BANDUNG, km.itb.ac.id – Pameran proses dan karya pra-tugas akhir mahasiswa Program Studi Seni Rupa FSRD ITB digelar di Galeri Soemardja FSRD ITB mulai Rabu (27/12/2017) hingga Jumat (12/01/2018). Bertajuk “Work In Progress”, pameran ini pada mulanya digagas oleh Koordinator Program Workshop Pra-Tugas Akhir, yaitu Dosen KK Estetika Seni Rupa FSRD ITB, Kiki Rizky Soetisna Putri, S.Sn., M.Sn., dibantu dengan Akmalia Rizqita (SR’14) selalu Asisten Koordinator.

Keberlangsungan pameran tak jauh dari peran Titarubi, perupa perempuan yang menjadi mentor/pembimbing mahasiswa dalam kegiatan ini. Titarubi pun turut andil dalam menentukan nama pameran “Work In Progress”.

Ada 13 karya dari 13 mahasiswa program studi Seni Rupa ITB yang berpartisipasi dalam pameran ini,
Abbarina Cempaka, Arief Kurniawan, Anzila Nuril, Abdul Kariim, Dewi Nurlaela, Dimyra Astri, Ephraim Tan, Herdini Aprilia, Immartyas, Indigo Jenar, Mika Reksowardojo, Nadzifa Hidayati, dan Zakiy Zulkarnaen. Karya-karya yang dipamerkan belum menjadi karya final, tetapi masih karya eksplorasi untuk nanti dilanjutkan menjadi karya tugas akhir mereka.

Sebagian besar mahasiswa mengangkat tema yang bersifat personal untuk karyanya sehingga tantangannya adalah mentransformasikan permasalahan personal tersebut menjadi permasalahan publik yang penting bagi orang banyak melalui suatu karya seni.

 

Selain memamerkan karya pra-tugas akhir mereka, tujuan diadakan pameran ini juga sebagai ajang untuk meningkatkan antusiasme dan keseriusan mahasiswa dalam menggarap karyanya sehingga dapat dinikmati publik.

Sebelumnya, karya pra-tugas akhir hanya bersifat eksplorasi dan dipamerkan di studio masing-masing atau bahkan tidak dipamerkan sama sekali, hanya diperlihatkan pada dosen untuk dinilai.
Banyak juga mahasiswa yang menemui jalan buntu sejak pra-tugas akhir karena kejenuhan di studio atau adanya ketidakcocokan dengan dosen studionya sendiri. Oleh karena itu, program ini menghadirkan dosen tamu yang bertindak sebagai mentor para mahasiswa, seorang perupa yang aktif berkarya di medan seni nasional dan internasional, Titarubi. Dengan kehadiran Titarubi, harapannya dapat memberi perspektif baru bagi para mahasiswa dan melatih konsistensi serta pertanggung-jawaban mahasiswa atas gagasan karya mereka.

 

“Mahasiswa diharapkan dapat lebih kreatif dan kritis dalam mengolah gagasan, tidak hanya terpaku pada apa yang diajarkan di studio, karena pada nyatanya metode berkarya di luar kampus sudah berkembang begitu luasnya. Program ini juga diharapkan dapat melatih kemampuan berargumen mereka dalam mempertanggungjawabkan karya sebelum terjun ke medan seni yang sesungguhnya.” ujar Akmalia Rizqita (SR’14) memaparkan harapannya setelah dilaksanakannya pameran ini.

Kementerian Media dan Informasi
Kementerian Koordinator Komunikasi dan Informasi
Kabinet Suarasa
KM ITB 2017/2018

#Suarasa
#SuarkanAsaSuakanRasa