Surat Terbuka KM ITB: Dialihkan

Surat terbuka KM ITB untuk pemerintah di situs ini kami alihkan dan dapat tetap diakses di:

bit.ly/suratterbukakmitb

KM ITB merupakan lembaga yang independen secara organisasi dan sikap yang dikeluarkan KM ITB tidak memiliki kaitan apapun dengan ITB sebagai institusi pendidikan.

Narahubung:
Dhika (089674365856)
Iqbal (08562014948)

Kabinet Nyala KM ITB
#NyalaNyalimu

Sebarkan!

253 thoughts on “Surat Terbuka KM ITB: Dialihkan

  • Saya jurusan teknik mesin ITB, angkatan 1997. Saya berkesimpulan bahwa kalian KM ITB yang serampangan. Jangan membuat malu dengan protes mu yang tidak berdasar. Saya juga dahulu Pendemo di Tahun 1998 untuk menurunkan Soeharto. Ada kesimpulan yang perlu kalian pelajari : “Mahasiswa memiliki awaereness seperti para empu tapi sayang sekali mereka tak mengerti apa-apa”. Pemerintah sedang capek cari dana, tapi saat tiket pesawat naik dua kali lipa dari harga normal, apakah kalian selantang ini . Dan masalah harga minyak, apa minyak non subsidi yang harganya sepakat floating harus jadi cakupan Presiden dan harus ttd setiap peubahan. Masalah mengurus STNK, jelas sekali yang naik adalah hanya biaya administrasi. Mengenai dewan kerukunan, memang apa masalahnya dengan itu,karna sekarang banyak sekali gubernur yang pro dengan aktivitas organisasi tertentu, lihat di Medan dan Bandung, apa salah pemerintah membuat dewan yg lebih fokus untuk sementara waktu ?. Kalian jangan serampangan berpendapat dan jangan membiarkan diri kalian di tindih kelompok tertentu dan kemudian dikemudikan sesuai kemauan kelompok tersebut. Mungkin kalian perlu saya kasih fakta, fakta yang harganya mahal. Fakta itu : Sewaktu saya ikut demo 1998 untuk menurunkan Soeharto, saya berharap Indonesia akan lebih baik, tapi saat Soeharto resign 21 Mei 1998, seminggu kemudian harga naik menjadi 3 kali lipat. Harga pecel lele yang dulunya satu porsi 1.250 menjadi 3.500 rupiah. Apa kalian yakin dengan protes serampangan kalian ini mampu meyakinkan arahnya sesuai keinginan yang kalian anggap mulia itu?. Sewaktu harga 1998 itu naik 3 kali lipat, mahasiswa 1998 yang demo hanya bisa gigit gigi. Saya tidak pembela Soeharto sampai detik ini, tapi sayangnya perjuangan kami ternyata tidak sesuai harapan. Alias kami diperkosa dan ditinggalakan tanpa bayaran.

    • Jangan samain jaman ente ama jaman skrg bro, jaman ente emang byk yg produk gagal, byk yg ikutan demo 98 toh juga skrg byk yg ketahuan korupsi, udah di DPR skrg kerjanya juga molor2 aja. mbok ya kalo adik almamaternya gak seide dgn elu ya jgn dipermalukan dgn komen elu yg kyk gini bro, org ngomongin BBM dan hal2 yg berefek ke harga2 yg lain… malah lu bandingan dgn harga tiket pesawat, lu jadinya bandingin stroberi ama jengkol, jaka sembung bro

        • keberanian untuk mengemukakan pendapat secara terbuka patut di acungi dua jempol 👍👍.
          Kalau semua yg di sampaikan ” benar ” itu luar biasa, kalaupun ada salah masih bisa dimaklum karena mereka masih muda.
          Kalian mahasiswa kira2 seumuran anak sy yg bungsu atau mungkin lebih muda dari anak saya , tapi keberanian kalian luar biasa!!
          Lanjutkan bersikap kritis dan idealis ! demi masa depan Indonesia yg lebih baik.

        • Makanya mas chandra manik, bantu adiknya biar suaranya bs sukses merubah Indonesia, pendapat mas seperti itu boleh saja, tp hanya untuk pribadi, tdk bisa mewakili suara rakyat banyak seperti surat dr adikmu itu..

          Mau mas pendukung siapapun monggo, tp kl dengan semua fakta diatas kesimpulannya satu yaitu rakyat sengsara, rakyat Indonesia loh ya, -jika mas tdk merasa sengsara- jangan mematikan semangat yg ingin merubah Indonesia jd lebih baik, jika perjuanganmu di tahun 1998 tdk berhasil, jgn menghujat perjuangan 2017 ikutan gagal.

          Sy sedih baca komen mas chandra karena sikap apatis seperti itulah yg skr ditunjukkan pemerintah kita, agar mas tahu, hati rakyat kecil seperti saya sakit hati!!!

        • Haha teori apalagi tuh? Ada ya siklusnya? Situ udh melakukan studinya? Atau sampeyan punya ilmu cenayang? Atau situ Tuhan ya bisa tau kejadian di masa datang? Sudahlah bro, makin keliatan **** nya anda. Biarkan adik2 kita menyuarakan aspirasi rakyat, mereka pastinya sudah melakukan studi ketimbang ente yg cuma studi tentang pertamax langka (di mana? Kelapa gading ya? Wkwkwk)

          • ini lagi2 si chandra manik terkesan sok ngajari org tapi malah dirimu semakin keliatan d*ngo nya bro, sudahlah, makin anda berargumen, makin keliatan kualitas anda. read more book? sini mana linknya? kasih ka urang? mana? jgn cupa ngomong doang bro, kasih linknya…

          • Masalahnya dunia ga bekerja dengan cara yg sempit. Situ sendiri sudah studi?

            kalau bensin murah tp duit buat bangun pltu ga ada gmn? Biarin aja org pedalaman ga dpt akses listrik gitu? Pemerintah ga usah bangun apa2 yg penting bensin murah kali ya?

            Bangun smelter ga beres2 emang gara2 apa dan siapa sih? Terus biarin aja itu tambang2 nganggur? Yg kerja situ bukan rakyat ya…pemasukannya ga ngaruh ya ke apbd/apbn.

            Ente pada turun ke jalan, bsknya duit investor lari, dolar naik, siapa yg sengsara? Ganti presiden gampang kayak ganti ketua kelas sih ya?

            O tenang rakyat kecil pasti hepi, gitu? Nanti kalau pengganti kurang sreg tinggal demo lagi

        • Mas Chandra. Bgmn ya membuat orang bisa melihat pendulum sejarah ? Pertama yg digerakkan adalah kalangan bawah. Lalu persoalan agama. Kalo masi blm masif. Maka mhsw yg digerakkan. Setelah itu justru mhsw yg dituduh hendak menggulingkan pemerintahan dan dipakai sbg alasan utk membunuh para mhsw yg sedang berjuang. Seandainya saja kemurnian hati bisa dipertahankan.

    • Serampangan disini artinya hanya sesimpel bahwa kebijakan yang diambil bertentangan dengan undang-undang yang sudah ada ataupun ketetapan yang sudah di establish sebelumnya. Bila memang pada akhirnya pemerintah dapat memberikan argumen yang kuat mengapa mereka bertindak serampangan, setidaknya ada alur diskusi yang terbuka antar rakyat dan presiden

    • “I don’t read what I sign”

      apakah itu bukan serampangan namanya om ? itu hanya satu contoh. masih banyak yang lain yg terbungkam oleh media.

    • “I don’t read what I sign”

      apakah itu bukan serampangan namanya om ? itu hanya satu contoh. masih banyak yang lain yg terbungkam oleh media.

      KM ITB, lanjutkan perjuangan. NKRI harga mati. Kembalikan UUD’45 yg asli.

    • Saya juga aktifis angkatan ’98 yang ikut membidani kelahiran FKSMJ (Forum Kesatuan Senat Mahasiswa Jakarta) saat pendudukan gedung DPR/MPR.
      Sudah selayaknya sebagai senior kita mensupport adik2 kita sekarang ini yang mau kembali bergerak setelah lama tertidur pulas sibuk dengan gadgetnya.
      Soal adanya hal2 yang perlu diperbaiki dari protes atau konten yang disampaikan kita tinggal koreksi. teman2 mahasiswa sekarang perjuangannya/gerakannya akan jauh lebih susah dan keras. karena rezim sekarang ternyata lebih represif melebihi zamannya Soeharto. sekarang sikap kritis akan dikenakan pasal Makar.
      So, adik2 mahasiswa. teruslah bergerak.

      • Setuju… sy jg terlibat saat itu.. bung @chandra dg anda bawa2 angkatan disitu kelihatan kesombangan saudara.. saat itu klo boleh tau apa posisi saudara?? Gagal move on gara2 pecel lele?? Bagi teman2 dl seperjuangan apa ingat saat mobil DAMRI kita mogok d puncak?? Tp itu bukti semangat perubahan yg kita usung tanpa mengenal lelah.. jangan Putus Asa adik2ku maju terus dobrak ke bobrokan.. Save NKRI

    • Sepertinya justru KM-ITB yang serampangan buat surat terbuka.Masa surat terbuka sekelas BEM ITB macam status FB fans politik kalah Pilkada gitu. Bahasanya tidak polite, kutip media sana-sini, banyak pakai pengingkaran meski,memang,tetapi. Hayo ditingkatkan lagi Divisi Kajiannya!, Pengurus tahun ini jangan buat Malu Alumni!

    • Kalau Lu Chandra Manik mau protes, silahkan buat “ARGUMEN dan Artikel Sendiri”

      Mampu “SAMPEYAN ???”

      Lihat mukadimah, adanya kebebasan Berpendapat warga Negara.

      Selama isinya bener kenapa kamu KEBAKRAN JENGGOT ??

      Situ Pendukung KIM JONG UN Ya ?

    • Saya berkesimpulan, dari komentar bapak yang jauh dari relevan, cenderung aneh dan memaksakan membela yang satu dan berusaha mempermalukan adek2nya sendiri (apa iya?), bahwa bapak, anda ini yang serampangan.

    • Mas Chandra Manik, anda telah membuat tuduhan kepada adik adik anda, saya kutip pernyataan anda: “Kalian jangan serampangan berpendapat dan jangan membiarkan diri anda ditindih kelompok tertentu dan kemudian dikemudikan sesuai kemauan kelompok tersebut”.

      Sebagai lulusan ITB, anda wajib menjelaskan tuduhan tersebut, buktikan bahwa tuduhan anda benar, siapa kelompok yang anda maksud???

      Jika tidak, saya meyakini bahwa anda memang orang yg layak:
      Gigit jari, diperkosa, dan ditinggalkan tanpa bayaran, seperti yg anda sampaikan sendiri di bagian akhir komentar anda. Saya merasa prihatin

      G. Prayoga

    • Kalau sudah non subsidi bagaimana logikanya ditarik subsidi nya?.

      Saat harga bbm non subsidi bulan lalu hanya terpaut 400 rupiahan dengan premium apakah premium langka ?

      Malah saya menemukan banyak kasus pertamax habis. Kita jadi rakyat jangan egois.

        • maaf mas candra, saya dari sumedang, disumedang yang masih meyediakan premium hanya yang almasoem saja itu pun hanya 1-2 pom, sisanya tidak ada.. belum lagi ngantri dan habis stok… harusnya mas liat bahwa lambat laun premium akan hilang,, masa sih nggak engeh ah…

      • Kocak nih org, pertamax langka? Lu tinggal di mana sih bro? Lu liat dong kondisi di Sumatra. Makin keliatan asal jeplak elu bro, Indonesia itu luas bro, jgn cuma krn Indonesia bagian elu ada pertamax langka trus elu nyimpulin pertamax langka ketimbang premium

          • sok ngomong ikut nurunin suharto segala. ORANG INI SONGONG DAN SOMBONG. Apalagi pakai ngecam2 mahasiswa yang kritis, dia sendiri yang MABOK WHATSAPP.

