inovasi pada umumnya. TUID tidak hanya memberikan penghargaan kepada pemenang sayembara, namun juga memberikan kesempatan kepada inovasi tersebut agar mampu direalisasikan dan diterapkan pada masyarakat, salah satunya dengan proses inkubasi. Proses inkubasi ini dilakukan TUID melalui Forum Riset dan Teknologi yang diikuti empat universitas peserta dan menghadirkan pakar sesuai bidang terkait. Tiga pakar yang hadir pada Forum Riset dan Teknologi kemarin adalah Dr. Ir. Nur Mahmudi Ismail, M.Sc (Mantan Menteri Kehutanan dan Perkebunan 1999-2001), Prof. Dr. Slamet Budijanto, dan Alfi Irfan (Agrosocio). Melalui acara ini, TUID berupaya agar inovasi ATFIRE yang digagas mahasiswa Universitas Brawijaya dapat diimplementasikan melalui kolaborasi dari empat universitas peserta dengan bimbingan dari beberapa pakar tersebut.

Acara PRI sendiri terdiri dari seminar dan talkshow bertemakan “Inspirasi Untuk Pemuda Indonesia” serta pameran karya. Acara ini ditujukan untuk massa kampus ITB dan masyarakat umum. Acara dimulai pukul 08.30 WIB dengan diawali sambutan dari Dr. Gantina Rachmaputri (Lembaga Kemahasiswaan ITB), Ardhi Rasy Wardhana (Presiden KM ITB), dan Royyan Abdullah Dzakiy (Ketua TUID). Beberapa pakar yang menjadi pembimbing pada Forum Riset dan Teknologi menjadi pembicara pada seminar. Terdapat juga perwakilan dari industri, yakni Hardiyansyah Tarmidzi (HR Director PT Dow Chemical Company) yang menjadi pembicara.

Berdasarkan keterangan dari Ketua Pelaksana TUID, Royyan A. Dzakiy (Teknik Informatika 2015) acara ini diharapkan dapat semakin menyemarakkan geliat inovasi di kalangan pemuda Indonesia. Royyan melihat bahwa sebenarnya tren berinovasi sudah tumbuh di kalangan pemuda, sehingga perlu diadakan kegiatan-kegiatan yang dapat menjaga semangat berinovasi itu. Royyan juga menambahkan bahwa peran kolaborasi sangatlah penting untuk mewujudkan inovasi menjadi nyata. []

 

 

[KILAS BERITA – ITB Anugerahkan Doktor Kehormatan kepada Peraih Nobel Kimia]

311729

km.itb.ac.id, Bandung – Sasana Budaya Ganesha (SABUGA) telah menjadi saksi penganugerahan gelar Doktor Kehormatan oleh ITB kepada Dr. Peter Agre dalam gelaran Sidang Terbuka ITB. Beliau adalah peraih penghargaan Nobel bidang kimia pada tahun 2003 untuk karyanya yang bertajuk ‘Aquaporin Water Channel’. Acara ini diadakan pada hari Rabu (22/03/2017) pukul 09.00–11.00 WIB. Riset dari Dr. Peter Agre selengkapnya dapat disimak di https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2658677/?report=classic .

Dr. Agre adalah Ketua dari John Hopkins Malaria Research Institute pada The Bloomberg School of Public Health. Selain acara penganugerahan Doktor Kehormatan, diadakan pula Kuliah Umum atau Studium Generale. Adapun promotor Dr. Agre untuk Kuliah Umum ini adalah Prof. Akhmaloka, Dipl. Biotech, Ph.D. Dalam penyelenggaraannya, ITB bekerja sama dengan International Peace Foundation.

Dr. Agre lahir pada 30 Januari 1949 di Northfield, Minnesota, USA. Ia pernah menempuh pendidikan di Augsburg College (1970), John Hopkins School and Medicine (1974), University Hospitals Case Medical Centre (1975-1978), dan North Carolina Memorial Hospital (1978-1981). Penghargaan yang pernah diraih adalah Nobel Prize in Chemistry (2003) dan Bloomberg Distinguished Professorships (2014).

