Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang memiliki keanekaragaman budaya yang sangat tinggi. Ragam seni budaya nusantara tersebar di ribuan pulau yang ada di Indonesia. Salah satu pulau yang memiliki kekayaan budaya yang besar adalah Pulau Papua. Tidak hanya terkenal dengan kekayaan flora dan fauna, Papua memiliki suku-suku asli yang memiliki kehidupan menarik dan unik. Berikut adalah beberapa contoh suku asli di Pulau Papua yang memiliki kebudayaan khas suku yang unik:

 

paps

Suku Korowai

Suku Korowai berada di wilayah Kaibar, Kabupaten Mappi, Papua. Suku Korowai tidak tinggal di honai  (hunian adat suku di Papua), mereka tinggal di rumah pohon dengan ketinggan mulai dari sekitar 15 meter sampai dengan 50 meter. Mereka membangun rumah di atas pohon untuk menghindari binatang buas dan gangguan roh jahat. Suku korowai percaya bahwa, semakin tinggi rumah mereka, semakin jauh dari gangguan roh-roh jahat. Pada tahun 2011, Suku Korowai pernah muncul dalam film dokumentasi BBC Human Planet. Dalam film tersebut, suku Korowai menunjukkan bagaimana mereka membuat rumah pohon. Bahkan mereka mampu membangun rumah pohon setinggi 114 meter dalam waktu 2 minggu. Sayangnya, kehidupan Suku Korowai mulai terancam karena adanya aktivitas pembalakan hutan sehingga mengancam keberlangsungan tradisi hidup di rumah pohon yang menjadi ciri khas Suku Korowai.

Suku Asmat

Suku Asmat sebagai suku yang mendiami wilayah pesisir selatan Papua merupakan suku yang menonjol karena hasil seni ukiran yang sudah terkenal luas hingga ke mancanegara. Ukiran Asmat memiliki ciri khas tersendiri bila dibandingkan berbagai ukiran dari daerah lain karena pengerjaan yang rapih dan detail-detail ukiran yang rumit. Salah satu benda hasil ukiran asmat yang cukup populer di dunia adalah panel-panel unik yang sering dijadikan hiasan dinding. Selain panel, jenis ukiran yang begitu terkenal adalah Patung Bis (leluhur) dan Totem. Hasil ukiran Suku Asmat tentu menjadi kebanggaan bagi Bangsa Indonesia karena berhasil menjadi daya tarik bagi masyarakat internasional.

Suku Dani

Suku Dani sudah tinggal di kawasan lembah Baliem sejak ribuan tahun lalu. Mereka umumnya hidup bercocok tanam ubi dan berburu hewan liar untuk mencari makan. Suku Dani adalah masyarakat komunal yang hidup dalam satu komunitas. Sistem kekerabatannya bersifat kelompok, yaitu membagi keluarga menjadi kelompok-kelompok yang tinggal dalam satu wilayah rumah yang bernama Silimo. Jadi, satu Silimo bisa berisi 3 hingga 4 keluarga kecil yang tinggal bersama. Kebudayaan Suku Dani di Lembah Baliem menjadi salah satu bukti perkembangan peradaban budaya manusia di Indonesia khususnya di Pulau Papua.

Suku Muyu

Nenek moyang suku Muyu zaman dahulu tinggal di daerah sekitar sungai Muyu yang terletak di sebelah Timur laut Merauke. Oleh beberapa anthropologist, Suku Muyu disebut “primitive capitalists”. Suku Muyu memiliki ilmu pengetahuan tentang bilangan dengan bentuk alat bayar yang namanya Ot. Ot digunakan sebagai mas kawin dan alat tukar/bayar dalam upacara pesta babi. Pesta babi digelar untuk mencari Ot sebagai hadiah imbalan dari tamu-tamu yang datang. Barang-barang hasil bumi maupun kapak dan panah diperjualbelikan dengan Ot. Sistem ekonomi barter dan Ot merupakan bukti kemajuan kebudayaan dan ekonomi Suku Muyu. Oleh karena itu, Suku Muyu dianggap sebagai suku pedalaman yang paling pintar.

Suku Kamoro

Warga Suku Kamoro yang hidup di pesisir pantai Kabupaten Mimika (Timika, Papua) memiliki hak warisan seni dari garis keturunan ayah (patrilineal). Jika seseorang berasal dari keturunan yang nenek moyangnya adalah pengukir, maka orang itu pun memiliki fungsi secara adat sebagai pengukir. Selain pengukir, fungsi adat lainnya bisa berbentuk penari, penabuh tifa, dan lain sebagainya. Bentuk karya seni Suku Kamoro ada yang berupa topeng roh, rumah adat (kapiri kame), mbitoro, ote kapa (tongkat), pekaro (piring makan), noken (tas hasil anyaman), tifa (alat musik khas Papua berbentuk seperti gendang), hingga senjata berburu. Persamaannya hanya satu, yaitu seluruh proses pembuatan dipastikan menggunakan bahan alami.

Suku-suku asli Pulau Papua tersebut merupakan salah satu contoh nyata bahwa Indonesia merupakan negara yang tidak hanya kaya secara geografis, tetapi juga kaya secara kebudayaan. Jadi masihkah Kita ragu untuk bangga terhadap keragaman budaya bangsa Indonesia?

Sumber:

https://www.goodnewsfromindonesia.org/2016/01/30/foto-foto-luar-biasa-rumah-pohon-suku-korowai-di-papua

http://www.indonesiakaya.com/jelajah-indonesia/detail/guratan-indah-suku-asmat-papua

http://www.indonesiakaya.com/jelajah-indonesia/detail/dani-sang-penghuni-lembah-baliem

http://kebudayaanindonesia.net/kebudayaan/975/suku-muyu

http://www.cnnindonesia.com/hiburan/20161119173650-241-173815/terpikat-karya-seni-ukir-suku-kamoro-papua/

Sebarkan!