          • Jakarta? Pertamax langka? Mimpi mungkin kau bro. Tiap hari saya isi Pertamax ada dimana-mana kok. Mungkin Pertamax sebelah rumah kau saja bro bukan pertamax dimana-mana langka…

          • Tuh kan, org jakarta toh…. wkwkwk, ente tinggal di secuilnya pulau jawa, seenaknya aja meng-general-kan se-Indonesia, sudahlah tong, makin keliatan kualitas anda, seperti kata alumni yg lain, seolah sok “aktivis” tapi -sorry to say- otaknya kurang dipake

          • chandra,

            bikin malu aja ente bro,

            kesombongan dan senioritas anda terlihat di komen anda, terlihat juga oemikiran yg kolot 🙂

      • jangan liat disatu sisi aja, mungkin km, ya kamu. cman liat dipom A, gk liat di pom B dan C. coba juga ke daerah lain juga, banyak yg menderita juga krna jokowi.

      • Mas chandra kerja dimana? Semangat dukung pak pres nya sungguh warbyasah 😉😉

        Anda tau pertamax habis krna mau beli pertamax ya? Sy sih ga pernah tau kl pertamax laku, krna pertama sy ga pernah beli pertamax kecuali dl salah antrian, kedua karena di daerah sy antrian pertamax selalu kosong gada yg beli.. Hehehe

      • Saya tinggal di tapanuli selatan Sumatera Utara. Sudah beberapa hari ini ke SPBU, selalu ngeliat “Premium HABIS”
        maaf mas, kami yang dipelosok ini susah nemu Premium sekarang2 ini….

      • di tempat saya aja sekarang yang cepet abis, pertalite sama pertamax mas, soalna premiumnya udah ngak ada, alias ngak dapat jatah lagi, seklaipun ada langsung ludes, jadi dengan terpaksa motor di isi pertalite. coba mas bayangkan kalau harga minyak mentah sekarang sama seperti jamannya SBY di atas $ 100 dolar per barrel. bisa bisa harga pertalite 12 rebu tanpa subsidi .

      • Candra manik alumni ITB yg tidak pro rakyat….
        Jelek aahh….. Sama yunior juga dak sepaham…..Keluar aja dari alumni ……

        • kalo uang sudah berbicara ya beda bro… hidupnya dia udah berkecukupan kali ya… atau mungkin koleganya si “itu” ah sudahlah, ga guna juga sih nanggepin manusia bebal sok aktivis kayak dia hehehehe

    • Sy alumni ITB 2013, sy mendukung kebangkitan mahasiswa, mhs yg berani menyuarakan kebenaran, yg logikanya jalan, yg tidak hanya peduli prestasi, tapi peduli umat

  • Yusril Achmad Narendra,

    Assalamualaikum,

    Apa yang kita lakukan untuk turun ke jalan adalah tepat . Banyak sekali yang harus dibenahi bahkan dipertanyakan kondisi negara saat ini . siapa lagi yang akan berani bersuara selain kita Mahasiswa . Selain yang disebutkan 5 bagian pembahasan diatas , banyak lagi sebetulnya yang ini sangat sangat kritis terjadi di sebuah negara yang katanya merdeka.

    1. Saat ini banyak sekali TKA Tiongkok yang bekerja di Indonesia , yang katanya itu hanyalah turis , apakah itu memang benar turis ? dengan badan tegap seperti seorang militer . Jumlahnya, jutaan orang TKA China yang ada di Indonesia ” http://nasional.kompas.com/read/2016/12/24/14435601/dirjen.imigrasi.ungkap.data.wn.china.yang.keluar-masuk.indonesia

    Pertanyaannya . apakah ini bukannya membahayakan Indonesia ?

    2. Isu PKI di Indonesia , bagaimana menurut teman teman ? isu ini sudah rame dimana mana dan memang benar adanya . lalu apa tindakan pemerintah ? Aparat TNI dan polri awalnya menahan mereka, tetapi menurut Presiden “Jangan terlalu lebay , Ini negara demokrasi “, bahkan beberapa hari ini Aparat akan menangkap orang yang mengisukan adanya PKI ini ? what , skenario apa ini ? bukannya harusnya senang aparat kita menangkap mereka, itu artinya adanya bahaya yang terjadi . kemudian mata uang baru kita yang berlogo palu arit , apakah ini sebuah kebetulan belaka, skenario apakah ini ? apakah PKI sudah menguasai pemerintahan kita sehingga mata uang yang merupakan nilai sebuah negara harus berlambang palu arit / PKI

    3. Belakangan ini , Presiden meminta BUMN dipimpin oleh orang asing
    lohh, ini bukannya sangat bahaya ?? BUMN adalah perusaan kita, aset kita , harta kita kenapa diserahkan orang bukan kita ?

    4. Belakangan ini juga , Menko Maritim memperbolehkan orang asing untuk mengelola Lahan di negara kita . ini maksudnya apa ? bukannya itu sama dengan menjajah.. orang kapal asing yang berlayar di laut indonesia harus diusir bahkan beberapa kali diledakkan kok ini malah memperbolehkan negara mengelola lahan kita . ini namanya menyuruh negara lain menjajah negeri sendiri secara sah.. Ingat apa yang dilakukan pejuang kita adalah mengusir penjajah dari negara kita, bukan menyuruh menjajah !

    Sebenarnya banyak sekali keganjalan keganjalan yang terjadi di negeri ini , kita harus melek teman teman .

    Wassalamualaikum,

    • Waalaikumsalam

      Perkenalkan saya alumni dari saudara jauh ITB yaitu ITS.

      Kebetulan saya juga merasa resah dengan kondisi negara yang ada saat ini. Saya merasakan terlalu banyaknya indikasi – indikasi skenario politik yang dimainkan oleh petinggi – petinggi negara maupun orang – orang berkepentingan khusus. Sehingga saat ini kita susah untuk mencerna mana yang sebenarnya kenyataan ataupun sandiwara ataupun hoax. Sekarang ini saya melihat terlalu banyaknya berita – berita yang sepertinya itu asli tapi ternyata hoax, dan berita yang sepertinya hoax tapi ternyata asli.

      Belum lagi permasalahan rasis yang semakin lama semakin meresahkan. Seakan – akan kaum mayoritas menindas minoritas dan kebalikannya.

      Serta untuk permasalahan PKI sendiri pun, saat ini semakin berani untuk bersuara dan menampakkan diri bahwa mereka PKI (saya memiliki teman pada salah satu media sosial yang dia secara bangganya mengaku bahwasannya dia seorang komunis dan menjelek – jelekkan agama tertentu dengan bangganya)

      Semoga kita dapat sama – sama mencari jalan keluar secara damai dan tentram agar dapat mengembalikan suasana harmonis pada negara kita tercinta ini dan keadilan dapat tercipta.

      Salam

  • Maaf nih …

    Kalian … menggunakan kata “SERAMPANGAN” ke Presiden, itu hanya membuat malu ITB saja
    Anda ini bicara ke Presiden bukan ke anak kecil, ABG, atau se-level kalian.

    1. Memang sehebat apa sih PENGETAHUAN kalian tentang TATA KELOLA PEMERINTAHAN ?
    2. Sebesar apa sih Organisasi yang pernah kalian Jalankan atau kalian PIMPIN ?
    Memangnya pernah memimpin Organisasi dengan Jumlah 50.000 orang saja ?
    3. Lalu …. dengan adanya 5 ( Lima) bagian kritik, yang kalian sampaikan itu, apakah sudah dapat menyimpulkan kalau Pemerintah itu “SERAMPANGAN” ?

    Kalian itu disuruh kelola KEBUN BINATANG yang ada di samping kampus ITB ( Ganesha 10 ) saja belum tentu kalian mampu.

    Kalau ingin mengkritik presiden, silahkan! Tapi gunakan kata yang sopan.

    Ini adalah arti kata serampangan, yang saya ambil dari link :
    http://www.kamuskbbi.id/kbbi/artikata.php?mod=view&Serampangan&id=59603-arti-maksud-definisi-pengertian-Serampangan.html

    Sangat Arogan dengan menyebut kata “SERAMPANGAN”. Konsultasi dulu lah dengan Ahli Bahasa !

    Utama Brata
    Fisika 86, ITB

    • ah bapak gimana sih,
      ahok aja yang pakai bahasa kasar sehari harinya masih banyak pendukungnya, bahkan setelah menistakan agama juga gak dipenjarakan juga sampai saat ini, masa kita cuma pakai satu kata itu untuk pembuka surat aja bapak koar-koar nyambung nyambung ke kebun binatang…. hehehehehe

      • duh mas/mbak, apa hubungannya topik yang dibahas dengan ahok ?
        konsisten dong dengan topik yang dibahas, jangan keluar dari topik yang ada

      • Ya elah ngomongin siapa nyambungnya ke Ahok lagi. Emang dasar barisan sakit hati.
        Konteksnya beda, MY207.
        Di sini KM ITB ingin kritisi Presiden. Posisi dan kapasitas antara KM ITB dengan Presiden jelas jauh berbeda, jam terbang dalam berorganisasi juga berbeda. Ngga ada hubungannya dengan Ahok. Kalo sakit hati perkara Ahok jangan disambung2in ke isu lain.

      • Karena Ahok berkata kasar apakah kita juga bebas berkata kasar? jika seperti itu kita tidak berbeda dengan orang yang kita anggap tidak baik. Lagi pula jika semua orang berprinsip seperti itu maka satu penguasa berkata kasar berarti melegalkan semua orang untuk bisa berkata kasar? Hal yang membuat perkataan kasar tidak berhenti malah efeknya menjadi berlipat ganda.

        BTW kenapa jadi dibawa ke Ahok ya? disebutkan juga menistakan agama? pemikiran saya yang lugu ini menyimpulkan ketidaksukaan anda terhadap Ahok 😀 😀 😀

      • serampangan – sembarangan – membabi buta..

        bapak pernah baca berita ga?
        yang pak presiden bilang ” saya tidak membaca apa yg saya tandatangani”
        apa itu tidak SERAMPANGAN?

    • komen terlucu sejauh ini yang saya baca.
      yang pertama kepada mas Utama Brata yang saya hormati, sebelum anda komen lebih lanjut sebaiknya anda nonton ini dulu mas https://www.youtube.com/watch?v=QYf3A3kgdJE disitu dijelaskan apa itu kritik dengan bahasa yang telah disederhanakan sedemikian rupa yang bahkan dapat dimengerti anak SMP sekalipun. Anda mengkritik surat terbuka ini? memang anda bisa buat surat terbuka yang lebih bagus?!! heuheuheu

      yang kedua, ngapain sampean repot2 ngasih link kbbi, itu diposternya juga udah dijelaskan definisi serampangan menurut KBBI.

      Yang ketiga, kami (Anak2 ITB zaman sekarang) diragukan dalam hal kelola kebun binatang?!!! what the..?!! ini mau ngecounter malah lawak, jaka sembung naik ojek mas.

      Hamba Allah
      ITB 2013

    • Bapak Utama Brata ni ketauan gak pernah organisasi sepertinya atau mungkin dulu cuma mhs kupu2 yaaa.
      Simpel aja deh.ciri mahasiswa itu kritis.
      Ya jika menurut mereka ada yg kurang tepat di sistem, mereka usulkan koreksi.namanya juga aktivis.
      Wajar di setiap era pemerintahan ada kritik.
      kalo ditanya sbrapa.besar mimpin organisasi dan prnah mmpin 50rbu org., lah Lu kira mereka ketua serikat buruh apa? *lucu
      Trus Apa hub nya smpe bandingin ngurus kebun binatang.hahaha*aneh..
      ya mreka hanya bisa kasih koreksi sesuai kemampuan mereka.
      Beda ama orang tua kyk bapak noh…paling juga bapak dulu gak ngrasain jaman NKK BKK.hehe
      Udah deh pak..sbg senior tuh kawal adik2nya. Bkn pake analogi2 lucu 🙂

    • Yth Bapak Utama,

      Penggunaan kata serampangan sudah cukup baik jika tidak ingin kata yang lebih buruk lagi untuk menyiratkan kepedihan kami sebagai rakyat Indonesia.

      Jika menurut Anda yang sudah sangat senior ini, junior Anda masih belum becus buat protes ke pemerintah, wajar karena mereka masih mahasiswa, bukan kapasitas mereka untuk mengelola negara, buat apa ada presiden?? Dan jika Anda bilang junior anda ini ga bener, tolong kasih tau kami atau ke presiden sekalian yang bener mengelola negara itu seperti apa?

      Hatur nuhun

      Ps: sy bukan anak itb

    • Saya rasa mereka akhirnya memutuskan memakai kata itu dalam surat, karena menilik personal lawan bicaranya juga.

      Coba saja apakah dgn kata sedemikian akan ditanggapi juga atau bagaimana kelanjutannya?

      Semangat yaa ITB ^^

  • Salam. Saya alumni Arsitektur ITB angkatan 2004. Maaf saya agak bingung dengan bahasa-bahasa yang dipakai dalam surat terbuka ini. Apakah tidak dikaji dulu tata bahasanya?

    Dari atas saja sudah menunjukkan sikap tidak hormat. Kalian menulis “Kepada Joko Widodo”. Apakah sulit menuliskan “Kepada yth. Bapak Joko Widodo”? Setidaknya dari awal tunjukkan itikad baik. Sikap hormat.

    Kalian mau kritis silakan, tapi tunjukkanlah sikap yang baik. Apalagi mengatasnamakan instansi dan orang banyak (seluruh mahasiswa ITB).

    Isinya saya agak malas bacanya walau akhirnya saya baca sampai habis. Saya cukup mengerti maksudnya setelah harus baca berulang-ulang karena tata bahasa yang amburadul.

    Semoga kalian bukan hanya bisa ngomong doang. Semoga setelah lulus, kalian yang terlibat dalam penulisan surat ini bisa betul-betul berguna.

    Terima kasih dan salam.

    • menurut saya sih itu sudah sopan kok…Mengguanakan kata Kepada…dan ini bentuknya adalah surat terbuka, bukan surat resmi. jadi gak perlu ada penggunaan YTH segala ( kalau mau ada sih monggo ). Juga dalam Surat Resmi sekalipun penggunaan Kepada Yth itu hiperbola, kalau kepada ya kepada aja, yth yaa yth aja…gak usah pake 2 kata itu…
      Kritikan dari Surat terbuka ini sangat baik, bahak terlalu sopan kalau untuk mengkritik…( menurut saya )…malah kurang “pedes” sih bahasanya,
      mas Arman ( Wu Liang Huan ) kalau mau baca surat ini tuh harus dengan kepala yang bersih hati yang jernih dan pikiran yang suci…biar mudah nyerap maksudnya…hahahah
      salam damai

    • Menurut TTKI yang saya dapatkan, apabila sudah menggunakan kata “Kepada” maka tidak disertai dengan kata “Yth.”, begitu pula sebaliknya. Terima kasih.

    • duh mas, dulu TTKI-nya dapet berapa sih? seingat gue nih ya, kalo udah pake Kepada, ga usah pale Yth. lagi, hihihihi… sok punya manner tapi jadi keliatan **** nya

  • Yang mendukung dan yg tida mendukung. harus berkaca, siapa teman-teman anda selama 20 tahun terakhir? apakah hedonis, pragmatis, religius, sekuler, liberalis. Itulah yg menjadikan perbedaan pendapat mengenai surat terbuka ini.
    Saya dukung surat terbuka ini.

    Indra FT ’00

    • Nah yang ini saya sependapat, Saya juga mendukung KM ITB menguarkan Surat Terbuka ini, masalah sependapat atau tidak “take it easy aja” beda kepala beda pemikiran, yg penting adik2 kita berani menyuarakan pendapat nya seperti para senior nya dulu

      Dimas PN 00

  • Sy alumni GD 83, MERASA SANGAT MALU membaca ” surat serampangan “, surat terbuka kalian, tdk berdasar dan dikaji secara mendalam….
    Mau jadi apa bangsa ini kalau kalian yg kata orang para calon prmimpin msa depan tapi tdk mencerminkan pikiran yg jernih dan genius dalm menyikapi masalah bangsa ini
    Malah terbawa arus tergerus suara yg tdk dapat dipertanggung jawabkan
    Dimana kebesaran GAJAH DUDUK sekarang ? Tinggal puing2 retak yg tidk mencerminkan otak pemimpin yg baik dan terasah
    Sedih……

    • @Bapak Sukanto:
      Bapak yang sepertinya mampu berpikiran jernih dan genius dalam menyikapi masalah bangsa ini, bisakah Bapak menyampaikan pikiran bapak yang tidak terbawa arus bla bla bla itu???

  • Kalian mahasiswa hebat. Kalian sudah berpendapat benar. Semoga Indonesia kedepannya tidak dipimpin oleh pemimpin yang serampangan seperti saat ini. Ganbatte.

  • Saya alumni T.Lingkungan 2008.
    Kalau surat terbuka bebas dikomenin kan ya?
    Cuma mau komen 2:
    1. Kenapa gak bilang sebagai mahasiswa ingin ikutan mencicipi harga BBM yang murah sih? Kalau harga naik, bukannya diharapkan ada perubahan perilaku konsumsi ya? kan banyak alternatifnya: sharing kendaraan, angkutan umum, sepeda, jalan kaki, macem2.

    Oh ya mungkin saya lupa, kalau parkiran motor di kampus udah padet banget dan parkir mobil kadang2 sampai bikin jalan depan kampus macet.

    2. Kalau saya perhatikan, “Tidak sesuai dengan UUD 1945” sering diulang. Lalu, kalau dirasa kebijakan sekarang ga sesuai, lalu model seperti apa sih yang harusnya diikuti supaya sesuai dengan UUD 1945? selama ini kemana aja, kok bersuara kalau sudah ada trigger begini? Kenapa gak kalian bikin surat terbuka isinya proposal model kebijakan yang lebih sesuai? Itu bisa dijadiin bahan TA lho, kalau tertarik.

    Ini masukan aja, no hard feeling. Masih banyak jalan solusi lain yang bisa ditempuh, selain protes.

  • Saya alumni its 1998 t. Mesin. Sebagai kaum intelektual semestinya menyuarakan yg seharusnya untuk kepentingan rakyat dan negara. Maju terus.

  • Akhirnya setelah sekian lama tidak melihat kajian kritis dari KM ITB, mulai muncul kajian analisis menarik dari KM. Terlepas dari kontennya, kalian harus berani bersikap meskipun banyak org tidak suka. Dalam gerakan itu sudah biasa.

    Dari apa yang saya baca memang miris melihat tindakan pemerintah untuk menaikkan harga2 kebutuhan dasar yang memiliki dampak domino. Sebagian besar orang yang memiliki pendapatan berlebih tentunya tidak bisa merasakan penderitaan masyarakat kelas bawah. Namun bagaimanapun juga pemerintah menjalankan peran secara kolektif dan kolegial. Saya harap kedepan poinnya juga bisa ditujukan kepada menteri atau kepala terkait karena jika langsung kepada presiden ekskalasinya terlalu tinggi. Meskipun begitu saya senang dengan kajiannya. Teruslah bersikap kritis karena itulah sejatinya karakter mahasiswa!

    Salam Ganesha!

  • KM ITB itu siapa aja sih? Beneran ini semua isi pikirannya? Beneran ini semua isi hati masyarakat?
    Bukannya masyarakat terdekat capek sama mobil kalian yg ada dimana-mana?

    – 15508006 25513303

  • Terima kasih km.itb yang telah menyuarakan kegelisahan masyarakat, terima kasih alumnus itb yang juga ikut aksi saat menurunkan soeharto karena telah membagi pengalaman dan efek dari kejadian ’98. Semoga negeri kita dilindungi oleh tangan-tangan yang ingin memiskinkan negeri ini, semoga Allah melindungi dan memberi keselamatan untuk kita semua, amiin

  • Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) menunjukkan bahwa hanya 17,8 persen pengguna listrik 900 VA saja yang berhak menerima bantuan tersebut.

    “Subsidi tahun ini sebesar Rp60 triliun sebagian besar lari ke mereka. Alasannya, sebanyak 36,43 persen dari pelanggan PLN adalah pelanggan golongan bersubsidi 900 VA,” jelasnya.

    sumber : http://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20161118135538-85-173557/subsidi-listrik-900-va-dicabut-2017-tarif-naik-tiap-3-bulan/

  • Ada beberapa poin yg bisa dijawab mudah oleh pemerintah.
    Tapi surat ini menunjukkan kepedulian. Inti pesan adik-adik saya setuju.

  • Ada beberapa poin yg bisa dijawab mudah oleh pemerintah.
    Tapi surat ini menunjukkan kepedulian. Inti pesan adik-adik saya setuju.

  • Saya bukan alumni teknik mesin ITB.
    Yang ditulis di atas adalah sebuah bentuk manifesto yang keperuntukannya bukan untuk membahas komprehensif, tapi pengingat untuk pemerintah. Kalau komprehensif namanya jurnal. Konteks 2017 kok dicocokkan sama 1998, curiga alumni gadungan.
    Mahasiswa punya diskursusnya sendiri, Bung. Semangat adek-adek mahasiswa.

    • Bicara mengenai alumni gadungan silahkan cek nim saya 13197012. Disini forum resmi, forum akademik, jangan menuduh. Tahun 1998 Anda kemana ?, apa anda melewati peristiwa malari ?, ngga ada sejarah angkatan anda dalam tahun tahun itu. Angkatan anda adalah angkatan penikmat industrialisasi era Soeharto. Angkatan ku korban era pasar. So harus komprehensif menilai.

      • reformasi jilid 1 tidak berjalan sebagimana mestinya itu adalah kesalahan anda bro. kenapa ga anda kawal sampai tuntas, generasi sekarang ga mau kesalahan kalian diulangi.

        • si om2 chandra ini salah satu contoh produk gagalnya 98 kali mas yodi, skrang dia udh hidup enak makanya seenak udel ngomong begitu, dgn bangganya “gue alumni 98” tapi ya gitu deh wkwkwkwk udah ah speechless sama makhluk seperti itu

          • Ini forum akademik bukan forum ngoto leher. Mulutmu jaga kalau bicara. Pakai otakmu dibanding kata2 kasar tak berdasar. Apa kau masuk itb bukan lewat umptn atau jalur lain ?.

        • Tidak berhasil karena kami hanya mahasiswa waktu itu dan kalian sekarang cuma mahasiswa. Dan alasan kami orang professional umumnya (tidak semua )belum bereaksi berlebihan karena kami melihat negara ini masih menuju yang baik. Sedangkan pemikiran mu yang dangkal tidak tahu apa apa. Efek samping dari protesmu ngga bisa kau perbaiki dan tidak sanggub kau perbaiki kalau negara ini kembali ke arah 1998, jadi jangan pengecut yang hit dan run.

          • sudahlah bro chandra… sampeyan ini kan orang berada, sering ngalami kelangkaan pertamax ya? di Jakarta? berarti anda cuma tau daerah jakarta saja kan? daerah2 lain gmn bro? Indonesia itu dari sabang sampe merauke lho… :))

  • Saya Alumni UNEJ 1995 aktivis 1998 yang ikut menurunkan Soeharto tetap konsisten menyuarakan kebenaran mana mahasiswa mana suara kalian diam seribu bahasa. Ketika aktivis BEM diundang makan gratis di istana langsung bungkam tiada aksi. Jangan takut dengan suara miring terhadap kalian karena banyak yang mengaku ngaku aktivis 1998 tetapi suara nya pro Rezim kekuatan penguasa yg berkuasa. Suara kan kebenaran utk rakyat.

  • Terima kasih untuk teman-teman KM-ITB yang telah berbagi resah dan pemikiran secara lugas dan jelas. Pemerintahan (yang baik dan amanah) perlu mendengar, berjanji tidak lagi serampangan, dan berbesar hati: tidak anti-kritik. Salam Juang!

  • “Sewaktu harga 1998 itu naik 3 kali lipat, mahasiswa 1998 yang demo hanya bisa gigit gigi. Saya tidak pembela Soeharto sampai detik ini, tapi sayangnya perjuangan kami ternyata tidak sesuai harapan. Alias kami diperkosa dan ditinggalakan tanpa bayaran.”

    Koreksi dari saya sebagai sesama alumni ITB 1997 :

    Pertama : waktu harga naik berkali lipat ketika itu, kami mahasiswa yang demo tidak hanya gigit jari. banyak upaya menyiasati keadaan agar semua bisa sama-sama menghadapi situasi. Masa itu bahkan ada Pasar Murah Kertas HVS. Jadi mungkin, mungkin lho ya, yang gigit jari sang penulis komentar di atas saja. Yang lain tidak kok.

    Kedua : realita selepas Soeharto jatuh memang ‘lumayan chaotik’, dinamika politik tidak bisa dengan mudah dikendalikan agar persis seperti yang diharapkan mahasiswa dan rakyat ketika itu. Terlepas setelah itu kampus memang justru jadi lebih mudah dimasuki berbagai kepentingan, bagi yang berusaha tetap independen tidak akan ada juga yang bisa memperkosa kok.

    oh iya, dan saya bingung dengan pernyataan ‘ditinggalkan tanpa bayaran’. Siapa yang butuh bayaran ya? ditinggalkan oleh siapa ya? Ah saya rasa untuk yang bagian ini saya benar-benar tidak paham maksudnya. Kami sih tidak merasa ditinggalkan siapa-siapa karena berjuang ketika itu juga bukan ikut dan tergantung sama siapa-siapa. Apalagi soal bayaran. Ngga ada dan ngga butuh kok.

    Buat rekan-rekan KM ITB : selamat memiliki eramu sendiri. Kalian tidak perlu sempurna karena memang ngga akan bisa. Kalian bergerak, berpikir, dan berusaha keras. Itu saya kira jatah kalian.

    Sing konsisten nya Bro!
    Respect!

    • Setuju sekali… Makin keliatan alumni seperti apa ya org tersebut, yah mungkin dia sekarang sudah hidup enak dan berada di zona nyaman jadi tidak peduli dgn kondisi rakyat. Yah semoga si beliau ini punya kontribusi ya buat rakyat, at least, bayar pajak :)))

    • Sy setuju dgn anda mas…..apresiasi dn respect bagi adik2 qta mahasiswa yg berani menyuarakan kebenaran….in sya Allah…semoga selalu istiqomah utk selalu berpihak kpd kepentingan rakyat kecil….

  • Wah, kok ultimatumnya mengancam mendesak ke DPR RI untuk meminta pertanggungjawaban? Logikanya aneh, memprotes 1 lembaga yg dinilai serampangan untuk dilaporkan ke lembaga lain yang sudah terbukti lebih serampangan.

    Hati-hati nanti surat yang mewakili (?) suara mahasiswa ITB ini jadi amunisi manuver politik yang serampangan.

    Saran saya, buat juga ultimatum untuk lembaga perwakilan rakyatnya. Toh kalau mereka benar-benar bekerja secara efektif, mungkin kalian tidak perlu sampai mengeluarkan surat terbuka ini. Mungkin nanti surat ultimatumnya bisa beberapa kali lipat panjangnya dari surat ini, tapi logikanya seharusnya runut: bersihkan dulu lembaga yg mengeluarkan mandat, lalu ancam pemegang mandatnya.

  • Saya rakyat biasa tinggal di kota Bandung,…Terima kasih sudah bersuara lantang,…..Suara lantang kalian sangat ditunggu…..sudah lama rakyat menderita dan disengsarakan oleh keputusan penguasa yang hanya mengejar ‘pencitraan’…dan penuh kebohongan…..rakyat sudah bosan dibodohi dan dibohongi…sudah saatnya kalian mahasiswa turun gunung bersatu dengan rakyat…..Jangan dengarkan kakak-kakak angkatan kalian yang merasa sok ‘aktivis’…karena mereka sekarang telah menjadi antek penguasa hanya karena segepok uang dan jabatan….Turunlah kejalan…bersatu dengan dengan rakyat…rasakan penderitaan dan kesengsaraan rakyat….agar nuranimu tetap hidup …dan suarakanlah dengan lantang penderitaan kami….!!! ayo mahasiswa bangkitlah…bergeraklah…!!!

  • Premium dihilangkan dari SPBU, masyarakat “dipaksa” untuk beli Pertalite, harga Pertalite mengikuti harga pasar (sewaktu-waktu bisa naik atau turun tergantung pasar dunia), sebenarnya ada satu lagi agenda rahasia pemerintah yaitu pengurangan ketersediaan LPG 3 KG, kedepannya masyarakat juga akan “dipaksa” beli LPG 5,5 KG merk Bright Gas

    Nasib LPG 3 KG nantinya akan sama seperti Premium (silahkan cek ke lapangan sebagai bukti nyata), cek ke Agen Elpiji Pertamina pasti mereka akan jawab akan ada pengurangan ketersediaan stok LPG 3 KG

    Padahal Premium dan LPG 3 KG banyak digunakan oleh masyarakat menengah ke bawah

      • sebelum saya berkomentar saya selalu cek di lapangan mas, tidak asal berkomentar, saya tidak dukung pro maupun non-pemerintah (dalam sikap ini saya memihak ke masyarakat bawah), coba cek langsung di lapangan dan ngobrol-ngobrol santai dengan penyalur elpiji dimana pun pasti mereka mengakui ada pengurangan stok LPG 3 KG, kemudian saya juga tidak percaya berita (terkadang berita zaman sekarang memutarbalikan fakta)

  • Selamat ut mahasiswa..suaramu adalah harimaumu..saya hanya menambahkan mestinya ditambahkan juga mengenai kegaduhan di negeri tercinta ini akibat ulah seorg ahok yg nyata2 tlh menyita wkt,tenaga&akibat yg multidimensi..lanjutkan Sodara..merdeka!!

  • Alangkah lebih indah jika kata “serampangan” ini tidak digunakan sebagai judul dalam pernyataan sikap ini. Saya alumni Biologi ITB angkatan 2001 dan pernah juga menjadi bagian dari KM ITB…saya paham betul bagaimana sikap dan pemikiran mendalam rekan2 dalan melihat fakta2 di tengah masyarakat.

    Sebagai elemen dari ITB…alangkah baiknya kita lebih memaknai bagaimana kedudukan kita di tengah2 masyarakat. Bahasa dan pemilihan kata adalah bagian dari keterwakilan identitas kita. Semoga pernyataan sikap ini benar2 memberikan efek positif dalam perbaikan kebijakan pemerintah saat ini.

  • tetap semangat!!, jangan mau di gembosi atas nama alumni 98, kita tidak hidup di jaman dahulu.. tetap berpikir positif maju kedepan…

  • Bener juga, udah diduga ini surat terbuka pasti yang nyinyir duluan alumni-alumninya… Ga usah bangga-banggain jaman lo lah… Udah beda jaman kali…

    • Loe cari kerja dan bayar pajak dulu baru nilai saya. Saya sudah melewati zaman 1998 dan menyuarakan hati kami waktu itu, bayar pajak dan tidak pakai bbm subsidi.

      Akun aja palsu, dan ngga berani pakai nama sebenarnya. Betapa pengecutnya kau. Semoga kau bukan alumni itb.

  • saya dukung. . ingat pemimpin ada di tangan para pemuda. berikan 10 pemuda. apalagi seluruh BEM indonesia. revolusi II bisa terjadi jika pesan ini diabaikan

  • Seno Respati
    TM08

    Waah.. Selamat buat KM ITB yg sudah mau bersuara lg..

    Benar ataupun salah kalian berhak untuk diapresiasi karena masa muda ialah lahan untuk berbuat salah..

    Semoga KM ITB bisa tambah dewasa dan besar..

    Sumber:
    http://tm08.nice-forum.net

  • Sy lulusan sma. Sy kurang pandai berkomunikasi seperti saudara saudara. sy hnya bisa merasakan secara langsung jokowi efek. Hidup seperti dicekik. Sy berfikir yg mengkritisi surat ini apa golongan orang mampu sehingga tidak bisa merasakan penderitaan buruh umr atau pekerja tidak tetap. Sy yakin kalo yg mengkritisi surat ini hidupnya pas pasan pasti kan dukung juga.sy tau niatnya pemerintah baik percepat pembangunan tp hutangnya banyak tdk mempertimbangkan kemampuan rakyatnya sehingga anak cucu kita yg nanggung dengan menggenjot pemasukan apbn dengan menaikkan apa apa. Lanjutkan perjuangan kalian doaku mengiringimu

  • Hehehe..

    KM ITB kok norak gini referensinya abal2 ga ambil dari scientific journal…

    Sponsor kalian ga bantuin nulis manifesto politik yang agak keren dikit apa… pengurus KM ITB sekarang paling diajak diskusi gagap..

    13197028.. M97.

  • Sekedar bertanya, dari yang saya baca di Ganecapos.com, saudara yang bertanda tangan adalah Presiden KM-ITB periode sekarang yang dilantik pada tanggal 4 Februari 2016. Menurut AD/ART KM-ITB yang saya ketahui, Ketua Kabinet KM-ITB mempunyai masa jabatan satu tahun dan tidak dapat dipilih kembali. Berhubung surat terbuka ini ditandatangani oleh beliau pada tanggal 10 Januari 2017, siapa yang akan bertanggung jawab saat setelah “masa tunggu” usai (90 hari kerja, seperti tertulis di atas)?

    • Makin terbukti siapa geng serampangan,

      Btw ada link dari teman, silahkan dibaca

      pappub.id/article/post/membedah-surat-terbuka-km-itb

      • Jaman jokowi, dilarang menyampaikan pendapat bro? Seakan pemerintah rezim ini anti kesalahan. Demokrasi dibungkam, fakta diputar balik . Dibuli di sosial media memakai buzzer, ternyata hanya hoax di dunia nyata. Maju terus sodaraku KM ITB. (Alumni JKT Polban ’11.)

      • Mudah-mudahan Dhika dan kawan-kawan tetap konsisten dengan janji (dan ancamannya) untuk turun aksi bila 90 hari kerja dari pernyataan dikeluarkan tidak ada tanggapan. Bagaimanapun juga ini akan menjadi hal yang sia-sia bila pada akhirnya ancaman yang kalian lontarkan (mengenai akan turun aksi) justru hanya diturunkan pada kepengurusan berikutnya. Untuk itu saya mengusulkan kepada Yang Terhormat Kongres KM-ITB agar menunda pergantian kepengurusan hingga persoalan dan janji dari surat terbuka ini terlaksana.

        Salam Ganesha!
        TTD
        Mahasiswa ITB 2011

      • kalo dilihat dari track record si candra ini sih, keliatan bgt dia hidupnya udah enak nih, mau cari aman doang jadi ya ga mau tau dengan kondisi rakyat kecil, ngomenin adik almamaternya dgn serampangan bgt dgn komen “sok aktivis” :))

  • Saya alumni TL ITB 2003. Saya mendukung adik adik yang bersikap kritis untuk memberikan koreksi bagi jalannya pemerintahan. Akan tetapi saya kurang sepakat dengan kalimat-kalimat yang terlalu keras dan kurang santun. Bagaimanapun juga, Jokowi adalah pemimpin kita yang harus dihormati. Tidak ada manusia yang sempurna, semua orang memiliki kelemahan. Kalau ada kebijakan yang menyimpang, silakan membuat surat terbuka dengan bahasa yang baik. Kalau tidak ditanggapi, buat lagi. Sampai 3x tidak ditanggapi. Barulah membuat ultimatum dan pernyataan keras dan tindakan tindakan yang dianggap perlu.

    Salam Ganesa!

  • Kalian Mahasiswa. Kalian penerus generasi bangsa. Kalian masih suci untuk menyuarakan kebenaran.
    Belum terbelenggu atas ikatan Parpol atau apapun.
    Segera kembalikan NKRI dengan dipimpin oleh orang-orang yang memang berkompeten.
    Terus Maju, Merdeka..!!!

  • Saya ucapkan terima kasih telah membuat surat cinta kepada Pak Presiden kita. Saya paham betul mahasiswa masih mempunyai idealis yang benar-benar ideal. Semoga idealisme tersebut dapat dijaga setelah lulus nantinya tetapi harap diketahui dunia di luar kampus tidak seideal dunia dalam kampus, idealisme bisa berubah kapan saja, semoga anda-anda yang saat ini masih mahasiswa tetap istiqomah dengan idealisme anda sampai mati.

    Terkait masalah kritik yang sebagian besar terpusat pada masalah ekonomi, perlu juga diketahui sebagai bahan pertimbangan bahwa ekonomi kita tahun 2016 tumbuh sebesar 5% dan kemampuan daya beli masyarakat mengalami peningkatan. Negara sangat membutuhkan dana agar bisa berjalan, dimana sebagian besar dana kita terkuras ketika memberikan subsidi BBM yang nilainya gila-gilaan di masa pemerintahan sebelumnya. Ketika kita telah disubsidi oleh negara dalam jangka waktu yang lama, tidak ada salahnya kita mengembalikan subsidi yang telah kita nikmati lewat kenaikan beberapa kebutuhan dasar sehari-hari.
    Selain itu, sebagai warga negara, kita juga harus belajar untuk hidup sederhana dan tidak bermewah-mewahan, manusia akan berubah menjadi lebih baik jika mengalami tekanan atau masalah. Semoga kondisi yang terjadi saat ini merupakan fasilitas belajar warga negara Indonesia agar menjadi manusia yang lebih bijak lagi dalam mengelola kehidupan di segala sisi.
    Dan masih banyak persoalan-persoalan lainnya yang akan memerlukan waktu berhari-hari untuk membahasnya. Satu hal penting yang harus kita terima dengan sadar adalah bahwa presiden kita bekerja dan akan sukses bila semua elemen bangsa ikut melakukan kerja sesuai dengan kemampuannya masing-masing agar kehidupan kita menjadi lebih baik. Saat ini kita dalam momentum pertumbuhan ekonomi yang baik di tengah keadaan ekonomi dunia yang lesu, tahun ini pemerataan menjadi titik fokus pemerintahan dimana di daerah masih ada saja pemimpin-pemimpin yang menghambat kerja pemerintah baik dari kasus korupsi atau tidak perform dengan baik karena presiden tidak punya kuasa memecat kepala daerah yang dipilih oleh rakyat.
    Saya mengingatkan bahaya sikap mahasiswa yang rentan ditunggangi oleh oknum-oknum yang ingin memancing di air keruh, menciptakan kondisi-kondisi negara yang tidak stabil untuk usaha-usaha pengambilalihan kekuasaan dengan motif aksi mahasiswa turun ke jalan. Saran saya, perkuat internal, lihat dan kenali kawan-kawan mahasiswamu yang ikut bersuara, waspadai penyusup, jangan mudah tergoda oleh godaan turun aksi mengatasnamakan rakyat yang pada akhirnya hanya membela kepentingan segelintir orang yang mempunyai keinginan tidak baik atas negeri ini. Ingat, orang tua melepasmu ke kampus dan mengharapkan kamu kembali ke rumah dalam kondisi tidak kurang satu apapun. Turun ke jalan bukan satu-satunya solusi, W.R. Supratman dengan modal biola bisa membangkitkan semangat merdeka bangsa Indonesia, Pramoedya berjuang lewat tulisan. Masih banyak cara elegan yang kita kaum intelektual bisa gunakan untuk ikut berjuang di negara ini.
    Terakhir, sertailah kritik dengan solusi, kembalilah ke lab mu, banyak-banyaklah berinovasi, semoga inovasimu dapat menjadi solusi atas masalah-masalah yang ada di negeri ini.
    Tidak ada salahnya ikut memikirkan solusi di setiap kritikan bukan? Agar penyelesaian atas kritik kalian bisa segera dilaksanakan dengan pilihan-pilihan solusi yang telah tersedia.

    Selamat berproses, terus berkarya untuk masyarakat sebagai wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

    Untuk Tuhan, Banga, dan Almamater
    MERDEKAAA!!!

  • ga malu ya bukan lagi mahasiswa kritik adik kalian. Ini masanya mereka… mereka adalah suara hati nurani. persahabatan diantara mereka adalah murni. Sedangkan kalian hawa nafsu kepentingan pribadi golongan kelompok agama. Sedang mereka mahasiswa berjuang utk intelektualitas, aktualitas dan rakyat…

    Malu lah kalian mengembosi adik2 kalian. urusi saja bisnismu urusi saja kepentingan perut dan senang2 kalian. Disini tempatnya yang memperjuangkan rakyat kecil bukan rakyat seperti kalian…

    sudahlah diam … dukunglah oresiden kalian kirim pesan ke presiden dengan pesan2 yg memuji, membagus2kan kinerja beliau tidak ada kritik sehingga kebablasan sehingga tidak ada kontrol sehingga terus jatuh ke dunia sendiri dunia kepentingannya kepentingan kelompOknya

  • Menurut saya, surat ini sangat mewakili perasaan rakyat Indonesia saat ini. Banyak rakyat yg merasa terdholimi akibat kebijakan kebijakan pemerintah yang jauh dari kata pro rakyat. Secara lisan pemerintah menegaskan bahwa senantiasa menjunjung tinggi pancasila dan UUD 45 namun realitanya jauh dari apa yg diharapkan. Perlahan tapi pasti, bangsa ini pada hakikat nya sedang dikuras habis Sumber dayanya, sedang dijajah kembali, sedang dibuat porak poranda perekonomian nya, sehingga secara makro berdampak kepada berbagai hal.

    Saya sangat mendukung KM ITB, terus semangat pantang mundur.
    Semoga dengan adanya surat terbuka ini dapat menjadi muhasabah bagi yg terhormat pak presiden Joko Widodo agar lebih teliti dan hati hati dalam mengambil keputusan.

  • Hikmah
    إذا أراد الله بقوم سوء أعطاهم الجدل ومنعهم العمل

    (اﻹمام اﻷوزاعي منقول عن المستطرف)

    Apabila Alloh menghendaki keburukan suatu kaum maka disibukkan mereka berdebat dan sedikit beramal.

    Imam al Auza’i
    Mari diskusi dgn bijak
    Tinggalkan banyak bicara tanpa amal

  • Pliss stop merasa lebih pintar… Berhenti membusungkan dada merasa paling berjasa… Mari kita bersama-sama menyuarakan kebenaran, ketidakadilan jangan dibiarkan hanya karena kepentingan segelintir saja. Bergeraklah wahai Mahasiswa… Tunjukkan kepada dunia, Engkau Masih Ada!!!

  • Dear Presiden KM ITB,

    Ada baiknya kalian urus dulu mahasiswa bermobil dan bermotor yang memenuhi jalan ganesha dan sekitar sehingga jadi tertata rapih tanpa harus melanggar rambu dilarang parkir.

    Silahkan selesaikan masalah sosial disekitar kalian dulu. Jauh-jauh main, lupa pekarangan masih sangat KOTOR.

    Kalau cuma sekedar tulisan, anak SMP sekarang juga jago nulis.

  • Seperti kata presiden jokowi : dimana ada perubahan disitu ada peran anak muda .
    So..maju terus KM ITB kekinian saya dukung surat terbuka yg mewakili kami ini. Suara2 generasi ITB ( angkatan tua ) cukup di dengar selintas, tak usah jadi perhatian berlebih ( mereka sudah enak dg comfort zone nya, dan perubahan berhenti di mereka ) 😃😃😃😃

  • Assalamualaikum Wr Wb

    Saya sangat setuju apabila mahasiswa ITB dan alumni nya kritis dgn keadaan pemerintah sekarang. Dan itu harus.

    Tapi tolong, kita mengkritik dengan memberi solusi untuk perbaikan. Bukan hanya menyalahkan tanpa ada jalan keluar. Solusi yang konkret.
    Kritik tanpa solusi hanya, hanyalah memperlihatkan kebodohan kepada diri kita.

    Salam

    Radeya,
    Alumni SBM 2009

  • “Jangan takut dengan suara miring terhadap kalian karena banyak yang mengaku ngaku aktivis 1998 tetapi suara nya pro Rezim kekuatan penguasa yg berkuasa. Suara kan kebenaran utk rakyat” <— setuju.

    Terima kasih KM ITB, kami menunggu teman-teman mahasiswa untuk menyuarkan keprihatinan rakyat seperti ini kembali, karena hanya mahasiswa yg memiliki kejernihan dan idealisme. Lanjutkan perjuanganmu, jangan surut karena komentar kaki tangan rejim.

  • Ini zaman kalian….jangan terpengaruh suara-suara kakak-kakak angkatan kalian yang sok ‘aktivis’ padahal mereka telah terkooptasi kekuasaan….lihat kakak-kakak kalian yang angkatan 98….berkeliaran diseputar lingkaran kekuasaan…..mereka sudah tumpul nuraninya untuk membela rakyat….bahkan mereka berlindung dibelakang kata-kata untuk melindungi bos-bos penguasa yang jadi majikan mereka…..Ini zaman kalian…..kata “SERAMPANGAN” masih terlalu sopan untuk rezim penipu dan penyengsara hidup rakyat……tidak cukup hanya dengan kata-kata….kalian harus turun kebawah bersatu dengan rakyat……bebaskan rakyat dari para penguasa boneka dan jongos asing….yang hanya mementingkan bisnis kelompoknya dan lebih memihak kepentingan majikannya asingnya…..rakyat tidak bodoh…..tapi butuh kalian untuk memandu kekuatan rakyat……ayo mahasiswa bangkit dan bergeraklah…..rakyat bersama kalian….!!!

  • Sudah jadi sejarah berulang, baik aktivis 98 atau aktivis manapun, idealisme dan nasionalisme bisa menguap entah kemana kalau didepan mata sudah disodori duit. Hanya segelintir orang yg masih tertinggal rasa idealis, nasional memikirkan rakyat dan masa depan bangsa.
    Akhlak budi pekerti dan karakter anak bangsa termasuk kalian2 mahasiswa yang harus benar2 diperbaiki dan dikembalikan lg supaya timbul rasa cinta indonesia dan memikirkan kepentingan rakyat.
    Semoga kalian yg merumuskan surat ini bisa konsisten dalam perjuangannya.

    Emika ipb28

  • sangat menarik mengamati para ‘mahasiswa’, ‘alumni’, dan ‘bystander’ pada saling lempar komen, perang logical fallacy dimana2.

    ah, apalah saya ini, saya dulu cuma mahasiswa kuliah – praktikum – himpunan – pulang, ga banyak berperan total sebagai mahasiswa semestinya…

    sebobrok apapun pengelolaan negeri dan orang orangnya, saya tetap cinta Indonesia, dan berharap yang terbaik buat negara ini…

    11607006

  • Mudah mengomentari dan berbicara kelemahan surat ini, tapi sulit menyuarakan kritik yang punya tujuan memperjuangkan kemaslahatan rakyat.