Sidang ini dibuka oleh Rektor ITB Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi, DEA yang kemudian dilanjutkan dengan laporan pertanggungjawaban promotor oleh Prof. Akhmaloka, pelaksanaan kuliah umum, tanya jawab, penganugerahan Doktor Kehormatan, dan sambutan oleh Rektor ITB. Audiens yang hadir berkisar 1200 orang, baik dari kalangan pelajar, mahasiswa, hingga umum. []

 

 

[Kilas Berita –  Perwakilan KM ITB Temui Rektor dan Jajarannya]

311730

Pada Siang ini, Kamis (23/03/2017) telah dilaksanakan pertemuan antara perwakilan Kabinet KM ITB dan PJS MWA WM ITB dengan Rektor ITB beserta jajaran di Ruang RAPIM A, Gedung Annex ITB.

Pada pertemuan ini, Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi, DEA selaku Rektor ITB menyampaikan harapannya untuk bisa saling tolong-menolong dan bersinergis untuk kebaikan ITB ke depan. []

 

 

[KILAS BERITA – MBWG ITB Sabet Juara di Gita Teladan Concer Series]

311731

km.itb.ac.id, BANDUNG – Tahun 2017 ini, Brass Ensemble dan Percussion Ensemble Marching Band Waditra Ganesha (MBWG) ITB kembali diundang untuk tampil di acara Gita Teladan Concert Series (GTCS) #4. Ini merupakan tahun ketiga MBWG ITB diundang tampil di GTCS. GTCS sendiri merupakan sebuah acara yang digelar oleh Gita Teladan Corps, yang tahun ini diadakan pada Sabtu-Minggu (18-19/03/2017) di Gedung Kesenian Jakarta.

Pada kesempatan kali ini, Brass Ensemble MBWG ITB tampil dengan lagu Bohemian Rhapsody dan Planetarium (OST La La Land). Lalu, untuk Percussion Ensemble MBWG ITB tahun ini menampilkan Medley OST La La Land. Selain tampil Brass Ensemble dan Percussion Ensemble, tahun ini MBWG menyabet juara pertama kategori Brass Solo Contest di GTCS dengan penampil Rachel Aviona Yolandari (Desain Komunikasi Visual 2014). Cuplikan penampilan MBWG ITB pada konser ini dapat disaksikan di tautan berikut: https://youtu.be/Z91uypUWZ8w (Brass Ensemble) dan https://youtu.be/UbrC2zDixig (Percussion Ensemble). []

 

 

[KILAS BERITA – Forum Kementerian Pengembangan Karakter TPB bersama 4 Fakultas]

311732

Pada Jumat malam (24/03/2017), beberapa perwakilan lembaga KM ITB dari 4 fakultas mengadakan audiensi dan konsultasi pada Kabinet KM ITB mengenai bentukan pengembangan karakter yang ditujukan untuk mahasiswa Tahap Persiapan Bersama (TPB). Topik yang dibicarakan adalah seputar nilai yang akan ditanamkan, materi yang akan disampaikan, dan metode yang akan dijalankan oleh masing-masing fakultas tersebut.

Kegiatan ini menunjukkan bahwa lembaga-lembaga, terutama Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) di KM ITB menjadikan pengembangan karakter mahasiswa TPB ini salah satu fokus utama dalam keberjalanan berkemahasiswaan di fakultasnya. []

 

 

[KILAS BERITA – Bapak Teknik dan Manajemen Industri Indonesia Dijadikan Nama Gedung Labtek di ITB]

311733

Setelah direnovasi beberapa bulan terakhir, Gedung Labtek III ITB Kampus Ganesha kembali dibuka secara resmi sekaligus berganti nama menjadi Gedung Labtek III Matthias Aroef pada Sabtu siang (25/03/2017). Pemberian nama ini diberikan untuk mengapresiasi jasa Prof. Matthias Aroef atas berbagai kontribusinya dalam mempelopori keilmuan teknik dan manajemen industri di Indonesia. Gedung Labtek III Matthias Aroef ini diresmikan langsung oleh Prof. Matthias Aroef sendiri bersama dengan Rektor ITB, Prof. Kadarsah Suryadi.

Guru besar Teknik Industri ITB ini merupakan pengagas pendidikan Teknik Industri pertama di Indonesia, yaitu bermula di ITB pada tahun 1958, sekaligus menggagas berdirinya program studi-program studi teknik indistri lainnya, hingga pada hari ini sudah ada 197 universitas di Indonesia yang memiliki program studi Teknik Industri dari Banda Aceh hingga Irian Jaya. Selain itu, Prof. Matthias Aroef juga merupakan dosen Teknik Industri pertama yang pernah menjabat sebagai Wakil Rektor ITB.

