RILIS RESMI AKSI KM ITB DAN IKM UI PADA TANGGAL 19 MEI 2017

RILIS RESMI AKSI KM ITB DAN IKM UI PADA TANGGAL 19 MEI 2017 

Jakarta, km.itb.ac.id – Aksi anti serampangan yang dikolaborasikan antara KM ITB x IKM UI di depan Gedung MPR/DPR/DPD pada tanggal 19 sudah dilaksanakan. Aksi yang dihadiri 230 orang ini diakhiri dengan orasi dari Ardhi Rasy Wardhana selaku Ketua Kabinet KM ITB serta Syaeful Mujab selaku Ketua Bem UI. Keduanya memaparkan hasil yang diperoleh dari pertemuan dengan pimpinan MPR dan wakil-wakil rakyat. 

Pertemuan dengan wakil rakyat telah diatur sepekan sebelumnya dengan mengirimkan surat audiensi kepada Pimpinan MPR RI yang dalam hal ini ditujukan langsung kepada Zulkifli Hasan selaku Ketua MPR RI dan apabila berhalangan akan diwakilkan oleh Wakil Ketua beliau. Dalam hal ini, pimpinan MPR yang tidak berhalangan hadir di gedung DPR MPR ialah Wakil Ketua MPR Pak E.E. Mangindaan. 

Pada Jumat pagi, mendadak Wakil Ketua MPR Pak E.E. Mangindaan membatalkan janji secara sepihak dengan alasan yang tidak jelas bagi KM ITB. KM ITB tetap berusaha untuk dapat menyampaikan aspirasi yang dibawa dengan mencoba bertemu dengan kepala staff beliau. Selain itu, perwakilan dari KM ITB dan IKM UI yakni Presiden KM ITB, Ardhi Rasy dan Ketua IKM UI, Mujab menunggu di pelataran gedung Nusantara 3 untuk dapat bertemu dengan wakil rakyat yang pada hari itu sedang melakukan rapat paripurna. 

Setelah rapat paripurna selesai, muncul pimpinan DPR Pak Setya Novanto dan segera perwakilan KM ITB dan IKM UI mendekati dan berdiskusi dengan beliau perihal aspirasi yang ingin disampaikan. Oleh Setya Novanto, dijanjikan akan bertemu kembali siang hari setelah sholat Jumat. Namun, perkataan Setya Novanto tersebut ternyata hanyalah pemanis saja. Perwakilan KM ITB dan IKM UI yang mendatangi ruangan beliau di lantai 3 gedung nusantara 3 diusir dan disuruh menunggu di lobby oleh aparat keamanan. Negosiasi berlangsung antara mahasiswa dan pihak keamanan bahwasanya perwakilan KM ITB dan IKM UI hanya ingin mendapatkan waktu 5 menit saja untuk menyampaikan aspirasi, namun ditolak mentah-mentah dan didapat kabar ternyata Pak Setya Novanto kabur menghindari mahasiswa melewati pintu tersembunyi kala negosiasi sedang berlangsung. 

Selain berusaha bertemu dengan Setya Novanto, KM ITB dan IKM UI juga mencoba untuk bertemu dengan Pimpinan MPR Pak E. E. Mangindaan yang diketahui tengah berada di gedung Nusantara 3. Bertemu dengan beliau sangat tidak mudah, namun pada akhirnya Ardhi dan Mujab telah berhasil bertemu dengan Pak E. E. Magindaan setelah menunggu di depan ruangan dalam waktu yang cukup lama. Kepada Pak E. E. Magindaan di utarakan mengenai tiga tuntutan KM ITB dan IKM UI. Beliau meminta untuk melanjutkan pembicaraan pada Hari Senin, 22 Mei 2017 jam 11.00 WIB. Di akhir pembicaraan, KM ITB dan IKM UI menyerahkan buku kajian kepada E. E. Mangindaan. 

Selain itu, KM ITB dan IKM UI juga berkeliling ke kantor-kantor fraksi untuk menyampaikan aspirasi. Namun kebanyakan kantor telah kosong, wakil rakyat telah meninggalkan kantor dan enggan untuk menemui perwakilan yang ingin menyampaikan aspirasi. 

 

Kabinet Suarasa 

KM ITB 2017/2018 

 

Sebarkan!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *