Oslo, km.itb.ac.id – Keluarga Paduan Angklung ITB atau yang lebih dikenal dengan KPA-ITB pada bulan Agustus lalu telah melakukan diplomasi budaya Indonesia. KPA-ITB berhasil mengenalkan salah satu seni budaya Indonesia, yaitu angklung di level internasional. Untuk Info selengkapnya, mari Kita simak cuplikan dialog interaktif dengan KPA-ITB berikut:

 

  1. Apakah acara yang beberapa waktu lalu telah diikuti oleh KPA-ITB?

    Kami diundang oleh KBRI Norwegia di Oslo dalam rangka diplomasi budaya di acara ASEAN Cultural Night, yaitu acara tahunan untuk merayakan ulang tahun ASEAN.

  2. Kapan ASEAN Cultural Night tersebut berlangsung?

    KPA-ITB tampil sebagai aubade dalam Upacara Peringatan HUT RI ke 71 di Wisma Duta Indonesia pada tanggal 17 Agustus 2016. Lalu agenda utamanya yaitu ASEAN Cultural Night pada tanggal 18 Agustus 2016. KPA ITB juga tampil di jalan Karl Johan di Oslo dalam rangka Street Jam Performance. Terakhir, KPA ITB tampil di International Children’s Art Museum untuk memperkenalkan budaya angklung Indonesia ke anak-anak Norwegia.

    2

  3. Siapa saja yang terlibat dalam agenda tersebut?

    KPA-ITB tentunya, KBRI Norwegia, orang tua mahasiswa yang terlibat sebagai donatur dan penghubung antara KPA dan KBRI Norwegia, serta pihak pengelola museum tempat kami tampil dan para tamu undangan yang terdiri atas diplomat-diplomat dari berbagai negara.

  4. Bagaimana persiapan KPA-ITB untuk menyelenggarakan agenda tersebut?

    Pertama pembentukan semacam tim panitia kecil. Dilanjutkan dengan seleksi anggota tim dan pembuatan proposal, pencarian sponsorship dan donatur. Kemudian ada latihan selama kurang lebih tiga bulan sejak bulan Mei. Kemudian persiapan keberangkatan termasuk dari alat-alat yang akan dibawa, logistik masing-masing, dokumentasi penampilan, dan lain-lain.

  5. Bagaimana hasil yang didapatkan oleh KPA-ITB?

    KPA ITB mendapat sambutan hangat oleh orang-orang Indonesia yang tinggal di Oslo dan mereka juga mempercayakan kami untuk menjadi delegasi Indonesia satu-satunya di ASEAN Cultural Night. Selain itu, respon yang kami dapat selama acara ASEAN Cultural Night tersebut juga baik, dilihat dari meriahnya tepuk tangan para penonton setelah penampilan KPA ITB selesai. Jadi bisa dibilang, misi budaya kami ini tergolong sukses serta membawa nama KPA ITB di kancah internasional.

  6. Bagaimana perasaan KPA-ITB telah mencapai hasil tersebut?

    Kami tentu senang bisa menjadi delegasi Indonesia satu-satunya dalam misi budaya kali ini. Kami mendapatkan pengalaman berharga di mana kita bisa belajar dan berusaha untuk menjadi lebih baik lagi ke depannya.

    6

  7. Apa harapan KPA-ITB ke depannya?

    Harapannya, angklung bisa lebih go international dan KPA ITB bisa turut ikut andil dalam pelestariannya. Selain itu, budaya Indonesia yang lain juga bisa lebih dikenal oleh masyarakat luar Indonesia.

Apa yang telah dilakukan oleh KPA-ITB merupakan salah satu bentuk misi budaya yang secara tidak langsung dapat melestarikan kesenian angklung sebagai bagian dari budaya Indonesia. Semoga di masa depan semakin banyak agen budaya seperti KPA-ITB yang berhasil mengenalkan budaya Indonesia secara internasional. Salam budaya!

 

Narasumber: KPA-ITB

 

Sebarkan!