    Kalian yang bersama surat ini, majulah terus, perjuangkan rakyat!
    Kalian yang tak suka dengan surat ini, berbuatlah sesuatu yang lebih baik, ikutlah berjuang dengan cara yang kalian anggap lebih baik, atau diam lebih baik bagi kalian!

    Saya bersama surat ini.

  • Makanya Indonesia masih gini2 aja, liat aja tuh angkatan2 tuanya pada begitu kelakuannya, gak heran sih, kasian ya kalian, udah ngerasa sukses sendiri2, udah bisa makan enak gaji gede. Semoga kalian semua ada kontribusinya lah ya, at least bayar pajaknya yg bener :))) ingat, indonesia di zaman skrg sedikit byk dipengaruhi oleh manusia2 yg hidup di zaman kalian yg jadi mahasiswa di zaman kalian, so who’s the blame now? Lol, malah nyalah2in adik2nya, shame on you guys

    • Dilihat-lihat anda sangat partisipatif dalam menanggapi semua tanggapan disini. Semoga partisipasinya disalurkan ke tempat-tempat yang membutuhkan juga ya agar negara ini bukan berisikan berita komplain atau kritik melainkan pergerakan.

  • Mantap. Argumentatif. Pengelolaan negara harus sesuai dengan Sistem Pengendalian Internal Pemerintah yang ditetapkan. Pelanggaran atas SPI yang masif menunjukkan adanya risiko yang tinggi yang bisa berarti terdapat potensi penyimpangan lainnya yang belum terungkap.

  • Saya mahasiswa ITB angkatan 2016. Masih TPB, benar. Namun saya yang masih “ingusan” ini mencoba sedikit mengkritisi surat diatas.

    Pada surat diatas terdapat kalimat berikut:
    “Rencana Menteri Koordinator Politik Hukum dan HAM RI, Wiranto ini menambah lengkap lelucon yang hadir di tengah-tengah masyarakat, setelah empat bagian di atas menyoal rencana pemerintah untuk mendongkrak pemasukan APBN, Menkopolhukam malah membuat rencana pengeluaran (budget spending) yang tidak perlu!”
    Apa yang salah dengan kalimat diatas? Sebuah ironi menurut saya bahwa penulis surat ini mengemukakan bahwa Menko Polhukam membuat kebijakan yang oleh penulis dianggap sebagai “lelucon”, ketika kalimat itu sendiri dapat ditertawakan karena kepanjangan dari Menko Polhukam yang benar adalah Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan. Apabila penulis surat berdalih bahwa kesalahan tersebut adalah manusiawi, lantas bagaimana penulis dapat menyebut Bapak Presiden Jokowi mengelola kebijakan dengan serampangan? Berkacalah terlebih dahulu! Seperti Bapak Presiden Jokowi yang dituntut penulis bertindak tidak serampangan karena kebijakannya mempengaruhi ratusan juta penduduk Indonesia, begitu juga seharusnya tulisan ini dipublikasikan dengan tidak serampangan karena mencakup nama baik ribuan mahasiswa anggota KM ITB yang diatasnamakan dalam surat tersebut.

    Untuk Tuhan, Bangsa, dan Almamater
    Salam Ganesha!

  • Saya hanya orang awam atau masyarakat biasa yang tidak taumenau tentang kebijakan pemerintahan. Tetapi saya setai hari selama berbulan bulan memperhatikan berita dari berbagai sumber. Baik sumber terpercaya samapi sumber yang hoak. Dan saya juga memperhatikan dari pendapat rakyat sekitar, berdiskusi, bertanya-tanya. Meskipun bukan pada orang yang ahli dibidangnya. Kesimpulannya adalah ada ketidak puasan masyarakat umum terhadap pemerintahan Indonesia sekarang ini. Jika ada saudara-saudara ku yang ingin mengingatkan, memperbaiki dan ingin berbuat untuk NKRI, dengan senang hati saya MENDUKUNG.

    Lanjutkan perjuangan MU bro. Tolong perbaiki Negara tercita ini bukan, memperkeruh yaaa… 🙂 🙂

    Salam sukses, do’a menyertai mu..

  • Saya hanya orang awam atau masyarakat biasa yang tidak taumenau tentang kebijakan pemerintahan. Tetapi saya setai hari selama berbulan bulan memperhatikan berita dari berbagai sumber. Baik sumber terpercaya samapi sumber yang hoak. Dan saya juga memperhatikan dari pendapat rakyat sekitar, berdiskusi, bertanya-tanya. Meskipun bukan pada orang yang ahli dibidangnya. Kesimpulannya adalah ada ketidak puasan masyarakat umum terhadap pemerintahan Indonesia sekarang ini. Jika ada saudara-saudara ku yang ingin mengingatkan, memperbaiki dan ingin berbuat untuk NKRI, dengan senang hati saya MENDUKUNG.

    Lanjutkan perjuangan MU bro. Tolong perbaiki Negara tercinta ini bukan, memperkeruh yaaa… 🙂 🙂

    Salam sukses, do’a menyertai mu..

  • Pak namanya mahasiswa mereka sudah menyuarakan dan mengaspirasikan adalah hal yang baik…dibanding berdiam diri tidak bergeming pada kondisi yang dimana mahasiswa disebut sebagai “agen of change”.. biarkan mereka berkarya…biarkan masyarakat kritis terhadap situasi dan kondisi untuk jadi negara ini lebih baik…kalo masyarakat apatis itu tidak baik buat suatu negara.

  • Kalau anak2 ITB pemikiran dan keberaniannya sekeren ini di tengah bungkamnya institusi pendidikan lain, saya berdoa semoga anak2 saya suatu saat bisa menimba ilmu di institut ini. Teruskan perjuanganmu.

  • Salam kenal saya Danu Putra Anugrah, founder salah satu komunitas social preneur, sya ingin menjelaskan tentu ada cara pandang yang berbeda antara seorang profesional, mahasiswa, akademisi, pengusaha, politikus dan relawan, perhatian konsen pada tiap bidangnya, seorang profesional akan bekerja sesuai dengan task task pekerjaannya di kantor mangut pada atasan dan bekerja sesuai keahliannya, seorang akademisi akan konsen medidik hardskill anak didiknya beberapa kita temui yang menginspirasi dan membuka lebih luas cara pandang, Seorang politikus dan penguasa bekerja diatas pada lingkungannya kesehariannya berkumpul dalam kemewahan ruangannya padahal tempat untuk memperoleh landasan yang terbaik ialah dengan membaur dan menemui langsung rakyatnya, Mahasiswa dan Relawan inilah bagian langsung yang merasakan kehidupan masyarakat dikalangan bawah, sebab mereka dalam kesehariannya membaur dan berkomunikasi langsug, walau bukan siapa siapa mereka ialah subjek dan objeknya. Dari penjabaran ini untuk melihat kondisi dampak dari keputusan sang penguasa, suara keresahan mereka patut didengar, sebab untuk masyarakat bawah apalagi yang tidak berpendidikan, untuk bersuara saja mereka dalam ketakutan dan ketidaktahuan pasrah atas keputusan, tidak bisa kita nafikkan begitulah yang yang terjadi.

    Akhir akhir ini sya bertemu dengan sopir taksi sebut saja perusahaanya Blue Bird (ehh 🙂 ), seorang bapak dengan 2 orang anak yang mengeluhkan kehidupannya yang mencekik ditengah harga yang semakin mencekik pula ulah keserampangan aturan yang ditetapkan sang penguasa sok kuasa pengambil keputusan, ia bercerita terkadang ia malah menalangi biaya operasional bensin taksi yang menjadi aturan perusahaan tersebut, perusahaan tidak mahu tahu, ia bagaikan sapi perah, kondisi ini dapat kita gambarkan seperti hirarki perah memerah dari penguasa ke pengusaha hingga ke masyaerakat dengan bidangnnya masing2, untuk kategori masyarakat terbawah tentu akan lebih tertindas lagi.

    Akhir akhir ini juga sya bertemu dengan ibu ibu warteg yang mengeluhkan harga cabai yang melambung tinggi, hanya orang orang yang sok bodoh atau mati jiwanya yang berkata kenaikan salah satu harga tidak berpengaruh ke harga lainnya, saya sarankan ia perlu mempelajari maqoshid syariah (maksud ditetapkannya aturan).
    sang ibu ibu mengeluh bahkan hingga mengurangi jumlah masakannya, belum lagi keluhannya lainnya.

    Dari beberapa realita tersebut jika terus seperti ini maka fungsi pemerintahan itu apa ? Hutang luar negeri semakin melejit, kesejahteraan tak kita rasa, saya justru berpikir dampak yang kita rasakan dari keserampangan ini tidak saja kita rasakan saat ini, namun akan berdampak pada generasi berikutnya terkait hutang, sebab keserampangan mengambil keputusan tadi.

    Solusi terbaik ialah terbukalah untuk bersama kita cari solusi, yang diatas para pengambil keputusan tdk usah bnyk pencitraan dan berkepihakan, kami siap membantu.

    Segala puji bagi Allah yang membuat Negeri ini teralu kaya untuk menjadi miskin, jikalau bukan sebab kemandirian dan kultur masyarakatnya yang kuat dan agamais, sudah lama kita hancur sebab aturan aturan serampangan.

    Wallahu a’lam

  • Mantap sekali teman teman KM-ITB, suarakan kebenaran, lawan penindasan.

    Saya akan menunggu NKRI menjadi lebih baik dalam 90 hari kedepan.
    salam
    FT ITB 2012

  • Semangat terus rekan-rekan KM-ITB!!
    Saya warga Bandung, rakyat biasa, golongan ekonomi menengah.
    Merasa sangat terwakili dengan Surat Terbuka yang kalian susun.
    Biarkan komentar senior-senior yang bernada miring, perjuangan pasti penuh tantangan.
    Kawal terus kebijakan-kebijakan pemerintah.
    Tetap semangat ber-aspirasi!!

  • Dukung Gerakan Mahasiswa ITB ini..Surat terbuka menunjukan keberanian dan kedewasaan…. Kang Chandra Manik… ulah kitu ka adik sorangan…. saling menasehati tetap dalam kekeluargaan.

    Teknik Energi , Politeknik ITB 04

  • HAHAHAHAHAAAAAAAAA
    Mosok KM ITB scope pemikirannya sesempit ini siihhh… Malu aku sbg alumni ITB klo mahasiswa ITB skrg seperti ini. Ga ada alasan yg lebih mendasar kah?

    • Yang ada juga adik2 alumni lu yg malu sama kakak alumninya idi*t kyk elu. Yg mendasar menurut ndas lu apa hah? Palingan lu ini org2 koruptor jg ya? Udh di zona nyaman jadi ga mau tau nasib rakyat

    • hahaha kalau gitu situ pemikirannya melihat dari sisi orang kota atau orang yang udah jadi dedengkot liberalisme?

      pasti kalian-kalian ga tau, di dekat kota sukabumi ada desa yang gabisa bahasa indonesia sama sekali. di pelosok negeri ada yang bilang Rp5.000 sehari udah cukup bagi hidupnya. kalau kalian bilang KM ITB sempit, sekarang ruang dan luas gedung pencakar langit kalian memang luas saya tau, tapi kalian sendiri belum tahu kalo Indonesia seluas itu.

      kalo mau coba memperluas pikiran coba banyakin piknik lagi deh.

  • Saya sangat mendukung KM ITB dalam hal mengkritisi pemerintah. Tetapi menurut saya, jauh lebih baik kita mengkritisi dengan bahasa yang lebih sopan dan tidak adanya arogansi. Karena ketika saya membaca isinya, saya merasa bahwa KM ITB sangat arogan dalam menyampaikan pendapatnya dan lebih bersifat menuntut daripada membangun. Bukankah lebih baik jika kita mengkritik dengan kata2 yang lebih membangun? Demikian juga untuk semua kakak2 alumni yang berkomentar tentang surat ini. Alangkah indahnya jika kita yang bangga sebagai anak ITB mengkritik dengan kata2 yang membangun dan bukan dengan kata2 yang menjatuhkan atau menuntut. CMIIW dan Terima Kasih. 😀

  • Saya Alumni GEA’96 dan Senat 1998-1999. Pro dan kontra itu hal yang biasa bagi Mahasiswa, terutama di “KM-ITB”. Silahkan KM-ITB yang sekarang menyuarakan kritikan-nya, senior jangan merasa masih jadi Mahasiswa. Kalau salah ya dibentulkan, jangan dipermalukan. Yang merasa dulu jadi pendemo ’98, jangan jadi pahlawan kesiangan. Saya aja yang bersama temen2x KM ITB waktu itu ketemu Ketua MPR-DPR “no problemo” kok….ini yang ngaku ikut demo kok kebakaran jenggot. Demonya dimana thus pakai jaket apa….??? Kalau masih mengagumi Junjungan-nya, monggo. Jangan paksakan orang lain ikut seperti kerbau dicocok hidung-nya. Lanjutkan adik-2x almamater….Demi Tuhan, Bangsa dan Almamater….!!!

  • Ini ya yang namanya ITB.. Pengen Indonesia lebih maju? dipimpin Pak Prabowo? Pak SBY? ya monggo.. kalian bisa bilang terbebani.. berat karena rakyat menjerit.. apakah rakyat Indonesia Timur tidak menjerit dari dulu? Apakah mereka tidak pantas dapat harga BBM sama dengan Jawa dll? Perbatasan sudah dibenahi, birokrasi dibenahi, Mentri kerja keras.. jadi hormati… pembenahan itu lama..butuh dana.. sekarang semua harus berkorban untuk kedepan lebih baik, dari pada semua bahan murah tp uang negara di korupsi pemimpinnya? Semua butuh pengorbanan.. mungkin bukan kita sekarang yang menikmati, bisa jadi anak cucu.. Please be nice..

  • Saya bukan alumni ITB dan mendukung manifesto kalian. berjuanglah selagi idealisme kalian belum menipis terkikis oleh uang, kekuasaan dan zona nyaman. seperti senior kalian yg nyinyir itu.

  • saya wiraswasta, saya hanya masyarakat kecil nan awam, dan jeritan saya terwakili oleh surat terbuka kalian ini. SEMANGAT DAN TERUSLAH BERJUANG..
    jangan goyah oleh senior kalian yang nyiyir pada kalian, karena masa depan negara ini terletak pada kaum muda seperti kalian.

  • Dek kamaranaaa lah, isuk ge paling dahar di simpang lamun nteu di gelap nyawang lah eweuh beda na. Ulah sok raribut lah di bandung mah, geus rudet.

  • LANJUTKAN LANGKAH KALIAN…

    Tetap fokus dalam menyuarakan keadilan. Tak mengapa banyak pro kontra walaupun dari almamatermu sendiri. Tetapi saya yakin, kalian anak-anak muda yang tulus dengan tuntutan kalian tanpa ada kepentingan apapun dibalik surat terbuka kepada Presiden. Karena itulah fungsi kallian berteriak lantang..!!

    TE ITB 2013

  • Syukur deh gw dah keluar dari ITB, kampus yang dikatakan terbaik pola berpikirnya kaya gini? Mahasiswa ampas! Pinternya juga kaga ada haduh

    ITB memproduksi sampah masyarakat since 1952. Kebanyakan keluaran ITB adalah pengangguran, ya hasil kaya gini ckckck. Haduh ga layak kampus kaya gini diangkat sebagai kampus terbaik.

    Oi mau tau ga? Masuk ITB itu mudah sekali! Kaya membalikkan telapak tangan! Gw mau keluar masuk pun bisa, sayangnya buat apa di ITB? Ga pernah belajar di sekolah, ngerjain PR mau ga mau, ngerjain ujian mau ga mau, eh keterima di ITB. Hahahaha kampus macam gini, menghasilkan mahasiswa yang kaya gini. Yahhh, dosennya pun ga jauh beda dengan mahasiswanya

  • Mahasiswa-Mahasiswa Banyak Omong… Di kampus berkoar2 tentang serampangan pemerintah, tapi begitu lulus disuruh ngelola pemerintahan sama negara gak mau, banyak excuse, dan berlomba2 masuk perusahaan asing..atau kalau gak, berlomba dapat beasiswa supaya bisa kuliah ke luar negeri, tapi ketika selesai dan balik ke Indonesia, bingung mau ngapain dan malah nyalahin kondisi Indonesia..halah..

  • akhirnya keluar juga suara KM ITB, ini yang ditunggu.
    kenapa bahasa dipermasalahkan?
    sudah baik mahasiswa mau dan mampu bersuara
    biarkan dan terus dukung suara rakyat
    saya alumni 99 itb, mendukung suara mahasiswa.

  • Menulis suratnya bagus dik. Sudah dilengkapi angka-angka dan rujukan-rujukan dari internet. Lalu ada istilah-istilah inggrisnya juga. kelihatan sangat meyakinkan dik.

    tapi Solusinya bagaimana Dik. Kok tidak dicantumkan? cantumkan yang detil ya Dik. Ruang di Internet masih luas koq.

    Tapi dik, beberapa masih terlalu generik. Misal , salah satunya, “Kenaikan harga STNK, TNKB dan BPKB…”. Yang naik biaya apa ya Dik? Pokok? Denda? atau yang mana? proporsi bobot/perbandingannya dengan komponen lain bagaimana ya Dik? lalu kenaikannya berapa ya Dik.

    Produk-produk hukum yang dikeluaran pemerintah bertentangan dengan konstitusi ya Dik, dariosurat ini? Dibuat lagi yang baik, suratnya ya Dik. Lalu ajukan sesuai gugatan ke mahkamah konstitusi. Kalau gugatan tidak harus mencantumkan solusi dik. Silahkan dicoba ya Dik.

    Selamat belajar ya dik.

  • Kalau dibaca lagi, sebenarnya isu utamanya bukan tentang harga yg katanya ‘cuma ribuan’, tapi lebih ke cara kebijakan-kebijakan itu dibuat. Ada yang ngga sesuai sama undang undang, ada kebijakan yang saling dilempar padahal udah ditandatangani, dan lain lain. Saya menangkap kata serampangan lebih ditujukan ke arah situ, mungkin lebih baik diteliti lagi isu utamanya apa sebelum berkomentar.

  • Liat koment nya Chandra Manik kyk gak kuliah aja, pada saat mahasiswa melihat kejanggalan pada pemerintahan sekarang dengan berdasarkan link dan bukti.. kenapa si chandra yang sewot ya. Lu alumni ’98.. harus nya lu dukung perjuangan mahasiswa sekarang. Kalau bukan mahasiswa yang menilai pemerintahan siapa lagi coba. Elu chandra mau turun demo lg atau ibu2x dirumah. Pikir pake palalu.. gw bukan alumni ITB tapi gw sewot baca komen lu..

  • Coba tanya ke senior-seniormu nak yang bekerja di kementerian di pemerintahan, jangan langsung menghakimi.
    Mungkin ilmumu sudah lebih baik dari senior-seniormu yang sudah berguru makroekonomi, kebijakan publik, dll.
    Pelajari siklus apbn, dan aspek keuangan negara lainnya. Baru kamu boleh bilang serampangan.
    Saya malu melihat surat ini dikeluarkan anak sekelas ITB sampe-sampe mamaksa 90 hari.
    Sudahkah kamu tanya ke Direktorat yang mengurusi PNBP? Sudahkah kamu datang ke institusi yang berkaitan, apa jangan-jangan kamu hanya baca koran?
    Sekelas dan sepintar anak ITB seharusnya bisa berpikir lebih tinggi daripada mengulik-ulik bahasa media.

  • Ya terimakasih untuk KM ITB atas dukungan nya terhadap rakyat. Dan itulah mahasiswa yang harus mengawal kinerja pemerintah.
    Tetapi ada hal yang membuat kecewa, yaitu BEM SI khususnya koorpus yang menyerukan reformasi jilid 2. Separah itukah Negara kita ini maka harus ada reformasi jilid 2?. KM ITB selaku bagian aliansi BEM SI ,apakah tahu apa yang terjadi masyarakat sekarang ini akibat dari seruan BEM SI tersebut? Mereka langsung menuntut Reformasi bahkan ada yg bilang revolusi tanpa memikirkan sisi negatif dari hal tersebut. Saya rasa permasalahan yang saat Ini diselesaikan tanpa ada kata reformasi jilid 2. Kalo kita mengadakan aksi besok tanpa ada kata reformasi jilid 2 saya sangat mendukung, tp kalo sempat ada aksi dengan ujung2 kata Reformasi berapa surat terbuka ini nggak ada gunanya. Terimakasih

  • Ternyata forum ini jadi penuh komen serampangan, saling menyerang, segala bentuk hoax yg sdh diklarifikasi oleh bersangkutan beredar lg di forum ini, semakin dibaca ke bawah komen sdh semakin jauh dr diskusi konstruktif dan cenderung menguatkan opini pribadi…hati2 utk km itb atas upaya adu domba, cerdaslah dlm menyaring segala informasi,bijak lah memberikan statement…kita punya wadah IA ITB yg saat ini pengurus dan anggota nya jg ada yg di pemerintahan, coba jalin komunikasi dgn nya…sebelum mengeluarkan statement yg langsung kepada pemerintah. ITB harus memberi contoh…untuk Tuhan (segala agama), bangsa (identitas mayoritas kita NKRI), dan almamater (ilmu dan teknologi utk kemakmuran bangsa)…merdeka

  • Bisa dijelaskan atau tidak arti dari kalimat ini “Apakah 8 tahun semenjak 2009 masih tidak cukup juga untuk mengumpulkan bea keluar yang selama ini dipungut oleh negara untuk membangun fasilitas pengolahan dan pemurnian? Menurut data perkembangan ekspor bijih tembaga menunjukan lonjakan paling tinggi dalam kurun 2008-2011 yakni 11x lipat[10],”
    Apa sudah ada hitung-hitungannya, berapa yg didapat dr pemerintah dan berapa biaya membuat smelter. Harus diperhatikan juga implementasi, bagaimana negara membangun fasilitas smelter. Bisa di sikat DPR kalau pemerintah mengeluarkan uang sendiri untuk membuat smelter.

  • Layak untuk diacungi jempol untuk inisiatifnya membuat surat terbuka, sudah lama tidak terdengar gaungnya KM ITB di ranah Mahasiswa Indonesia.

    Walaupun dari segi content sepertinya isinya blom terlalu scientific, mudah dijawab oleh sekelas orang awam..

    Silahkan salurkan energinya di jalur yang konstitusional. Karena kalian adalah harapan bangsa..

