August 30, 2015

Tentang Kami

FALSAFAH DASAR ORGANISASI KEMAHASISWAAN

Tugas perguruan tinggi adalah membentuk manusia susila dan demokrat yang:

  1. Memiliki keinsafan tanggung jawab atas kesejahteraan masyarakatnya.
  2. Cakap dan mandiri dalam memelihara dan memajukan ilmu pengetahuan.
  3. Cakap memangku jabatan dan atau pekerjaan dalam masyarakat. (Drs.Muhammad Hatta)

Dapat disimpulkan bahwa tugas perguruan tinggi adalah membentuk insan akademis, yaitu insan yang memiliki dua peran:

  1. Selalu mengembangkan diri sehingga menjadi generasi yang tanggap dan mampu menghadapai tantangan masa depan.
  2. Selalu mencari dan membela kebenaran ilmiah, sesuai dengan watak ilmu itu sendiri. Dengan selalu mengikuti watak ilmu, maka insan akademis mengemban peran untuk membentuk tatanan masyarakat yang benar dengan dasar kebenaran ilmiah.

Untuk mewujudkan peran mahasiswa sebagai insan akademis, maka tercipta berbagai kebutuhan dasar mahasiswa berupa pendidikan, kesejahteraan dan aktualisasi. Untuk kebutuhan yang bersifat individual, pemenuhannya tidak perlu diorganisir, tetapi kebutuhan beberapa orang memerlukan pengorganisasian. Untuk itu, perlu adanya lembaga yang bertugas untuk memenuhi dan melaksanakan masing- masing tingkat kebutuhan itu. Disinilah fungsi lembaga kemahasiswaan.

KONSEP ORGANISASI INTERNAL KM-ITB

Organisasi kemahasiswaan harus mampu untuk membentuk sosok utuh mahasiswa, yaitu harus mampu mewadahi wujud identitas dan aktualisasi peran mahasiswa. Oleh karena itu, organisasi kema- hasiswaan merumuskan orientasi dasar organisasinya sebagai berikut:

  1. Menjadi wadah pengembangan diri mahasiswa untuk membentuk lapisan masyarakat masa depan yang professional , intelek, humanis, dan religius.
  2. Mewujudkan karya nyata mahasiswa dalam perjuangan menata kehidupan bangsa.
  3. Menjadi wadah bagi upaya pemenuhan kebutuhan dasar mahasiswa yang menjadi pendidikan, kesejahteraan dan aktualisasi diri.

POSISI ORGANISASI KEMAHASISWAAN DI KAMPUS

Organisasi kemahasiswaan ITB berada di dalam sistem ITB, namun secara struktural tidak berada di bawah rektor dan memiliki otonomi penuh untuk menentukan kehidupan organisasinya. Di sisi lain, organisasi kemahasiswaan mengakui bahwa rektor adalah penang- gung jawab sistem ITB. Hubungan antara keduanya merupakan suatu hubungan yang demokratis yang menghormati posisi dan wewenang masing-masing untuk menjalankan aktivitasnya di dalam fungsi dan bidang masing-masing.