Sabtu, 2 Februari 2019, STEMA menggelar pentas teater musikalnya yang berjudul Ratna Manggali di Teater Tertutup Dago Tea House. Digelar dengan dua sesi, pementasan ini mengundang antusiasme yang baik dari penonton.

Cerita berawal dengan diusirnya seorang wanita bernama Calon Arang yang menjanda karena suaminya meninggal. Ia memiliki seorang anak yang masih bayi. Dengan kasih sayangnya pada anaknya, ia berdoa pada dewa-dewi agar diberi pertolongan. Rupanya, Betari Durga mendengarkan permintaannya dan memberikan Calon Arang kekuatan yang menjadikannya penyihir.

Beberapa tahun berlalu, putrinya kini telah besar. Ratna Manggali, panggilannya, berteman baik dengan Janitra yang seringkali mengingatkannya ketika melakukan hal-hal yang memperburuk keadaan. Sang Ibu pun mengatakan harapannya pada anaknya agar lekas mendapatkan jodoh dan Ratna Manggali menjadi sedih karena ia tak punya teman selain Janitra, orang yang berguru pada ibunya pun hanya menunduk ketika bertemu dengannya. Ketika mengambil untuk ritual, Ratna Manggali bertemu dengan seorang pemuda tampan dan gagah bernama Bahula. Rupanya, mereka saling hatuh hati. Usai saling bersahutan menyanyi, Ratna Manggali pulang.

Dari itu, mulailah muncul itikad buruk dari Ratna Manggali untuk bisa mendapatkan Bahula. Ia pun menghasut ibunya untuk menghancurkan warga desa dengan menuduh mereka menghinanya. Calon Arang yang marah kemudian menyerang warga desa dan kabar mengenai serangan dan sebabnya pun terdengar sampai Mpu Barada yang merupakan tangan kanan kerajaan. Bahula yang dianggap anaknya sendiri pun menyadari bahwa cara untuk menghentikan amarah Calon Arang adalah dengan menikahi Ratna Manggali. Mpu Barada pun menyetujui niat Bahula dengan syarat untuk mencari cara agar Calon Arang dapat dikalahkan. Bahula pun mengalami pergolakan batin akibat permintaan tersebut, namun cintanya pada Ratna Manggali tak terganggu dan akhirnya mereka menikah.

Calon Arang pun terheran-heran mengapa Bahula ingin menikahi anaknya yang “dihina” akan terus sendirian selama hidupnya. Sayangnya, bukan hanya Bahula yang ingin mencari cara agar Calon Arang dapat dikalahkan, tapi Ratna Manggali yang merasa bahwa semua yang menimpa dirinya disebabkan oleh ibunya yang merupakan seorang penyihir. Ia pun memberitahu Bahula rahasia ibunya yang ada pada kitab yang selalu dipegangnya. Bahula pun mengambilnya dan membawa kitabnya pergi.

Sadar kitabnya dicuri, Calon Arang membuat Ratna Manggali pergi dengan memerintahnya untuk mengumpulkan warganya dan menginterogasi Bahula yang baru saja pulang. Bahula yang mengakui perbuatannya pun terus memohon ampun atas kelancangannya dan menjelaskan maksud baiknya (ingin menghentikan malapetaka yang ada dan membuat semua hidup dengan damai) namun Calon Arang tetap naik darah dan mulai menyerang Bahula. Ratna Manggali dan Janitra pun datang ketika perkelahian ini terjadi. Mpu Barada pun datang dan akhirnya Calon Arang mati di tangannya.

Akhirnya, terungkap bahwa Ratna Manggali mengalami gangguan akibat kesendiriannya dan Janitra hanyalah teman imajinasinya.

Kara Firza yang berperan sebagai Ratna Manggali mengatakan bahwa persiapan pentas ini sendiri sudah dilakukan sejak September 2018. Tantangan bagi dirinya adalah mengenai pendalaman karakter Ratna Manggali yang berpikir negatif di awal dan menjadi berpikiran positif di akhirnya. Makanan berminyak seperti gorengan dan makanan dingin seperti es krim pun menjadi pantangan bagi para pemain untuk menjaga suaranya. Firza pun mengakui bahwa ia terkesan dengan komitmen para panitia dan pemain dalam pementasan ini sehingga pentas bisa dilangsungkan.

Tidak sempat menonton penampilan kemarin? Tunggu pementasan STEMA selanjutnya!

Kementerian Media dan Informasi
Kemenkoan Komunikasi dan Informasi
Kabinet ‘Senurani’ KM ITB 2018/2019