Dengan diberikannya nama Prof. Matthias Aroef pada gedung Teknik Industri, Prof. Kadarsah Suryadi berharap mahasiswa-mahasiswa dan civitas akademika ITB lainnya dapat terus termotivasi untuk terus berinovasi dan berkewirausahaan. Prof. Kadarsah, yang juga merupakan alumni program studi Teknik Industri ITB, mengutip perkataan Prof. Matthias Aroef dahulu ketika pertama kali dijelaskan memgenai teknik dan manajemen industri oleh beliau, “Negara akan maju karena banyak entrepereneurnya.” []

 

 

[KILAS BERITA – Inisiasi Sinergisasi Pengabdian Masyarakat melalui Workshop]

311734

Pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu dari tridharma perguruan tinggi. Oleh sebab itu, Lembaga Kemahasiswaan (LK) ITB senantiasa fokus memfasilitasi mahasiswa dalam melakukan kegiatan-kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Salah satu fasilitasnya adalah dengan mengadakan Workshop Pengabdian Masyarakat yang dilaksanakan pada Sabtu (25/03/2017) di Ruang Seminar Gedung Center for Research and Community Service (CRCS), ITB Kampus Ganesha. Workshop ini diikuti oleh perwakilan berbagai Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).

Untuk mengawali workshop ini, Sekretaris Bidang Non Kulikuler dan Kemasyarakatan LK ITB, Dr. Sony Suhandono, memaparkan pengetahuan dasar mengenai pengabdian masyarakat, terutama mengenai perbedaan dari community service dan community development. Dalam pemaparannya, Dr. Sony juga mengajak lembaga-lembaga kemahasiswaan, baik HMJ maupun UKM, untuk lebih giat lagi melakukan kegiatan-kegiatan community development. Selain itu, Dr. Sony juga menyatakan bahwa LK ITB akan menyediakan dana sebesar 500-600 juta rupiah untuk menunjang kegiatan pengabdian masyarakat pada tahun ini.

Sayangnya, dana yang biasanya disediakan oleh LK ITB tidak terserap habis oleh mahasiswa, karena jumlah yang mengajukannya belum mencapai target. Berdasarkan pemaparan Menteri Pengembangan Sosial dan Kemasyarakatan Kabinet KM ITB 2017/2018, Muhammad Fadhil Dwijatmiko (Perencanaan Wilayah dan Kota 2013),  total lembaga yang terdata oleh Kabinet KM ITB pernah melaksakan kegiatan pengabdian masyarakat, baik community service maupun community development, berjumlah 93% dari jumlah HMJ dan 9% dari jumlah UKM. Teruntuk community development, presentasenya hanya berkisar pada angka 68% untuk HMJ dan 2% untuk UKM, dengan total 31 kegiatan pada tahun 2016. Jumlah ini masih tergolong kecil dibandingkan perguruan tinggi ternama lainnya.

Menurut Fadhil, kendala yang biasanya lembaga-lembaga hadapi dalam melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah dari segi pendanaan, sumber daya manusia, minimnya pengetahuan, dan terbatasnya relasi. Padahal, kendala-kendala tersebut sudah difasilitasi solusinya oleh LK ITB, Kabinet KM ITB, maupun pihak lainnya. Selain itu, Fadhil juga menghimbau kepada lembaga-lembaga untuk tidak membatasi kegiatan pengabdian masyarakat dengan bidang keilmuan atau minat dari lembaganya.

Kemudian, workshop dilanjutkan pemaparan dari Tim Masterplan LK ITB yang melakukan riset mengenai potensi sinergisasi kegiatan-kegiatan pengabdian kepada masyarakat di ITB. Dalam pemaparannya, dijelaskan beberapa alternatif potensi masalah yang dapat dijadikan kegiatan untuk pengabdian masyarakat di kawasan Bandung Raya. Setelah itu, dilakukan pula diskusi bersama seluruh perwakilan lbaga yang dipimpin oleh Syachrial Taufik (Teknik Pertambangan 2012) yang terdiri dari analisis Strength-Weakness-Opportunity-Threat (SWOT) pengabdian masyarakat di ITB serta pengajuan pendapat dan usulan kegiatan yang dapat diterapkan oleh lembaga-lembaga ITB.

Bagi lembaga yang ingin menyampaikan pendapatnya untuk mengevaluasi dan menentukan arah gerak pengabdian masyarakat ITB, dapat mengisi tautan berikut ini: bit.ly/WorkshopPengmas . []

 

 

[KILAS BERITA—Memupuk Jiwa Sosial dari ‘Robin Hood’]

311735

km.itb.ac.id, Bandung – Pada sabtu siang (25/03/2017), Keluarga Mahasiswa Teknik Industri (MTI) ITB bersama dengan PT Paragon Technology and Innovation menggelar sebuah acara seminar dan pameran Robin Hood di Aula Barat ITB. Bekerja sama dengan Departemen Sosial MTI ITB, acara yang bertemakan pengabdian terhadap masyarakat ini merupakan perwujudan tanggung jawab sosial atau Coorporate Social Responsibility (CSR) dari perusahan Paragon. Pada seminar yang bertajuk Community Empowerment, turut dihadirkan pula para pembicara dari kitabisa.com, indorelawan.org, serta Pengajar Muda angkatan XI. Acara Robin Hood ini sendiri merupakan suatu acara puncak dari dua rangkaian perlombaan antarhimpunan mahasiswa jurusan (HMJ) ITB bertema pengabdian masyarakat, yaitu Community Service Ideas Competition dan Community Service Exhibition.

Pada Community Service Ideas Competition, para peserta menawarkan dan mempresentasikan ide-ide pengabdian masyarakat mereka untuk dilombakan, hingga kemudian hadiah yang diberikan pun akan dimanfaatkan untuk membiayai ide-ide dari para pemenang terpilih. Juara 1, 2, dan 3 dari lomba ini pun secara berurutan diraih oleh Lantana Camara dari Himpunan Mahasiswa Farmasi (HMF) ITB, Blue Horns dari MTI ITB, serta RBC dari Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (HIMATEK) ITB.

Pada Community Service Exhibition, para peserta melombakan dokumentasi pengabdian masyarakat dari masing-masing HMJ dengan hadiah renovasi sekretariat HMJ yang menang. Pada perlombaan exhibition ini, gelar juara pun diraih oleh Himpunan Mahasiswa Informatika (HMIF) ITB. []

 

 

[KILAS BERITA – Sri Mulyani Kupas Tuntas Soal APBN di Hadapan Mahasiswa ITB]

311736

km.itb.ac.id, Bandung – Untuk kesekian kalinya, ITB berhasil menghadirkan sosok istimewa dalam mata kuliah Studium Generale (SG) KU4078. Tak terkecuali pada Jumat (24/03/2017) kemarin, riuh suara terdengar sejak pukul 15.30 dari arah Aula Barat ITB. Sorak ramai mahasiswa memenuhi gedung historis tersebut berkat kehadiran Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati S.E., M.Sc., Ph.D., yang kembali aktif menjabat sejak Juli 2016 lalu. Bukan hanya peserta SG saja yang hadir, melainkan mahasiswa non-peserta SG pun dapat turut menyimak. Hal ini menjadi bukti bahwa antusiasme mahasiswa ITB terhadap isu-isu nasional pun patut diacungi jempol.

Acara semula dibuka dengan sambutan dari Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Kadarsah, DEA, dan beralih ke moderator, yakni Dr. Miming Miharja, S.T., M.Sc., Eng., yang memaparkan sedikit latar belakang pendidikan Sri Mulyani. Pada kesempatan ini, Sri Mulyani mengangkat tema ‘APBN untuk Membangun Generasi Bangsa’ dan mengawali dengan pemaparan realitas perekonomian Indonesia kini.

Faktanya, Indonesia menemukan momentum perbaikan di bidang ekonomi dalam kurun sepuluh tahun terakhir, dengan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia relatif stabil, yaitu di atas 5.0. Namun, di tahun 2009, terjadi global financial shock, yaitu suatu kondisi akibat sulitnya keadaan ekonomi konsumen maupun pasar.

Sebagai bukti nyata kerja, Sri Mulyani memaparkan penyusunan Anggaran Pedapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016 yang dinilai membuahkan hasil, seperti  defisit 2.46 % terhadap PDB, efektifivitas pengimplementasian kebijakan efisiensi pada belanja nonproduktif, dan berjalan dengan baiknya kegiatan prioritas seperti infrastruktur, ketahanan pangan, pendidikan, kesehatan, juga bantuan kesehatan.