    MA 00

  • daripada nuntut ini itu ini itu kritik ini itu ini itu kenapa ngga coba kajian untuk solusi baru sampaikan hasil kajiannya baru itu yang dibawa ke pemerintah. kan lama2 keliahatan seperti orang kurang kerjaan bisanya nyari kesalahan tapi dia sendiri pun gabisa ngasih solusi yang bagus

  • Sy alumni golongan tua angkatan 80, yg kebetulan diberi kesempatan belajar sampai jenjang doktoral. Terus terang sy rada malu membaca surat KM-ITB ini. Pertama, suratnya kurang santun. Terlebih kalian masih mahasiswa, masih muda, apa salahnya santun dengan yg lebih tua, apalagi ini Presiden kita yang seumuran bapak kalian, yg dipilih oleh sebagian besar rakyat, sehingga bisa menang dan memimpin negara ini. Artinya kalian juga tidak bisa mengatasnamakan membela rakyat dengan memaki presiden dengan kata “serampangan”. Pasti ada rakyat yg lain, juga mungkin mahsiswa lain atau mungkin alumni/senior kalian yg tidak sepaham dengan cara-cara kalian ini. Kedua, hasil kajian kalian sy kira kurang tajam dan kurang didukung dengan data akurat, sehingga menimbulkan perdebatan. Tidak disertai data statistik yg jelas aesuai standard keilmuan. Secara akademis dan ilmiah kajian kalian tidak bisa dipertanggungjawabkan, apalagi kalau sumbernya diambil dari media. Seperti kalian ketahui bhw media sendiri banyak yg terkooptasi oleh bbrp partai politik atau sudah partisan. Budaya kampus adalah budaya ilmiah, kajian mesti mempunyai sumber yang baik. Pertanyaan saya: “Mengapa langsung menulis surat terbuka yg isinya mengundang polemik?”. Apakah kalian berhak mewakili seluruh mahasiswa? Saya kita terlalu naif kalau mengatakan demikian. Yg paling bagus, saran saya adalah panggil sebanyak mungkin nara sumber dari berbagai disiplin ilmu yg terkait dengan yg kalian kaji, baik dari para akademisi/guru besar, para pejabat terkait, para ahli ekonomi, ahli sosiologi, dsb. untuk memberi pencerahan secara lebih luas, sehingga bisa memahami persoalan lbh baik. Kalau kalian melakukan kajian yg mendalam, kalian juga secara bersamaan akan belajar. Di sinilah letak hebatnya, masih mahasiswa tapi sdh bisa memikirkan negara, kalian akan menjadi calon pemimpin masa depan, sangat berbobot. Sayang, surat kalian hanya menunjukkan kemarahan dan sedikit arogansi dengan mengancam seorang Presiden pilihan sebagian besar rakyat. Ini bukan ide dan cara yang baik. Senior2 alumni yang lain, mohon jangan hanya ngomporin tapi tolong beri pencerahan. Kita paham, banyak angkatan mahasiswa yg inging eksis dalam sejarah. Namun berani saja tidak cukup, hanya bermodal berani saja bisa menimbulkan sikap kurang ajar terutama bila derajat pemahamannya masih rendah. Dan ini sudah terjadi dengan tulisan kalian. Alumni ITB ada di mana-mana. Kerja sama dengan Ikatan Alumni, jangan metasa alergi dan menuduh IA-ITB sdh terkooptasi sama kekuasaan, sy kira ini juga pandangan yg menyesatkan. Bila kesulitan mendatangkan narasumber yg kompeten kalian bisa minta bantuan IA-ITB, sy kita seniormu akan dengan senang hati membantu. Akhir kata, mohon jangan menambah hiruk-pikuk persoalan politik dengan surat2 semacam ini. Tindakan kalian dengan surat terbuka spt ini sudah tergolong politicking. Saran saya buatlah WHITE PAPER, apa gagasan kalian setelah mempelajari semua aspek dan membuat kajian berdasarkan bimbingan dan arahan nara sumber non partisan tersebut. Diskusikan secara akademis ilmiah, bukan diskusi ala waring kopi, diskusi jalanan yg isinya sering tidak jelas. Diskusi akademis ilmiah Itu lebih bermanfaat buat semua pihak, bapak Presiden pun sybkita akan mengapresiasi langkah kalian dengan white paper yg kalian kirim. Kalian pun akan mulai sadar bahwa memimpin suatu negara besar seperti Indonesia yg derajat kompleksitasnya sangat tinggi, tentu tidak mudah. Kalian tidak boleh membuat simplifikasi persoalan. Kita capek dan habis banyak energi dengan pertentangan demi pertentangan yg kemudian diprovokasi dan digoreng terus akhir-akhir ini yg berpotensi memecah belah bangsa kita
    Salam,

  • Maaf kalau terlalu ikut campur disini.. tetap semangat utk demo ny.. merdeka… beda zaman maka beda juga medan yg kita lalui. Merdeka.

  • Mahasiswa sebagai agent of control, mahasiswa sebagai agent of change. Maka dari itu apasalahnya kita sebagai agent tersebut melaksanakan “tugas” kita? Ingat manusia tidak ada yang sempurna trmasuk presiden juga. Oleh karna itu mari kita sama2 menegor, meluruskan apa yang menjadi kekeliruan pemerintah kita.
    “Karen dari kita, untuk kita, dan hanya oleh kita” Indonesia Merdeka.!!!

  • Mentari menyala di sini
    Di sini di dalam hatiku
    gemuruhnya nyala di sini
    di sini di urat darahku…

    Meskipun tembok yang tinggi mengurungku…
    Berlapis pagar duri sekitarku
    Tak satu pun yang mampu menghalangiku…
    Menyala di dalam hatiku

    Hari ini hari milikku
    Juga esok masih terbentang
    Dan mentari kan tetap menyala
    Di sini, di urat darahku

    SALAM GANESHA
    UNTUK TUHAN, BANGSA, DAN ALMAMATER.

    LANJUTKAN PERJUANGANMU!

  • Maju terus KM ITB
    Setelah beberapa almamater besar seperti UI dan UGM memutuskan untuk tidak turun aksi, kalian lah yang diharapkan dapat memimpin pergerakan ini hingga tuntas
    Selamat berjuang

  • Saya saat ini juga masih mahasiswa. Tapi menurut saya, alasan-alasan yang dikemukakan di atas masih sangat lemah jika dilihat dari perspektif ekonominya, yang membuat argumen-argumen di atas menjadi lemah juga. Coba banyak-banyak diskusi dulu dengan anak ekonomi sebelum membuat kajian, terutama yang berkaitan dengan kebijakan pemerintah. Dampak jangka pendek nya memang terlihat merugikan. Tapi saya belum melihat Anda memasukkan unsur dampak jangka panjang, dan juga tujuan dari kebijakan tersebut sebenarnya dibuat. Anda perlu lagi mendalami pengaruh setiap kebijakan pada ekonomi makro, keterkaitan antarindikator ekonomi, target2 negara untuk 10-20 tahun kedepan yang diterjemahkan dalam kebijakan, dan posisi Indonesia dalam konstelasi ekonomi global. Mungkin memang ITB tidak ada fakultas ekonominya, tapi tidak boleh dijadikan alasan untuk mengkaji kebijakan tanpa mengkaji sisi ekonomi secara mendalam.

    Kalau memang Anda mengklaim sudah melihat kebijakan tersebut dari sisi ekonomi jangka panjangnya juga, yakin sekali saya bahwa hasil kajian yang keluar tidak akan seperti ini.

    Ini kritik dan saran dari saya, saya sampaikan secara baik-baik. Semoga kedepannya bisa lebih baik lagi.

  • Saya termasuk mahasiswa yg ikut demo jaman suharto…. Menurut saya teman teman dari ITB sedang berusaha untuk menyampaikan apa yg rakyat rasakan saat ini.. Adapun bahasa, kutipan, narasumber, artikel dll saya yakin itu sudah benar…. Karena sdh banyak fakta yg menyatakan rakyat kecewa dgn perubahan dan kejadian saat ini…. rakyat hanya ingin kesejahteraan, kedamaian, keselarasan dlm negeri ini… Meskipun pada kenyataannya semua belum maksimal terlaksana…. Semoga surat terbuka ini bisa dibaca juga oleh hati kita semua…. Agar apa yg terjadi sekarang tdk dilihat dr daerah tertentu saja karena negara kita sangatlah luas dan beragam…… Semoga kita selalu ada dalam lindunganNya…. AMIn

  • Pertanyaan, saya dari dulu bingung, km-itb itu atas nama perseorangan atau ririungan (macam di gempol) ya? kalau ririungan, katanya kami-kami yang mahasiswa biasa pun yang notabene-nya bukan anggota kementrian KM apakah juga termasuk KM-ITB? Dulu sih seingat saya, kami ini juga diaku-aku sebagai anggota KM….

    Nah pertanyaan lagi, apakah surat terbuka ini didiskusikan sebagaimana substansi KM-ITB yang sesungguhnya? Maksudnya, apakah surat terbuka ini merupakan buah pikiran satu-dua orang atau 2999-3000 mahasiswa yang ada di ITB?

    Nah kalau cuma pikiran 1-2 orang (atau mungkin akan didalihkan ke belasan orang, but who cares?) berani-beraninya bawa-bawa nama KM-ITB? Jangan bikin malu almamater dong mas,

    Kenapa bikin malu? Mau kritik orang aja belom sopan, kata serampangannya itu lho, ngaku-ngaku udah kuliah di ITB selama bertahun-tahun? Mana bawa-bawa nama almamater pula….

    Intinya gini, boleh-boleh aja kalian post opini ‘audience hunter’ macam begini, boleh-boleh aja kalian post koar-koar yang sekelibat lewat, ya tapi mbok jangan di sini, mbok tulis gitu, “ini hasil pemikiran tarjo, upin, ipin…blablabla” ga usah bawa-bawa nama almamater, malu, keliatan oonnya euy.

    -alumni yang sedih-

      • kita sebagai manusia masa mau disamakan dengan sapi, ada-ada saja mas Abdul Rahman Riza

        Jadi ingat pepatah dari pak Sam Ratulangi (Gubernur Sulawesi pertama era Presiden Soekarno): “Si tou timou tumou tou” yang artinya manusia baru dapat disebut sebagai manusia, jika sudah dapat memanusiakan manusia

  • EA EA, Rameeee… kayak nonton Wayang. Pandawa vs Kurawa (sesama saudara perang demi kemakmuran bangsanya dengan ideologi yang berbeda).

    Judulnya Merdeka Masih Jauh, pembukaan UUD 1945 : “…membawa ke depan pintu gerbang kemerdekaan…”. jadi belum merdeka, dari dulu masih diem aja di depan pintu (berbanding lurus).

    Saya hanya rakyat biasa dan bodoh, ga ngerti apa-apa.

    Jadi ya cuma bisa nonton aja. Semoga ada hikmahnya dan bermanfaat.

    “hanya bagi mereka yang mau berfikir”.

    Lanjutkan perjuanganmu nak…!!!

  • Lanjutkan jadi mahasiswa yg kritis sbg wakil kami-kami yg rakyat biasa. Kritik kalian sangat menyuarakan isi hati kami yg hanya rakyat kecil. Jadilah wakil-wakil kami dalam kritik dan protes kepada Pemerintah, Terimakasih kami sampaikan kpd mahasiswa yg peduli dengan keadaan rakyat kecil, lanjutkan doa kami bersama kalian.

    Dari kami yg tdk pernah jd mahasiswa

  • Mobil fiat mobil vw, tos teu kiat hoyong dukung mahasiswa. Soal mobil parkir di lingkungan kampus udah ada aturannya, yg melanggar aturan parkir, pura2 ga baca rambu. Lanjutkan perjuangan, suarakan realita, saya anggota rakyat bagian bawah (ekonomi pas2an) mendukung mahasiswa.

    Salam

  • Bismillah,

    Surat Terbuka ini, saya lihat sudah memakai EYD dan bahasa yang sangat sopan, lugas, mengena dan tanpa menyinyir serta menyindir. Yang jelas, kata SERAMPANGAN bukan kata-kata yang tidak sopan.

    Saya JELAS mendukung surat terbuka ini, karena saya juga mengalami hal-hal yang sangat aneh dan tidak pro rakyat sama sekali di rezim pemerintahan sekarang ini.

    Saya tunggu aksimu adek-adek KM-ITB dan seluruh KM KM di Indonesia yang lainnya di 90 hari ke depan dari sekarang.

    “AKU NANG MBURIMU”

    TTD

    Yoga N
    Bukan Alumni ITB yang sebenarnya,
    ALUMNI ‘ITB’ (Institut Teknologi Blater, Purbalingga) IF UNSOED ANGKATAN 2009

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *