HMRH ITB

Himpunan Mahasiswa Rekayasa Hayati ITB

HMRH merupakan sebuah himpunan yang mewadahi mahasiswa program studi Rekayasa Hayati dan berada di ITB Kampus Jatinangor. HMRH berdiri pada tanggal 27 Maret 2013 dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan dan memfasilitasi pengembangan diri mahasiswa prodi rekayasa hayati dalam ranah akademik, keilmuan, minat dan bakat serta sosial masyarakat.

Kabar Terkini

Coming Soon!

Halo! Kamu baru saja mengunjungi halaman berita dari lembaga terkait! Tunggu update dari kami selanjutnya ya!

Hari Jadi

27 Maret 2013

Visi

“HMRH ITB sebagai rumah berlandaskan empati untuk mendorong ambisi mengembangkan keprofesian Rekayasa Hayati”

Misi

1. Menyediakan pemenuhan kebutuhan dasar bagi massa HMRH ITB.
2. Menciptakan lingkungan HMRH ITB yang saling mendukung.
3. Menyediakan sarana aktualisasi diri yang menunjang keprofesian.
4. Mendorong semangat berkarya yang sinergis dan kolaboratif.

Program Kerja Himpunan

Sejarah Himpunan

Sebelumnya, HMRH merupakan bagian dari Himpunan Mahasiswa SITH “Nymphaea”, namun karena bidang keilmuan dan keprofesian yang berbeda serta lokasi perkuliahan mahasiswa Rekayasa Hayati terletak di Kampus ITB Jatinangor yang berjarak ± 25 km dari kota Bandung menjadi kendala dalam kegiatan berhimpun di Kampus ITB Ganesha.,akhirnya pada tanggal 27 Maret 2013 HMRH memisahkan diri dari HIMASITH Nymphaea dan menjadi himpunan independen. HMRH dahulu menaungi 3 jurusan SITH Rekayasa (Rekayasa Hayati, Rekayasa Pertanian, dan Rekayasa Kehutanan). Namun, seiring dengan dibutuhkan sarana berkemahasiswaan yang lebih fokus dan spesifik dalam keilmuan dan keprofesian di masing-masing jurusan, maka pada tanggal 23 Maret 2015 Rekayasa Pertanian dan Rekayasa Kehutanan resmi berpisah dari HMRH.

Profil / Asas Himpunan

HMRH ITB adalah organisasi yang bersifat kekeluargaan dan keprofesian. Dan pada tahun ini, nilai yang dibawa oleh BPH HMRH periode 2020/2021 adalah Ambisi Berempati. HMRH ITB memegang teguh ambisinya yang tak lain untuk membuat siapapun nyaman untuk berkembang di dalamnya. Ambisi untuk menggerakkan roda roda wadah ini demi berjalan lebih jauh ada di pundak semua anggota aktif HMRH, bukan hanya tanggung jawab segelintir elemen-elemen yang ada seperti BPH, Senator, ataupun DPA. Namun, dibutuhkan suatu nilai yang mendampingi ambisi agar tiap tiap manusia yang berambisi dapat berjalan beriringan dan menggerakkan wadah yang sama. Disinilah nilai empati diupayakan untuk hadir. Empati bukan hanya tentang bagaimana cara memahami dan merasakan, namun dalam konteks berjalan beriringan, empati juga berarti bagaimana kita mampu berdiri diatas sepatu orang lain, dan memahami bagaimana cara untuk terus berjalan bersama mereka dalam rasa nyaman yang sama
HMRH ITB memiliki tujuan yang tercantum dalam AD/ART yaitu HMRH ITB bertujuan untuk menciptakan dan meningkatkan rasa kekeluargaan antar anggota HMRH ITB, memfasilitasi anggota HMRH ITB dalam pengembangan dan aktualisasi diri menuju manusia madani yang kompeten, serta memberikan manfaat yang berkelanjutan kepada masyarakat terutama dalam bidang rekayasa hayati.

Budaya Himpunan

HMRH memiliki 4 budaya yaitu kakak adek nim, Musyawarah Anggota (MA), forum berjahim, dan audiensi kegiatan. Kakak adek nim adalah suatu budaya di HMRH dimana massa yang memiliki nim yang sama akan menjadi kakak-adik, budaya ini dapat meningkatkan rasa kekeluargaan di HMRH serta menjadi tempat untuk saling bantu-membantu antara kakak tingkat dengan adik tingkat. Untuk di HMRH sendiri, setiap keputusan harus disahkan dalam Musyawarah Anggota (MA), yang merupakan perangkat tertinggi dalam pengambilan keputusan. Di HMRH juga ada budaya untuk memakai jahim saat forum himpunan berlangsung serta setiap ada kegiatan yang akan dilaksanakan, perlu adanya audiensi ke massa mengenai kegiatan tersebut.

Our Lesson Learned

Salah satu hal yang dapat dievaluasi dari kepengurusan sebelumnya adalah sistem pengarsipan yang terkadang kurang diperhatikan sehingga kegiatan himpunan tidak memiliki rekam jejak sama sekali atau memiliki tempat penyimpanan yang berbeda-beda. Tidak adanya arsip seringkali mempersulit pendataan oleh lembaga pusat dan juga keperluan evaluasi. Lebih dari pada itu, tidak adanya arsip menyebabkan generasi berikutnya harus mengulang cara berpikir dari awal lagi. Masalah tersebut dapat diatasi dengan mengimplementasikan sistem knowledge management, yaitu sistem di mana pengetahuan ditransfer dan diturunkan kepada generasi berikutnya sehingga generasi berikutnya tidak memulai kepengurusan dengan memikirkan semuanya dari awal.
Selain itu, inovasi yang dibawa kepengurusan tahun ini adalah sistem OKR. Dengan menggunakan sistem OKR, keberjalanan himpunan tidak menjadi proker-based tapi menjadi lebih fokus ke value-based. Visi-misi kepengurusan lebih terjamin tercapai melalui sistem OKR ini, dimana setiap divisi dan departemen berfokus mencapai objektif masing-masing yang telah diturunkan dari visi misi kepengurusan. Sistem OKR juga lebih melibatkan massa himpunan dalam perumusan action step sehingga massa dapat mengetahui latar belakang action step tersebut, objektif yang dijawab, dan value apa yang dibawa pada action step tersebut. Sistem OKR ini juga lebih fleksibel sehingga dapat menyesuaikan dengan kondisi di tengah kepengurusan

More About Us

HMRH merupakan himpunan dengan keilmuan yang sangat luas dan sangat banyak beririsan dengan banyak keilmuan di ITB. Dengan semangat berkarya, mengembangkan diri dan mengembangkan keilmuan yang selalu dibawa oleh HMRH, kami berharap bisa banyak berkolaborasi dengan banyak himpunan di ITB untuk bersama sama mengembangkan keilmuan dan berkarya nyata untuk dapat lebih berdampak bagi masyarakat dan ilmu pengetahuan.

Kontak Intrakampus

Nabila Putri Safira
Rekayasa Hayati ’17
081219504207 (WA)
_nabilasafira_ (Line)

Alamat

Labtek IA Institut Teknologi Bandung
Kampus Jatinangor
Jl. Let. Jend. Purn. Dr. (HC) Mashudi No.1, Sayang, Kec. Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat 45363

Social Media

Kunjungi media sosial resmi himpunan kami di sini!

Berikan penilaian terhadap kesesuaian informasi dan kemudahan akses halaman ini!