APBN ialah instrument utama pemerintah dalam mengelola ekonomi. Pokok-pokok anggaran disusun secara cermat untuk menghasilkan APBN kredibel, pruden, kuat, dan terpercaya untuk kemakmuran bangsa. Untuk membiayai pembangunan dan pelayanan publik, mendukung pertumbuhan, itulah beberapa hal yang menjadi fokus peran APBN. Sumber pendapatan APBN sendiri 86% masih didominasi oleh perpajakan, tak heran pajak masih dianggap sebagai tulang punggung negara.

Kemudian, beliau mengungkapkan pula tantangan perekonomian global seperti moderasi ekonomi Tiongkok, risiko geopolitik dan keamanan, Brexit, dan perubahan iklim. Selain itu, tingkat kemiskinan dan kesenjangan di Indonesia harus dipangkas untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur. Aktivitas ekonomi yang masih terkonsentrasi di Pulau Jawa juga membenarkan adanya ketimpangan antar wilayah.

“Tugas paling berat membangun negeri ini ialah to build trust and integrity,” ujar Sri Mulyani. Beliau pun menambahkan bahwa trust dan integrity memang bukan hal yang kelihatan, tetapi sangat berpengaruh terhadap kualitas dari keputusan.

Hal yang mungkin terkesan sederhana, tetapi sangat esensial ialah ketika Sri Mulyani menjawab pertanyaan terakhir terkait alasan beliau melepas pekerjannya di World Bank dan kembali menjadi menteri keuangan. “I love Indonesia.” singkatnya sekaligus menutup sesi pembicaraan. []

 

 

[KILAS BERITA – Melihat Matahari Bersama Mahasiswa Astronomi ITB]

311737

Menjadi hal yang wajar apabila mata terasa pedih dan silau ketika menatap matahari secara langsung. Namun, pada Minggu pagi (26/03/2017) di Car Free Day Dago, Jl. Ir. H. Juanda, Kota Bandung, masyarakat beramai-ramai melihat sekaligus mengamati matahari dengan leluasa tanpa perlu khawatir teradi kerusakan pada mata. Peristiwa ini terjadi berkat Himpunan Mahasiswa Astronomi (HIMASTRON) ITB mengadakan Observasi Matahari menggunakan teleskop dan kacamata matahari yang terbuka untuk umum.

Astronomi atau ilmu sains yang mempelajari dan mengukur benda dan fenomena di luar angkasa saat ini masih tergolong asing di kalangan masyarakat umum. Oleh sebab itu, HIMASTRON ITB melalui observasi ini ingin memasyarakatkan keilmuan astronomi itu sendiri dengan cara yang menarik dan menyenangkan. Selain pengamatan, dilakukan pula edukasi kepada masyarakat mengenai topik-topik seputar astronomi.

Pengamatan matahari ini dapat dilakukan tanpa merusak mata karena mempergunakan instrumen yang telah dilengkapi perlengkapan khusus. Dengan kacamata matahari, masyarakat dapat melihat matahari secara langsung layaknya melihat langit pada normalnya, yakni berupa sebuah lingkaran kecil seperti koin yang ada di langit. Kemudian, dengan teleskop yang sudah dilengkapi filter matahari, masyarakat dapat melihat matahari dengan lebih jelas. []

 

 

[KILAS BERITA – Menjepangkan Bumi Ganesha]

311738

km.itb.ac.id, Bandung – Sembilan penari keluar dengan membawa naruko sekaligus menarikan odori, tarian tradisional Jepang, yang berjudul Yosajima. Selanjutnya lima orang keluar membawakan odori kedua, yaitu Gekitei. Akhirnya, Gallath Band tampil menampilkan lagu dari RADWIMPS yang berjudul ‘Nan demonai ya’, salah satu soundtrack dari film anime terlaris berjudul ‘Kimi no Nawa’. Tiga penampilan tersebut adalah pembuka dari rangkaian acara yang digelar oleh Unit Kebudayaan Jepang (UKJ) ITB pada “Bunka no Hi” atau Hari Budaya yang berlokasi di Aula Timur ITB Kampus Ganesha pada Sabtu (25/03/2017). Bunka no Hi ini terbagi ke dalam dua sesi, yaitu Festival Jepang pada sore hari dan Malam Drama Budaya pada malam hari.

Selain pertunjukan tari tradisional dan musik, pada festival ini pengunjung dapat melihat berbagai kebudayaan Jepang, mulai dari kotak pensil dengan tulisan kanji, hingga permainan Shogi. Tak lupa ada pameran manga atau komik khas Jepang pada salah satu stan. Manga yang ditampilkan adalah karya dari anggota UKJ divisi Manga yang dibuat secara digital maupun tradisional. Pengunjung juga dapat mencoba membuat gambar digital secara cuma-cuma dengan alat yang telah disediakan oleh panitia. Tak ketinggalan, ada berbagai makanan khas Jepang yang ditawarkan di sudut Aula Timur. Dengan harga yang bersahabat, pengunjung dapat menikmati beragam makanan khas Jepang seperti Kare dan mochi isi strawberry.

Acara pada malam hari dilanjutkan dengan pertunjukan drama yang diiselingi dengan berbagai tarian tradisional dan penampilan dari beberapa band. Bunka no Hi akhirnya ditutup dengan menarikan Bon Odori bersama-sama. []

 

 

[KILAS BERITA – Teknik Kelautan ITB Terima Kunjungan dari Universitas Jerman]

311739

km.itb.ac.id, Bandung – ITB sebagai world class university senantiasa menjalin hubungan kerja sama yang baik dengan berbagai perguruan tinggi dari negara lain. Salah satu bentuk kerja sama tersebut adalah dengan cara saling bertukar informasi dan pengetahuan antarperguruan tinggi terkait. Pada Senin (27/03/2017), Program Studi Teknik Kelautan ITB mendapat kunjungan dari Ludwig-Franzius-Institute for Hydraulic, Estuarine, and Coastal Engineering, Leibniz University of Hanover, Jerman yang dilakukan dalam rangka ekskursi terkait keilmuan teknik kelautan. Kunjungan ini dihadiri oleh beberapa dosen dan mahasiswa Teknik Kelautan ITB, termasuk perwakilan dari Keluarga Mahasiswa Teknik Kelautan (KMKL) ITB.

Di sesi awal, dilakukan pemaparan terkait hasil-hasil riset dari masing-masing program studi, meliputi pula hasil riset dari mahasiswa berupa skripsi dan tesis. Setelah itu, dilakukan pula  sesi penjelasan mengenai program studi masing-masing, yang sama-sama termasuk dalam ranah keilmuan teknik kelautan. Di akhir sesi, dilakukan kunjungan dan peninjauan fasilitas Laboratorium milik Teknik Kelautan ITB, yang salah satunya adalah Laboratorium Gelombang. []

 

 

[KILAS BERITA – Serat Jalma Wanara: Drama Tari Persembahan PSTK ITB]

311740

km.itb.ac.id, Bandung – Perkumpulan Seni Tari dan Karawitan Jawa (PSTK) ITB menggelar sebuah pagelaran drama tari pada Selasa (28/03/2017) di Aula Timur ITB. Pagelaran drama tari tersebut berjudul ‘Serat Jalma Wanara’, yang secara bahasa berarti kisah manusia kera.

Serat Jalma Wanara yang disutradarai oleh Yunida Indira (Perencanaan Wilayah dan Kota 2015) ini bercerita tentang seorang pangeran bernama Raden Mas Notonegoro yang sangat cinta pada salah satu kebudayaan lokal, yakni seni pedalangan. Kecintaan tersebut membuatnya ingin belajar seni pedalangan kepada seorang guru bernama Sri Mahaguru. Sri Mahaguru menyanggupi permintaan untuk mengajarkan seni pedalangan kepada Notonegoro dengan memberinya pantangan Molimo, yang salah satunya adalah larangan untuk menyukai perempuan selama belajar pedalangan.

Namun demikian, pantangan ini dilanggar oleh Notonegoro karena ia menyukai seorang perempuan bernama Dewi Purbolaras. Sri Mahaguru murka saat mengetahui hal ini dan mengutuk Notonegoro menjadi seekor kera (wanara). Di sisi lain, Dewi Purbolaras ternyata adalah seorang pencemburu. Dia selalu iri dengan saudaranya, Dewi Purbosari, yang lihai dalam nembang (menyanyi) dan menari. Kecemburuan ini berujung pada Purbolaras meracuni Purbosari hingga menyebabkan Purbosari kehilangan suaranya. Purbosari yang sangat sedih kemudian mencari penawar ke sebuah hutan dimana ia bertemu dengan Notonegoro yang berwujud kera. Notonegoro kemudian membantu mencarikan penawar tersebut. Berkat kebaikan ini, Purbosari sembuh dan Notonegoro berubah wujud menjadi manusia seperti sediakala.

Kemudian, Purbosari dan Notonegoro kembali ke padepokan. Purbolaras sangat marah mengetahui hal ini. Dua saudara pun terlibat konflik dan berperang. Notonegoro berniat mendamaikan keduanya. Namun, secara tidak sengaja ia malah tertusuk senjata yang dibawa oleh Purbolaras. Purbolaras kemudian pergi dan tidak mau disalahkan atas kematian Notonegoro, sedangkan Purbosari merasa sangat sedih. Purbosari kemudian bunuh diri dengan meminum racun dengan harapan bertemu Notonegoro di alam setelah kehidupan.

Pagelaran ini merupakan bagian dari rangkaian acara perayaan ulang tahun (tanggap warsa) PSTK yang ke-46. Acara selanjutnya akan diadakan pada 13 April 2017 mendatang, yakni pagelaran wayang kulit yang rencananya akan diselenggarakan di kampus ITENAS. []

 

 

[KILAS BERITA – Epilogue: Pameran Tugas Akhir Para Arsitek Muda ITB]

311741

km.itb.ac.id, Bandung – Ikatan Mahasiswa Arsitektur-Gunadharma (IMA-G) ITB menyelenggarakan acara Epilogue yang bernuansakan ‘Ruang Angkasa’. Epilogue merupakan rangkaian acara Syukuran Wisuda Mahasiswa Arsitektur yang dikemas dalam bentuk Pameran Tugas Akhir. Epilogue sendiri diadakan setiap tiga kali dalam setahun, mengikuti waktu wisuda di ITB. Epilogue kali ini bertempat di Galeri Arsitektur Labtek IX ITB Kampus Ganesha dan berlangsung pada Senin (27/03/2017) serta dilanjut pada Rabu-Jumat (29-31/03/2017).

Pameran Epilogue ini memamerkan tiga belas karya terbaik wisudawan arsitektur April 2017. Karya-karya tersebut disajikan dalam bentuk poster dan maket. Berikut adalah daftar karya yang dipamerkan:

  1. ITB Innovation Park oleh Filino Adrian Rivai;
  2. Gedung Pertunjukan Wayang Orang oleh Setianingtyas Permatasari;
  3. Pasar Kerajinan Tangan “Sederhana” oleh Atika Almira;
  4. Terminal Bus Purabayaoleh M. Ridho Kharisma Putra;
  5. Terminal Bandarudara Radin Inten II Lampung oleh Nurul Azizah;
  6. Stasiun Intermoda Joyoboyo oleh Fadhil Hafidz Sadewo;
  7. Stasiun Penelitian Kareumbi oleh Nurmalina Kusmawati;
  8. Redesain Pasar Palasari oleh Jovita Calista Romauli;
  9. Reimaging Kemang: Art Village As Public Space oleh Nabila Abyani;
  10. School of Cinematography oleh Bimo Wicaksana;
  11. Bandung Fashion School oleh Widi Auliagisni;
  12. Perpustakaan Pusat Unika Atma Jaya Kampus BSD oleh Karen Unity; dan
  13. Perpustakaan Kota Bekasi oleh Bethania .

Memasuki ruangan, pengunjung disambut oleh tulisan “Epilogue” dan sebuah video pengantar tentang Epilogue. Bernuansakan Ruang Angkasa membuat Epilogue memiliki daya tarik tersendiri bagi pengunjungnya. Ruangan yang sengaja di-setting gelap dengan tambahan bintang-bintang menambah kuat nuansa ruang angkasa pada pameran tersebut. Selain itu, pengunjung ditemani pula oleh Soundtrack Film Star Wars yang memberikan suasana ruang angkasa.

Epilogue tak hanya sekadar pameran karya semata. Epilogue juga dijadikan sebagai ajang pencarian karya terfavorit yang hasilnya akan diumumkan pekan depan.

Antusiasme pengunjung pun tidak hanya berdatangan dari Massa Kampus ITB, tetapi juga dari beberapa kampus di Kota Bandung. []


 

Sebarkan!

1 thought on “Maret Ini di ITB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *